• Redaksi
Minggu, Januari 18, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Respons Ketidakpastian Global, Ini Tindakan Pefindo & S&P Ratings

abu by abu
7 Mei 2025 21:27
Respons Ketidakpastian Global, Ini Tindakan Pefindo & S&P Ratings

(Ki-ka) Irmawati Direktur Utama Pefindo, Suahasil Nazara Wakil Menteri Keuangan, dan Ritesh Maheshwari Managing Director, Head of Southeast Asia and Asia-Pacific Head of Market Outreach S&P Global Ratings berfoto bersama di sela-sela acara. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan S&P Global Ratings menggeber seminar Annual Indonesia Credit Spotlight yang edisi ketiga di Hotel Pullman Jakarta. Mengusung tema “Menyeimbangkan Tantangan Jangka Pendek dengan Tujuan Kebijakan Jangka Panjang” seminar menghadirkan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Managing Director Finance Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Arief Budiman.

Kemudian, Economist dan Sovereign Analyst S&P Global Rating. Acara diawali dengan sambutan Irmawati Amran, Direktur Utama Pefindo. Arief Budiman menyampaikan visi, strategi, dan target-target Danantara. ”Lingkungan eksternal Indonesia lebih menantang. Tarif Amerika Serikat (AS) akan memukul ekonomi seperti Indonesia tetapi tidak sepenuhnya menekan perekonomian,” tegas Louis Kuijs, Chief Economist S&P Global Ratings, dalam sesi Denyut Ekonomi dan Peringkat Sovereign Indonesia rezim Prabowo-Gibran.

Dampak langsung tarif AS dikombinasi dampak tidak langsung Tiongkok perlu diwaspadai. Namun, ekonomi dengan orientasi permintaan domestik seperti Indonesia akan kurang terpengaruh. PDB Indonesia diramal tahun ini tumbuh 4,6 persen, dan edisi 2026 sekitar 4,7 persen. Inflasi bukan masalah, dan pertumbuhan ekonomi menjadi fokus ke depan. Bank Indonesia (BI) diprediksi memangkas suku bunga 100 basis points tahun ini. 

Baca Juga

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-

Baca juga: Sudahi 2024, Pefindo Catat Penerbitan Surat Utang Korporasi Rp149,7 Triliun

Namun, koreksi mata uang bisa menjadi alasan BI memangkas lebih sedikit. Prospek pertumbuhan jangka menengah Indonesia tetap solid. ”Kami memperkirakan tren pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,6 persen dalam lima tahun mendatang. Meski tingkat pertumbuhan itu, berada di kisaran menengah dibanding ekonomi negara berkembang Asia. Namun, pertumbuhan itu termasuk kuat dalam konteks global,” ulasnya.

Sementara itu, Direktur Sovereign Ratings S&P Global Ratings Andrew Wood menyoal peringkat sovereign credit Indonesia. Menurut Wood, Indonesia memasuki lingkungan ekonomi global bergejolak dengan sikap fiskal konservatif, dan tingkat utang pemerintah moderat. Perekonomian relatif berorientasi domestik akan menjadi pelindung terhadap perlambatan perdagangan global, tetapi harga komoditas lebih rendah dapat terus menjadi penghambat pendapatan fiskal selama beberapa kuartal mendatang. 

”Kami memperkirakan Indonesia akan tetap berkomitmen pada defisit fiskal di bawah batas 3 persen dari PDB, meski ada beberapa tekanan ke atas saat ini dari pelemahan pendapatan negara pada paruh pertama 2025. Kami tidak memperkirakan peluncuran Danantara sebagai sovereign wealth fund akan berdampak langsung pada posisi fiskal Indonesia atau peringkat kredit negaranya,” ulas Wood.

Baca juga: Jadi Penyedia Reviu Eksternal Green Bond, Ini Ekspektasi Pefindo

Managing Director Corporate Ratings S&P Global Ratings Xavier Jean menjelaskan mengenai pendirian Danantara dan dampaknya. Jean menyebut tata kelola dan implementasi akan menentukan apakah Danantara memiliki dampak kredit pada BUMN besar Indonesia. Peran dan tanggung jawab badan tata kelola, kualitas, transparansi mekanisme tata kelola, dan keterbukaan informasi mengenai aktivitas investasi Danantara akan menjadi titik fokus untuk analisis kredit.

“Sifat interaksi antara Pemerintah, Danantara, Kementerian, dan para BUMN kemungkinan memengaruhi kemampuan, dan kemauan pemerintah untuk memberi dukungan finansial kepada sektor BUMN. Banyaknya pemangku kepentingan dari sisi publik dan swasta dapat memfasilitasi koordinasi dalam sektor milik negara Indonesia, dan memperkuat tata kelola manajemen secara keseluruhan, atau sebaliknya menyebabkan pengambilan keputusan lebih lambat jika berbagai lembaga memiliki tujuan saling bertentangan,” ucapnya. 

