• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Trump Tuai Badai Karma

abu by abu
9 April 2023 05:27
Trump Panen Karma

Donald Trump muda kala mati-matian membeli korban perkosaan di Central Park. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – ”KARMA”, katanya. Maka lanjutan serial Safari Ramadan pun kalah dengan artikel ini. Ia tidak akan lupa Donald Trump. Peristiwanya sendiri sudah berlalu hampir 35 tahun. Waktu itu Trump sudah jadi konglomerat real estate di New York. Ia sudah punya Trump Tower, gedung 58 lantai di Fifth Avenue yang iconic. Dari lantai atas gedung itu, Trump bisa melihat keindahan taman luas Central Park nan hijau. Anda sudah tahu: itulah taman hutan terluas di Manhattan. 

Di tengah taman itu terjadi pemerkosaan. Korbannya gadis 28 tahun. Kulit putih. Namanya Trisha Meili. Kulit putih perlu disebut karena Meili terasosiasi dengan gadis cantik Tionghoa. Kulit putih juga perlu disebut karena opini sudah terbentuk: kalau korbannya kulit putih asosiasi langsung menuju ke kulit hitam sebagai pelakunya. Sejumlah remaja kulit hitam pun ditangkap. Mereka dari kampung dekat taman. Sepuluh hari kemudian Donald Trump pasang iklan satu halaman penuh. 

Di empat koran New York. Isinya: Hukum mati! Kembalikan kekuasaan polisi! Trump mengeluarkan uang lebih Rp25 miliar untuk biaya iklan itu (USD186 ribu). Trump begitu simpati kepada Meili. Gadis itu tidak hanya diperkosa. Dia juga dipukuli sampai kepalanya retak. Dia juga diseret ratusan meter. Sampai punggungnya penuh luka kena rerumputan dan bebatuan. Dan dia juga dirampok. Sempurna sekali kejahatan terhadap Meili. Dia ditemukan koma: sudah pukul 01.00 dini hari. 

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: 100 Tahun Trump

Dan Meili tetap koma sampai iklan itu terbit. Begitu berat penganiayaan terhadap gadis Meili. Ditemukanlah rambut kemaluan laki-laki, sidik jari, dan sisa sperma dalam vagina Meili. Itu bukti kuat untuk membawa perkara ini ke pengadilan. Malam itu, pukul 20.30, Meili jogging di Central Park. Di taman itu, banyak orang berolah raga. Jalan kaki, jogging, bersepeda. Akhir April, bulan sangat nyaman di New York. Udara sejuk. Sudah tidak dingin tapi belum panas. 

Pukul 20.00 juga belum terasa terlalu gelap. Daun-daun di Central Park sudah hijau sempurna. Bunga-bunga berkembang lagi endel-endel-nya. Musim semi sudah membuahkan hasil kesempurnaannya. Meili jogging di dalamnya. Malam itu segerombolan remaja juga berlarian di Central Park. Sekitar 20 remaja. Semuanya kulit hitam –kecuali satu keturunan Spanyol. Mereka dari kampung tidak jauh dari Central Park. Seorang pesepeda dipukul. Terjengkang. 

Makanannya diambil. Minumannya dirampas: bir. Mereka tertawa-tawa. Usia mereka 14-15 tahun. Pesepeda itu lari, dan kemudian melapor ke polisi. Ketika polisi tiba. Gerombolan remaja itu sudah tidak ada di Central Park. Polisi terus menyisir taman seluas: 3,5 kilometer persegi (km2). Di dalam Central Park polisi justru menemukan Meili tergeletak. Terkulai. Pingsan. Sampai tiga hari kemudian belum tahu kalau yang pingsan itu bernama Meili.

Baca juga: Trump Menyerah

Peristiwa itu sangat menarik perhatian: Central Park, gadis 28 tahun diperkosa, segerombolan remaja kulit hitam, pingsan belum siuman setelah 10 hari, luka-luka di sekujur badan, kepala retak. Media mem-blow up habis-habisan. Karena melibatkan anak di bawah umur dan pemerkosaan, media membuat istilah sendiri untuk peristiwa itu: Kegilaan Central Park Lima. Polisi lantas melakukan serangkaian penangkapan. Sekitar 20 remaja diciduk. 

Akhirnya ditetapkan: lima anak sebagai pelaku Kegilaan Central Park Lima. Satu di antara lima itu mengaku berumur 16 tahun. Namanya Yusef Salaam. Dengan pengakuan itu Salaam dianggap sudah dewasa. Iapun ditahan di rumah tahanan umum. Sedang lainnya ditahan di tempat pendidikan anak. Salaam ternyata berumur 15 tahun juga. Mungkin awalnya ia kurang peduli dengan umur. Tapi itu sangat merugikan dirinya. ”Salaam pernah berbohong”. 

