indoposnews.co.id – Indonesia telah mengalami industrialisasi, dan pembangunan infrastruktur sangat signifikan. Tren itu menciptakan peningkatan permintaan gas industri dalam konstruksi, fabrikasi logam, dan proses manufaktur lainnya. Dan, tahun 2023 menjadi tahun pertumbuhan Surya Biru Murni Acetylene (SBMA).
Peluncuran komersial proyek pengembangan pabrik ASP pada 26 Juni 2023, menandai era baru bisnis perseroan. “Dengan kapasitas lebih tinggi, teknologi lebih maju, dan efisiensi lebih tinggi, kami siap memberi produk berkualitas tinggi kepada pelanggan,” tutur Rini Dwiyanti, Direktur Utama Surya Biru Murni, kepada Juru Media, Jumat, 15 Desember 2023.
Pertumbuhan bisnis itu, buah manis dari inisiatif strategi perseroan, mencerminkan dedikasi terhadap inovasi, keberlanjutan, dan keunggulan operasional bidang manufaktur gas industri. Surya Biru Murni memprioritaskan inovasi teknologi dalam Sistem Manajemen Silinder, Sistem Kontrol Terdistribusi, dan sistem pemetaan transportasi untuk memastikan pelacakan waktu nyata, dan pengoperasian otomatis.
Baca juga: Wow! UBS Group Gulung 159,75 Juta Saham Charoen Pokphand
Komitmen perseroan terhadap keberlanjutan ditunjukkan dalam praktik pemanfaatan limbah dengan tetap mematuhi peraturan lingkungan. Melanjutkan komitmen itu, perseroan juga terlibat dalam layanan pengujian gas untuk menjamin standar kualitas tertinggi. “Ke depan, kami akan terus melanjutkan kemitraan strategis dengan sektor-sektor utama. Mencermati lebih lanjut lanskap kompetitif kehadiran pasar kuat di banyak industri, dan memantapkan langkah dalam merebut peluang investasi memanfaatkan proyek pembangunan infrastruktur,” imbuh Rini.
Sementara itu, Iwan Sanyoto, Direktur Operasional Surya Biru Murni mengatakan secara strategi, perseroan akan lebih memasifkan lagi inovasi teknologi pada sistem terintegrasi sumber daya manusia, teknologi informasi, distribusi, transportasi untuk pelacakan real-time, optimalisasi rute, dan pemantauan berbasis IoT.

Perseroan juga akan investasi strategis pada truk tangki, dan fasilitas pendukung pabrik untuk memastikan transportasi gas aman, dan efisien. Sekaligus mendukung fleksibilitas produksi, dan distribusi. “Tak lupa, perseroan akan mempererat pendekatan bersumbu pada pelanggan untuk memberi solusi sesuai kebutuhan spesifik klien, dan memberi layanan responsif untuk meningkatkan kepuasan pelanggan secara keseluruhan,” ucap Iwan.
Baca juga: Punya Pelanggan Kakap, Penjualan Surya Biru Murni Terus Meningkat
Keunggulan operasional perseroan yaitu cepat beradaptasi dalam merespons dinamika pasar, perubahan peraturan secara tanggap, dan efisien dalam memenuhi kebutuhan pelanggan terus berkembang. Nah, untuk pengembangan bisnsi 2024, perseroan akan memperluas jaringan dengan penambahan stasiun pengisian bahan bakar, untuk mengoptimalkan proses distribusi.
Perseroan juga telah memiliki akreditasi ISO 17025 laboratorium gas untuk memastikan standar tertinggi dalam presisi, dan keandalan pengujian sebagai bentuk pengembangan bisnis berkelanjutan. Pengembangan bisnis perseroan akan merambah produk gas baru, dan inovatif. Itu didorong kemajuan teknologi, permintaan pasar terhadap gas khusus, Sistem Manajemen Tabung terintegrasi untuk memitigasi perkiraan penjualan, produksi, dan pemeliharaan.
Selama enam tahun terakhir, perusahaan secara konsisten meningkatkan pendapatan 11 persen setiap tahun. Sambil mempertahankan keuntungan rata-rata 5 persen, tantangan terkini muncul karena peralatan produksi tidak efisien. Untuk mengatasi itu, perusahaan dengan bijak berinvestasi dalam meningkatkan alat-alat guna mendongkrak efisiensi, dan memangkas biaya.
Baca juga: Akhiri 2023, Surya Biru Murni Antusias Buru Pendapatan Rp123 Miliar
Langkah strategis itu, mencerminkan komitmen terhadap perbaikan, dan diharap mengembalikan laba ke rata-rata historis. Pertumbuhan substansial pada 2023 dibanding tahun sebelumnya menunjukkan kemampuan perseroan untuk bangkit kembali, dan bergerak maju secara positif dalam hal keuangan.
Meski ada tantangan awal dalam Harga Pokok Penjualan (HPP), kuartal III-2023 menunjukkan peningkatan signifikan. Itu merefleksikan penerapan langkah-langkah efisiensi produksi. “Mengantisipasi momentum positif berkelanjutan, fokus strategis kami pada posisi efisiensi operasional, dan mempersiapkan landasan bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan,” tegas Ingo. (abg)



























