indoposnews.co.id – Nyaris seluruh pelaku usaha sudah mulai memanfaatkan teknologi digital. Itu penting untuk pengembangan bisnis. Kondisi itu, mendorong pelaku UMKM sektor kerajinan tangan prakarya memanfaatkan ekosistem digital dalam mendongkrak omzet hingga akhir tahun ini.
Founder Prakarya Indonesia Saiful Anwar menjelaskan mulai mengembangkan bisnis melalui kerja sama dengan 1.000 sekolah untuk mengisi kegiatan ekstrakurikuler keterampilan. Di mana, ada 21 model kegiatan telah dikembangkan Prakarya Indonesia dalam mengasah kreativitas, dan jiwa seni anak-anak.

Baca juga: Dukung Penguatan UMKM Jabar, Ini Langkah Nyata RDS Label Solution
”Kegiatan keterampilan itu, dapat diaplikasikan mulai tingkat sekolah dasar, SMP, dan SMA. Produk Prakarya Indonesia terlengkap se-Indonesia. Aktivitas kegiatan mulai membatik, seni tanah liat, kerajinan merangkai bunga, dan lain-lain,” tutur Saiful, di Jakarta, Rabu (14/6).
Saiful menambahkan, untuk menjalani bisnis tersebut tidak mudah, dan harus melalui banyak tantangan. Apalagi, saat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, Saiful mulai memanfaatkan ekosistem digital untuk mengembangkan usaha.
Baca juga: Kemenkop Fasilitasi UKM Go Internasional
”Pandemi malah jadi ajang kreativitas, dan pengetahuan digital. Marketing benar-benar bermanfaat. Itu terlihat dari omzet pada akhir 2022 mencapai Rp4 miliar. Akhir tahun ini Prakarya Indonesia mematok omzet sebesar Rp10 miliar,” tambahnya.
Saiful optimistis, prospek bisnis sektor usaha kerajinan tangan lokal akan sangat bagus. Selain itu, ia juga mulai menumbuhkan jiwa wirausaha dengan mengajarkan anak-anak sekolah mengolah berbagai macam limbah menjadi barang bernilai seni. Itu dengan tujuan positif dalam mengasah bakat seni anak-anak Indonesia. (abg)



























