indoposnews.co.id – Di tengah berbagai dinamika ekonomi dan pasar modal, ketahanan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan stabilitas finansial, tetapi juga kepedulian sosial, dan kemampuan masyarakat untuk bangkit dari bencana. Semangat tersebut mendorong Sucor Sekuritas menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi masyarakat terdampak banjir di SMK Negeri 1 Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, pada 8–10 April 2026.
Banjir yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan cukup besar, termasuk fasilitas pendidikan SMK Negeri 1 Baktiya Barat. Ruang kelas rusak, meja, dan kursi hanyut atau tidak dapat digunakan, serta berbagai peralatan pembelajaran ikut terdampak banjir.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana, Sucor Sekuritas memberikan bantuan berupa sembako, seragam sekolah, seragam guru, tas sekolah bagi para siswa, dan tenaga pengajar SMK Negeri 1 Baktiya Barat.
Baca juga: Bengkak 441 Persen, Uni-Charm Boncos Rp1,19 Triliun
Mengusung tema “Menguatkan Hari Ini, Menumbuhkan Hari Esok”, program CSR itu mencerminkan komitmen perusahaan turut membantu masyarakat bangkit kembali, dan membangun masa depan lebih baik.
Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, menyebut kepedulian sosial bagian penting dari nilai yang dipegang perusahaan. “Kami bersyukur Sucor Sekuritas dapat hadir di Aceh Utara melalui program CSR Ramadan ini. Di tengah pertumbuhan bisnis cukup baik beberapa tahun terakhir, kita melihat berbagai tantangan ekonomi global, dan bencana di beberapa daerah, termasuk banjir Aceh,” tegasnya.
Karena itu, perusahaan berbagi, mengajak para investor, dan trader Indonesia untuk tidak hanya melihat pertumbuhan dari sisi investasi, tetapi juga tetap peduli terhadap kondisi sosial sekitar. ”Semoga kegiatan ini dapat membantu masyarakat terdampak, dan mengingatkan kita semua untuk tetap rendah hati, dan saling berbagi,” tukas Bernadus Wijaya.
Baca juga: KISI Challenge Sukses, Nasabah Bawa Pulang BYD Denza D9 dan Hermès Birkin 25
Ia juga menambahkan di tengah ketidakpastian global dipicu konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, penurunan outlook Indonesia oleh beberapa lembaga internasional, pembekuan penambahan konstituen baru oleh MSCI dan FTSE, investor diharap tetap menyikapi kondisi pasar secara rasional, dan tidak panik.
Menurut Bernadus, ruang penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini diperkirakan makin terbatas dengan area support di kisaran 7.239 hingga 7.000. Oleh karena itu, kondisi koreksi terjadi dapat menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham dengan fundamental kuat.
Optimisme itu, juga didukung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump konflik diperkirakan tidak berlangsung lama, berbagai langkah reformasi Bursa Efek Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memenuhi standar MSCI. Di sisi lain, fundamental makroekonomi Indonesia tetap solid juga menjadi faktor pendukung bagi prospek pasar modal Indonesia ke depan.
Baca juga: Sepanjang 2026, BTN Bidik Wealth Management Tumbuh 15 Persen
Kegiatan itu, disambut sangat baik pihak sekolah selama beberapa minggu terakhir harus menjalankan proses belajar mengajar dengan keterbatasan fasilitas. Beberapa guru seperti Nurlina, (Guru Bahasa Indonesia), Jufriyadi (Guru Teknik Pengelasan sekaligus Humas), dan Mardani (Wakil Kurikulum dan Guru Teknik Pengelasan) menyampaikan banjir menyebabkan banyak fasilitas sekolah rusak.
Mulai meja, kursi, buku pelajaran, hingga berbagai peralatan praktik seperti komputer, dan mesin untuk kegiatan pembelajaran. Saat ini, proses belajar mengajar masih berjalan dengan keterbatasan fasilitas. “Harapan kami pasca-banjir yang utama kegiatan belajar mengajar bisa kembali normal. Meja, kursi, buku, peralatan praktik seperti mesin las, dan komputer banyak terdampak banjir. Saat ini, kami masih belajar di lantai karena kursi, dan meja belum tersedia,” papar Nurlina.
Sementara itu, para siswa juga berharap sekolah mereka dapat segera pulih sehingga kegiatan belajar dapat berjalan kembali seperti sebelumnya. Mereka berharap adanya bantuan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, terutama komputer, alat praktik, dan perlengkapan belajar agar dapat mengikuti proses belajar, dan ujian dengan lebih baik.
Baca juga: Buyback, BNI Sediakan Rp905,48 Miliar
“Kami berharap sekolah ini bisa kembali membaik. Semoga ada bantuan mesin jahit, alat- alat praktik, serta kursi dan meja agar kami bisa belajar lebih fokus seperti dulu,” aku Mutia Mutia Aprilia Syifa, siswa kelas XI.
Melalui kegiatan CSR itu, Sucor Sekuritas berharap dapat memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus membantu para siswa agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Dengan semangat “Menguatkan Hari Ini, Menumbuhkan Hari Esok”, Sucor Sekuritas berharap langkah kecil itu dapat membantu para siswa untuk terus belajar, dan membangun masa depan lebih baik. (abg)



