Di sisi lain, Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 2 Pefondo Yogie Perdana, menyebut dalam jangka pendek, tidak ada implikasi pemeringkatan langsung. Itu mengingat terbatasnya informasi mengenai strategi, dan kebijakan Danantara terhadap BUMN. ”Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, pemahaman lebih jelas tentang pengaruh Danantara terhadap kebijakan keuangan, dividen BUMN, dan tujuan bisnis BUMN dapat memengaruhi pemeringkatan masing-masing entitas,” tukas Yogie.

Baca juga: Pefindo Pertahankan Prospek TBS Energi Negatif 

Selanjutnya, Direktur Financial Institutions Ratings S&P Global Ratings Ivan Tan mengemukakan bank-bank Indonesia memasuki periode tantangan ekonomi makro, dan ketidakpastian tarif dari posisi kuat. ”Bermodal kuat, kami bank-bank akan mempertahankan rasio modal tier-1 sebesar 22-25 persen selama satu hingga dua tahun ke depan. Kami prediksi profitabilitas, diukur dengan return on asset, akan berada di kisaran 2,2-2,5 persen. Sistem perbankan berada di peringkat paling menguntungkan dengan margin keuntungan cukup besar,” beber Ivan.

Berikutnya, Kepala Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pepindo, Danan Dito menyampaikan kondisi sektor perbankan, dan perusahaan pembiayaan cukup solid. Meski begitu, ada tekanan dari risiko pertumbuhan bisnis karena eskalasi ketidakpastian, dan volatilitas.“Kami terus memonitor dampak eskalasi perang dagang, karena pelemahan demand signifikan dapat juga melemahkan kualitas aset sektor finansial, dan dapat menyebar ke indikator-indikator lain,” tukas Dito.  

Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 1 Pefindo Martin Pandiangan, mengaku pada tingkat korporasi, Pefindo mengantisipasi kualitas kredit akan bervariasi, dan diharap tetap stabil meski ada hambatan kuat. Seminar itu, kegiatan rutin tahunan hasil kolaborasi S&P Global Ratings dan Pefindo. Sejak 2023, S&P Global Rating menjadi pemegang saham Pefindo. (abg)

Tags: ASKolaborasiPefindoPerang TarifS&P RatingsSeminarTantangan EkonomiTiongkok

Berita Terkait

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun
Ekonomi

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

2026/01/11
Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar
Ekonomi

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

2026/01/11
Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)
Ekonomi

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

2026/01/11
Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-
Ekonomi

Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-

2026/01/11
Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar
Ekonomi

Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar

2026/01/11
Perkuat Formasi, BTN Tambah Komisaris Baru
Ekonomi

Perkuat Formasi, BTN Tambah Komisaris Baru

2026/01/07

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Penting, ini Safety Riding Buat Wanita saat Berkendara Sepeda Motor

Penting, ini Safety Riding Buat Wanita saat Berkendara Sepeda Motor

15 Juni 2021 20:58
Industri Film Bergairah, Cinema XXI Catat Laba Rp729 Miliar

Industri Film Bergairah, Cinema XXI Catat Laba Rp729 Miliar

2 Maret 2025 08:27
Dian Swastatika

Untung Selisih Kurs 2.069 Persen, Laba DSSA Sisa USD426 Juta 

23 April 2024 12:27
PPKM

PPKM Diperpanjang Hingga 23 Agustus

16 Agustus 2021 21:20
MMI

Garuda Indonesia Nunggak Rp26,55 Miliar, Anak Usaha Bank Mandiri Ngenes

27 Oktober 2021 19:27
Telkom

Pengalihan 4.000 Menara Mendapat Sorotan, Telkom Berdalih Begini

23 September 2021 09:15
petugas dishub

Atur Arus Balik, Petugas Dishub Kota Bekasi Dikeroyok Pengguna Jalan

19 Mei 2021 18:16
Haryanto Bos AKRA

Presdir AKRA Borong 4,48 Juta Saham AKR Corporindo Rp4,58 Miliar

3 Juni 2022 11:15
AGRO

Ngebet Rights Issue, Segeni Kinerja Kuartal III-2021 BRI Agroniaga 

21 November 2021 16:27
Dirut Bank Mandiri

Lepas 120 Ribu Saham BMRI, Dirut Bank Mandiri Raup Dana Rp699 Juta

12 Agustus 2021 09:57

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu