• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Juru Damai

abu by abu
20 Maret 2023 05:27
Presiden Tiongkok

Xi Jinping membawa misi khusus kala bersua Presiden Rusia Putin. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – BARU 30 tahun lagi publik tahu: apakah kunjungan Xi Jinping ke Rusia Senin besok pagi sudah diinformasikan ke Amerika Serikat (AS). Langkah Presiden Tiongkok itu begitu sensitif. Jinping ke Rusia di tengah suasana perang Rusia-Ukraina. Juga hanya tiga hari setelah Putin diputuskan sebagai penjahat perang yang harus ditangkap. Presiden Rusia itu, Vladimir Putin, juga harus diajukan ke pengadilan internasional. Di Den Haag, Belanda. 

Kini Putin tidak bisa ke luar negeri. Ia bisa langsung ditangkap, dan dibawa ke Belanda. Tentu Rusia tidak mengakui keberadaan pengadilan internasional itu. Amerika Serikat sama saja: juga tidak mengakuinya. Masih banyak negara lain tidak mengakui. Termasuk, Tiongkok, Iraq, dan Israel. Indonesia mengakui dan aktif di dalamnya. Ada contoh di tahun 1999: Presiden Serbia Slobodan Milošević dinyatakan sebagai penjahat perang pengadilan Den Haag tersebut. 

Ia diperintahkan untuk ditangkap. Tiga tahun kemudian Milosevic diadili. Hakimnya 20 orang dari berbagai negara. Sidang itu berlangsung selama 2 tahun. Putusannya: Milosevic dinyatakan bersalah. Ia mendalangi perang di Kosovo, dan melakukan pembunuhan masal terhadap lawan politik. Dua tahun kemudian Milosevic ditemukan meninggal dunia. Di kamar tahanannya di Den Haag. Ia dinyatakan meninggal mendadak akibat serangan jantung. Umurnya, saat itu, 64 tahun.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Superirit

Milosevic awalnya menjabat presiden Yugoslavia. Ketika negara itu terpecah-pecah ia menjabat presiden Serbia. Putin bisa bernasib sama. Kalau akan keluar negeri ia harus yakin negara tujuan akan melindunginya. Kalau kunjungan Jinping ke Rusia besok pagi itu tanpa memberi tahu AS lebih dulu, harus dicatat sebagai langkah luar biasa berani. Untuk berkunjung ke suatu negara penting, biasanya diberitahukan ke sahabat baik. Agar tidak menimbulkan sangkaan negatif.

Saya yakin Jinping juga memberi tahu AS. Lewat jalur rahasia. Jinping bisa beralasan kunjungannya ini sebagai misi perdamaian. Yakni akan meyakinkan Putin perlunya menghentikan perang. Minggu kemarin Tiongkok mengutus menteri luar negerinya ke Ukraina. Tentu sang Menlu sudah lapor Jinping mengenai hasil pertemuannya dengan presiden Ukraina. Lalu hasil itu dibawa Jinping ke Putin. Tiongkok selalu mengumandangkan pentingnya dialog untuk mengatasi ketegangan. 

Lewat dialog itu, Tiongkok baru saja mencarikan jalan keluar atas ketegangan Iran, dan Arab Saudi. Keduanya bersepakat di Beijing: membuka hubungan diplomatik kembali dalam dua bulan. AS bisa saja curiga: Tiongkok justru akan menguatkan hubungan dengan Rusia. Dalam kunjungan ke Beijing dua tahun lalu Putin menyatakan hubungan Tiongkok dan Rusia hubungan sahabat segala musim. Dua bulan setelah itu, Putin menyerbu Ukraina. 

Baca juga: Kiamat SVB

Maka ada yang berspekulasi Putin sudah membisikkan rencana serangan itu ke Jinping. Maka Tiongkok sampai sekarang tidak mau mengecam perang itu. Sikap Tiongkok resminya netral, tapi Barat menilainya pura-pura. Bahkan ada anggapan jangan-jangan Jinping ke Rusia melakukan hal sama dengan dilakukan Putin di Beijing: berbisik dua bulan lagi akan menyerang Taiwan. Rasanya itu tidak mungkin. Merayu Putin untuk mengakhiri perang lebih masuk akal. 