Ini menjadi salah satu kelemahannya dalam proses sidang berikutnya. Peristiwa ini tidak hanya dramatis, tapi juga sensitif. Teknologi juga belum begitu maju. Terutama teknologi DNA. Masalah ras, masalah agama, masalah keamanan, dan kesenjangan campur jadi satu. Seorang pendeta gereja ortodok Abisinia membuat pernyataan: setiap kali ada gadis kulit putih yang diperkosa pikiran orang langsung pada pelakunya pasti anak muda kulit hitam. Itulah Amerika.

Baca juga: Trump Tamat

Pengadilan membuat langkah ke arah objektif. Dewan juri untuk perkara ini disusun berdasar keseimbangan ras: 4 kulit putih, 4 kulit hitam, 2 keturunan Spanyol, dan 1 orang keturunan Asia. Penentuan hakim juga tidak biasa. Di New York penentuan hakim dibuat sangat adil. Tidak ada istilah ”perkara A diadili hakim A”. Di sana ”hakim siapa menangani perkara apa” ditentukan lewat undian. Bisa jadi hasil undian itu tidak memuaskan publik: misalnya jatuh ke hakim kulit hitam. 

Atau hakim kulit putih. Maka khusus untuk perkara Central Park Lima ini hakim langsung ditunjuk yang reputasinya sudah diakui oleh publik. Jaksa membacakan dakwaan. Saksi dihadirkan. Bukti disajikan. Termasuk hasil tes DNA. Dewan yuri memutuskan lima remaja itu bersalah. Tapi ada yang dinyatakan tidak ikut memerkosa. Hukuman pada mereka antara 5 sampai 7 tahun. Satu orang sampai 12 tahun. Juri tahu para remaja itu belum pernah perlakukan tindak kriminal apa pun. 

Mereka juga dari kalangan yang secara ekonomi tidak miskin. Mereka mampu membayar uang jaminan sampai USD25 ribu. Tapi juri percaya pada hasil pemeriksaan DNA. Termasuk soal rambut tadi. Memang di pemeriksaan polisi pertama mereka juga mengaku melakukan perbuatan itu. Pengakuan tersebut lantas diformalkan dalam rekaman. Rekaman itu diperdengarkan ke juri. Ketika pemeriksaan itu, Salaam, karena sudah 16 tahun, tidak didampingi orang tua.

Baca juga: Asa Jaga Dara 

Saat pemeriksaan Salaam didampingi pengacara. Kepada pengacara itu, Salaam mengaku tidak bersalah. Teman-temannya yakin ia tidak bersalah. Mereka hanya merasa mengganggu Meili tapi tidak sejauh yang dituduhkan. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Meili malam itu. Akhirnya, satu minggu setelah ditangani pengacara, mereka menarik pengakuan. Mereka merasa terintimidasi polisi. Di pengadilan mereka konsisten mengaku tidak bersalah. 

Sampai ketika hukuman dijatuhkan. Saat hukuman itu dijatuhkan, Salaam membacakan pernyataan dengan gaya membaca puisi. Lantang. Penuh keyakinan. Semua media memuatnya, termasuk sebagai sumber tulisan ini: “Saya anggap hukuman ini sebagai tes. Dari Allah, Tuhan kami. Semua yang saya, dan teman-teman katakan adalah kebenaran. Saya tidak pernah merusak ajaran agama saya dengan berbohong”. Terhukum lainnya juga membuat pernyataan senada: 

kelak kebenaran akhirnya akan muncul. Lalai mereka menjalani hukuman. Salah seorang dari mereka bertemu narapidana lain yang tidak ada hubungannya dengan Central Park Lima. Namanya: Matias Reyes. Reyes iba, dan terketuk hatinya. Ia mengaku bersalah. Telah memerkosa beberapa gadis, dan merampoknya. Ia pantas dihukum. Tapi remaja yang ini tidak. Apalagi mereka sampai sudah menjalani hukuman lima tahun. Belum juga menemukan kebenaran.

Baca juga: Matinya Sang Jagoan

Mereka sudah berusaha naik banding. Tapi selalu kalah. Akhirnya Reyes mendatangi petugas. Ia mengaku sebagai pemerkosa gadis lagi jogging di Central Park itu. Polisi tidak percaya begitu saja. Pemeriksaan ulang dilakukan. Penelitian terhadap rambut, dan sperma diulangi. Dengan teknologi baru. Selama enam tahun terakhir kemajuan bidang teknologi DNA sudah sangat jauh. Zaman itu, Amerika belum punya bank DNA. Tapi enam tahun setelah Meili diperkosa, riset DNA sudah sangat maju.

