Indoposonline.NET – Emiten perkebunan, PT Dharma Satya Nusantara (DSNG) berencana menjual saham hasil buyback mulai Rabu (18/8) mendatang. Penjualan kembali dilakukan selama satu tahun mulai 18 Agustus 2021 sampai 17 Agustus 2022. Pelepasan kembali jumlah saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) itu, sebanyak 141.423.900 lembar. Untuk memuluskan rencana itu, Dharma Satya menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pelaksana penjualan kembali saham tersebut.
Direktur Dharma Satya Nusantara Jenti, merujuk pada peraturan OJK No. 2/POJK.04/2013 tentang pembelian kembali saham dikeluarkan emiten atau perusahaan publik dalam kondisi pasar berfluktuasi secara signifikan. ”Perseroan akan melaksanakan pengalihan atau penjualan kembali saham hasil buyback melalui BEI,” tutur Jenti, Senin (16/8).
Baca juga: Tahun Depan, Jokowi Patok Dividen BUMN Rp35,6 Triliun
Sepanjang kuartal pertama 2021, mencatat laba komprehensif Rp99,76 miliar. Melangit 22,44 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp81,47 miliar. Penjualan naik tiga persen menjadi Rp1,64 triliun dari periode sama 2020 sebesar Rp1,59 triliun. Nah, dari jumlah penjualan itu, segmen usaha kelapa sawit menyumbang 83 persen atau Rp1,35 triliun. Sedang 17 persen disumbang segmen usaha produk kayu atau Rp0,29 triliun.
Penjualan segmen usaha kelapa sawit kuartal pertama tahun ini menanjak tiga persen. Itu ditunjang harga rata-rata crude palm oil (CPO) tinggi hingga mencapai Rp8,7 juta per ton, meski volume penjualan CPO turun 5 persen menjadi 135 ribu ton. Volume produksi CPO turun 6 persen menjadi 144 ribu ton dari periode sama 2020 di kisaran 153 ribu ton. Itu terdampak El Nino pada kuartal pertama 2020 lalu.
Pada penutupan perdagangan Senin (16/8), saham Dharma Satya mengalami koreksi 4,42 persen atau 25 poin ke posisi Rp540. Kapitalisasi pasar Dharma Satya terakumulasi Rp5,72 triliun. (abg)



