Tiongkok ingin menunjukkan, sekali lagi, dialog akan lebih menyelesaikan masalah daripada saling ancam. Kalau saja misi Jinping seperti itu, dan berhasil, Tiongkok benar-benar telah menjadi pemimpin dunia baru. Dengan senjata dialog. Bukan senjata perang. Berhenti perang, itu diharapkan dunia. Kalau tidak, dua tahun lagi perang akan terus berlangsung. Rusia tidak mau kalah. AS juga tidak mau kalah. Tapi keduanya juga tidak mau perang habis-habisan. 

Agar cepat selesai: siapa pun yang menang. Rasanya tidak akan ada perang besar-besaran. Itu akan berkembang tidak terkendali. Masing-masing punya senjata nuklir. Maka perang itu, akan terus berlangsung secara begitu-begitu saja. Kecil-kecilan. Sampai ada juru damai yang bisa menghentikan. Tiongkok punya modal untuk itu. Baik terhadap Rusia maupun Ukraina. Teman saya, pengusaha, juga ingin agar perang Ukraina cepat selesai. Ia punya kepentingan sendiri. Pribadi. Soal bisnis.

Baca juga: Debu Neom

Tanahnya, sekitar 20 hektare, disewa perusahaan patungan antara orang Rusia, dan orang Ukraina. Dua orang itu punya saham sama besar. Mereka sudah membangun pabrik. Sudah mendatangkan mesin-mesin. Sudah selesai. Mesin sudah dites. Pun sudah mulai berproduksi kecil-kecilan. Tinggal memperlancarnya. Hasil produksinya nanti akan diekspor ke Rusia, dan Ukraina. Sudah pula sekali dilakukan ekspor itu. Sukses. Lalu terjadilah perang di Ukraina. 

Keduanya, ikut bertengkar di Indonesia. Keduanya tidak bisa damai. Keduanya pulang ke negara masing-masing. Sampai sekarang. Tidak kembali. Atau belum. Pabriknya ditutup begitu saja. Karyawannya sudah setahun tidak mendapat kejelasan. Saya minta agar teman saya ikut mencari kontak mereka. Harus ada kejelasan bagaimana dengan pabriknya di Indonesia. Perang ternyata menyebabkan dua orang partner bisnis ikut jotakan. Padahal uang itu, katanya, tidak beragama, dan tidak punya batas negara.(Dahlan Iskan)

 

Tags: amerika serikatbeijingJuru DamaiPresiden PutinRusiaTiongkokUkrainaXi Jinping

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia (14/1/2022).

Inggris Diprotes Rusia terkait Ancaman Senjata Nuklir

1 Juli 2022 13:11
Jokowi

Jokowi: Pindah Ibu kota Adalah Pindah Cara Kerja

29 Januari 2022 14:48
Perkuat Modal, Merdeka Gold Izin Private Placement 2,44 Miliar Saham 

Perkuat Modal, Merdeka Gold Izin Private Placement 2,44 Miliar Saham 

11 Juni 2024 20:57
Wall Street Merosot, Pemodal Cermati Krisis China Evergrande Group

Wall Street Merosot, Pemodal Cermati Krisis China Evergrande Group

21 September 2021 08:27
rupiah

Nilai Tukar Rupiah Menguat 8 Poin

4 Oktober 2021 09:30
Wakil Wali Kota Surabaya Armujia

Seluncuran kenpark Ambrol, Wawali Surabaya Tegaskan Pengecekan Wahana Hiburan

7 Mei 2022 16:56 - Updated on 8 Mei 2022 06:34
Pendapatan Melorot, Laba Golden Energy Sisa USD171 Juta

Pendapatan Melorot, Laba Golden Energy Sisa USD171 Juta

10 Juni 2024 09:27
Wijaya Karya

Gagal Bayar, BEI Pasung Saham Wijaya Karya 

18 Desember 2023 13:27
Tangkapan layar Artis Ririn Dwi Ariyanti (indoposnews/instagram)

Ririn Dwi Ariyanti Come Back di SCTV Lewat Sinetron Cinta Setelah Cinta

10 Juni 2022 10:50
Ilustrasi - Pekerja menghitung uang dolar AS dan rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta - indoposnews

Pemkot Jakbar Buka Pengaduan THR

13 April 2022 19:10

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu