Indoposonline.NET – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa keluar tekanan. Itu setelah secara teknikal Indeks gagal break out upper bollinger bands. Situasi tersebut membawa pergerakan harga saham kembali menguji level psikologis, MA50, dan bullish trend line di kisaran 5.980-6.000.
Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia menyebut indikator stochastic dan RSI momentum bearish dengan pergerakan terkonsolidasi pada area middle oscillator. Secara teknikal Indeks berpotensi kembali tertekan menguji MA50 dan bullish trendline support 5.980, dan resisten 6.052.
Baca juga: Wall Street Melepuh, Pemodal Cermati Perpanjangan PPKM Darurat
Sejumlah saham dapat dicermati secara teknikal antara lain AKR Corporindo (AKRA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Japfa Comfeed (JPFA), Jasa Marga (JSMR), Kalbe Farma (KLBF), London Sumatera Plantation (LSIP), Medco Energi (MEDC), Summarecon Agung (SMRA), dan Unilever (UNVR).
Menyudahi perdagangan Selasa (13/7), indeks susut 1,09 persen alias 66,54 poin ke level 6.012.03. Saham-saham sektor teknologi anjlok 2,59 persen, infrastruktur minus 2,43 persen, dan kesehatan tersungkur 1,87 persen. Saham-saham berkapitalisasi besar alami aksi jual investor asing seperti BBRI, BBCA, ARTO, dan TLKM.
Baca juga: Alkindo Naratama Optimistis Penjualan Tumbuh 30 Persen
PPKM darurat guna menahan laju kasus Covid-19 membuat tingkat kepercayaan investasi investor menurun. Dus, kondisi pemulihan ekonomi ditandai pertumbuhan inflasi Amerika Serikat (AS) kembali menarik investor. Itu terlihat dari bursa saham Wall Street lagi-lagi mencapai rekor tertinggi.
Sementara bursa Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei naik 0,52 persen, TOPIX surplus 0,73 persen, Hang Seng menguat 1,63 persen, dan CSI300 melesat 0,18 persen. Indeks Hang Seng memimpin setelah saham teknologi Tiongkok naik mengiringi persetujuan pemerintah atas kesepakatan Tencent Holdings Ltd. Hasil itu, meredakan kekhawatiran tentang peraturan lebih ketat, dan data perdagangan China cukup kuat.
Baca juga: Lepas Saham Asuransi Tugu, Baruna Harmoni Raup Dana Rp174,36 Miliar
Bursa Eropa mayoritas memburuk. FTSE 100 Inggris menyusut 0,01 persen atau 0,70 poin menjadi 7.124,72 poin. IBEX 35 Spanyol jatuh 1,38 persen atau 121,90 poin menjadi 8.694,80 poin. DAX 30 Jerman terkoreksi 0,01 persen atau 0,87 poin menjadi 15.789,64 poin. Dan, CAC 40 Prancis turun 0,01 persen atau 0,78 poin menjadi 6.558,47 poin.
Investor menunggu data inflasi utama AS dan laporan pendapatan kuartal kedua beberapa bank terbesar dunia. Minyak naik untuk kali ketiga dalam empat hari. Itu setelah para pedagang bergulat dengan implikasi permintaan menyusul lompatan Covid-19 sejumlah wilayah, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi China. Selanjutnya, investor akan menanti laporan keuangan kuartal II-2021, tingkat inflasi AS, dan data pertumbuhan PDB kuartal kedua Tiongkok. (abg)



























