indoposnews.co.id – PT Timah (TINS) mematok operasional smelter Ausmelt Furnace pada November 2022. Progres smelter telah mencapai 97 persen. Smelter dengan investasi USD80 juta itu, diproyeksi bisa menambah efisiensi di kisaran 25-30 persen.
Proyek tersebut bakal memiliki kapasitas 40 ribu ton crude tin per tahun. ”Akibat terdampak Covid-19 ada beberapa hal membuat proyek mundur. Ya, paling November 2022 sudah mulai operasi,” tutur Sekretaris Perusahaan Timah Abdullah Umar.
Baca juga: Perkuat Layanan, Entitas Adi Sarana Luncurkan Asuransi Pengiriman Barang
Ausmelt Furnace menjadi proyek smelter pertama milik Timah beberapa dekade terakhir. Smelter itu, dilengkapi teknologi terbaru. Mampu mengolah atau melebur konsentrat bijih timah dengan kadar paling kecil 40 persen atau kategori low grade. Saat ini, hanya bisa melebur konsentrat bijih timah berkadar 70 persen. ”Kehadiran smelter baru akan lebih efisien,” imbuhnya.
Proses peleburan konsentrat timah bisa lebih cepat dengan smelter baru. Tingkat efisiensi, dan kontribusi Ausmelt Furnace bisa mencapai 25-34 persen. Pendanaan proyek Ausmelt Furnace didukung Finnvera, dan Indonesia Eximbank dengan fasilitas USD73 juta. Namun, pendanaan akan diserap hanya USD68 juta.
Baca juga: Genjot Likuiditas, Jasa Marga Lego Seluruh Saham Ismawa Trimitra
”Operasional smelter akan membuat efisiensi 25-34 persen. Jadi, kemungkinan akan menambah profitabilitas sebesar itu pada tahun selanjutnya,” tukas Direktur Keuangan dan Manajemen Timah Fina Eliani. (abg)


