Hasil pemeriksaan terbaru menyatakan positif. Benar. Sperma dan rambut itu milik Reyes. Bukan milik salah satu dari lima sekawan. Salaam dibebaskan. Empat remaja lainnya dibebaskan. Yakni setelah berada di penjara lebih 5 tahun. Lima orang itu pun, sudah bukan lagi remaja, menggugat Pemda New York. Di Amerika polisi berada di bawah Pemda. Mereka minta ganti rugi, total USD50 juta. Di masa wali kota Bloomberg, ganti rugi seret. Calon wali kota, Bill de Blasio menjadikan bahan kampanye. 

De Blasio terpilih. Wali kota baru itu, memenuhi permintaan Salaam dkk. Nilainya USD41,3 juta. Masing-masing menerima lebih USD7 juta. Sekitar Rp100 miliar. Mereka kini berumur sekitar 48 tahun. Tiga orang dari mereka kini bergabung dalam satu kantor pengacara. Satu lagi jadi operator alat berat. Sedang Salaam jadi motivator, pengacara, dan pegiat masyarakat. Belakangan Salaam dapat penghargaan tinggi dari Presiden Barack Obama. 

Baca juga: Tarian Mahfud MD

Itu karena Salaam membawa pembaharuan dalam pemeriksaan polisi. Salaam bergabung dalam satu gerakan yang memperjuangkan ini: agar pemeriksaan di polisi harus direkam. Sejak awal sampai akhir. Perjuangan itu berhasil. Sekarang pemeriksaan polisi harus direkam. Bahkan pakai video. Salaam juga memperjuangkan satu mata anggaran untuk polisi: pelatihan untuk menghindari kesalahan dalam melakukan identifikasi barang bukti.

Gadis jogging itu sendiri, Trisha Meili, siuman setelah 12 hari. Tapi belum bisa berkata, dan bergerak. Dia harus menjalani rehabilitasi selama 6 bulan. Sebelum peristiwa itu, Meili bekerja di investment banking. Kini dia bekerja di bagian rehabilitasi pasien trauma di Mount Sinai Hospital. Meili masih punya sedikit masalah dengan pengembalian ingatan. Tapi buku yang dia tulis laris sekali: Sayalah Si Gadis Jogging Itu. Meili sudah kembali jogging. Kini ditambah yoga.

Baca juga: Peneliti Nabi

Sedang Reyes sendiri akhirnya dihukum 33 tahun penjara. Berarti kini sudah bebas. Atau menjelang bebas. Begitu abadi kisah Central Park Lima ini. Saya juga sangat terpengaruh olehnya. Saya hampir selalu jalan-jalan ke Central Park setiap ke New York setelah itu. Sering pula jadi tour guide amatiran untuk teman-teman manajer saya. Saat itu.

Orang juga masih ingat iklan atraktif yang dipasang Donald Trump. Apalagi orang seperti Salaam. Yang diminta Trump harus dihukum mati. Para ahli media sepakat pengaruh iklan itu begitu kuat di opini masyarakat New York saat itu. Bakat Trump sebagai provokator ternyata sudah terlihat sejak saat itu. “Karma,” ujar Salaam. (Dahlan Iskan)

 

Tags: ASCentral ParkDonald TrumpJoggingMeilipengadilanSalaamTaman Hijau

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara

KPK Eksekusi Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara ke Lapas Kelas I Tangerang

23 September 2021 16:27
Layar Lega, Simak Ini Spesifikasi iPhone 16 Pro/Max

Layar Lega, Simak Ini Spesifikasi iPhone 16 Pro/Max

12 September 2024 22:12
Siklon Tropis Billy Jauhi Wilayah Indonesia

Siklon Tropis Billy Jauhi Wilayah Indonesia

16 Maret 2022 04:30
Jumpa pers peluncuran aplikasi VEGA dari sinarmas MSIG life.

Manjakan Nasabah, Sinarmas MSIG Luncurkan Platform Versatile Electronic Global Assistant

15 Februari 2022 11:18
Modernland Realty

Modernland Realty Restrukturisasi Obligasi Global USD390 juta

16 Juli 2021 10:27
Petugas polisi Ukraina memeriksa sisa-sisa rudal yang jatuh di jalan, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Kiev, Ukraina, 24 Februari 2022.

Rusia Luncurkan Rudal dan Artileri di Kota-Kota Ukraina

26 Februari 2022 15:24
rupiah

Rupiah Melemah Terseret Ketegangan Geopolitik di Ukraina

2 Maret 2022 17:31
Dongkrak Transaksi Digital Banking, Ini Keunggulan BTN JAKIM 

Dongkrak Transaksi Digital Banking, Ini Keunggulan BTN JAKIM 

16 April 2025 16:27
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (dok.antara)

Jane Shalimar Meninggal, AHY : Dia Orang Baik

4 Juli 2021 13:51
Lisa Blackpink

Lisa BLACKPINK Pecahkan Dua Rekor Dunia Lewat Debut Solo

9 Oktober 2021 16:44

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu