Indoposonline.NET – Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kompak menguat pada perdagangan Jumat (13/8). Dow melangit 15,53 poin menjadi 35.515,38, S&P 500 surplus 0,16 persen menjadi 4.468,00, dan Nasdaq Composite bertambah 0,04 persen ke posisi 14.822,90.
S&P 500, dan Dow Jones Industrial Average menyentuh level tertinggi baru sepanjang sejarah. Saham Disney menanjak 1 persen setelah pendapatan kuartal ketiga positif, itu kemudian mendorong Dow menjejak rekor baru. Raksasa media itu, menghancurkan ekspektasi Wall Street soal pertumbuhan pelanggan Disney+, dan pendapatan secara keseluruhan.
Baca juga: Juni 2021, Waskita Karya Bungkus Kontrak Baru Rp3,1 Triliun
S&P, kebutuhan pokok konsumen dan utilitas unggul menyusul Tyson Foods melesat 2,3 persen, dan NRG Energy menguat 1,3 persen. Energi, dan industri kembali menunjukkan performa buruk dengan Diamondback Energy tersungkur 4,7 persen, dan United Rentals merosot 2,2 persen. Sedang saham Ebay menguat 7,4 persen.
Sepanjang minggu ini, Dow Jones menanjak 0,8 persen, dan S&P 500 menguat 0,7 persen. Itu terjadi di tengah volume perdagangan musim panas relatif minim. Nasdaq Composite berbasis teknologi menunjukkan kinerja kurang meyakinkan setelah menukik di bawah 0,1 persen.
Baca juga: Genjot Lini Gaming, Metrodata Electronics Gandeng DELL Alienware
Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengklaim pengangguran mingguan mencapai 375 ribu minggu lalu, sesuai perkiraan, dan menurun untuk minggu ketiga secara beruntun. Sementara indeks harga produsen, tidak termasuk volatile food, jasa perdagangan, dan komponen energi, menanjak 0,9 persen bulan lalu dibanding prediksi 0,5 persen.
Sementara bursa Eropa naik pada perdagangan hari ke-10 secara beruntun. Itu setelah investor menilai indikator ekonomi global. Sementara di sisi lain, kasus Covid-19 terus menggila. Stoxx 600 panEropa surplus 0,2 persen, setelah mencapai rekor tertinggi baru di awal sesi. Sebagian besar sektor, dan bursa utama berada menguat.
Baca juga: Pandemi, Penjualan CPO London Sumatra Meroket 8 Persen
Bursa saham Asia Pasifik mengalami koreksi. Kospi Korea Selatan memimpin penurunan karena saham perusahaan berkaitan Samsung jatuh setelah pembebasan pewaris perusahaan dari penjara. Bursa Asia mengalami tekanan tersebab kekhawatiran dampak penyebaran varian Delta Covid-19, dan perubahan regulasi lebih lanjut Tiongkok. Korea Selatan, dan Thailand mencatat rekor baru jumlah kasus harian terbanyak sepanjang tahun ini. Pemberlakuan kebijakan pembatasan sosial ketat Tiongkok telah menghambat sektor pariwisata, dan transportasi. (abg)