• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Menyulam Nasib

abu by abu
5 Desember 2022 05:27
Menyulam Nasib

Presiden Jokowi menyulam nasib untuk menyelamatkan investasi Rp3 Triliun. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – UANG besar sudah telanjur ditanam: Rp3 triliun. Di Kijing. Di pertengahan antara Pontianak-Singkawang. Pelabuhan baru itu sudah jadi. Di pantai barat Kalbar. Menghadap ke Laut Tiongkok Selatan. Ke mana pun dekat: Singapura, Bangkok, Ho Chi Minh, pun ke Hong Kong, dan sekitarnya. Lalu, kapan pelabuhan itu mulai dipergunakan? Agar investasi besar itu segera menghasilkan pertumbuhan ekonomi?

“Kami sudah mengusulkan agar jalan dari Pontianak ke Kijing dilebarkan,” ujar Arif Suhartono, direktur utama Pelindo Holding. Kini jalan itu sempit. Terutama untuk angkutan kontainer. Kalau begitu, boleh dikata investasi pelabuhan Kijing akan memaksa Kalbar punya jalan lebar. Tanpa pelabuhan itu, proyek pelebaran jalan bisa saja dianggap kurang penting. Nah, kini ada investasi Rp3 triliun harus diselamatkan. Tidak boleh mubazir. 

Mau tidak mau jalan harus dilebarkan. Syukur-syukur kelak bisa sampai Singkawang. Membangun pelabuhan di Kijing satu keberanian luar biasa. Harus diakui. Presiden Jokowi sangat pemberani di bidang ini. Namun, investasi Rp3 triliun itu bisa dikritik sebagai pemborosan. Satu-satunya jalan: segeralah digunakan. Tentu mengoperasikan pelabuhan Kijing tidak akan sukses kalau pelabuhan lama masih dipakai. Yang di kota Pontianak itu. 

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Tiada Musuh Abadi

Yang di pinggir sungai itu. Yang dalamnya hanya 4-6 meter itu. Yang dua tahun sekali harus dilakukan pengerukan mahal. Biaya pengerukan Kapuas bisa sampai Rp60 miliar. Lalu dangkal lagi. Keruk lagi. Rp60 miliar lagi. Dangkal lagi. Terus menerus. Itulah problem pelabuhan sungai. Pun di Banjarmasin (Sungai Barito), dan Samarinda (Sungai Mahakam). Baru pemerintahan Jokowi berani melangkah ke Kijing. Meninggalkan pelabuhan sungai. 

Studi Kijing sudah sangat lama. Tapi baru sekarang direalisasikan. Kalau Kijing harus dioperasikan sekarang, pelabuhan sungai harus ditutup sekarang. Ini juga bisa dikritik sebagai pemborosan. Pelabuhan lama ini masih memadai. Untuk ukuran Pontianak. Betul pelabuhan lama itu masih memadai. Tapi tidak bisa lagi dipakai sebagai penggerak ekonomi Kalbar. Fungsinya hanya sebatas melayani pertumbuhan alami. 

Tidak bisa menjadi  mendorong pertumbuhan baru lebih cepat. Maka ayam dan telur terjadi di sana. Pelabuhan baru belum bisa dioperasikan kalau jalan dari Pontianak belum dilebarkan. Pelabuhan lama belum bisa ditutup kalau pelabuhan baru belum dioperasikan. Dua-duanya tergantung satu faktor: pelebaran jalan. Panjang jalan harus dilebarkan itu 90 km. Dari Pontianak ke Kijing. Melewati Jungkat, Sungai Pinyuh, dan Mempawah.

Baca juga: Perang Terbuka

Pantai Kijing dipilih karena ada pulau kecil di kejauhan sana: sekitar 4 km dari pantai. Pulau itu bisa berfungsi sebagai break water. Yakni penghalang gelombang dari laut lepas. Jadi, ombak besar tidak menghantam pelabuhan baru. Pelindo telah membebaskan 200 hektare tanah di pantai kosong Kijing. Dermaganya tidak bisa dibangun di pantai. Pantainya landai. Maka harus dibangun jembatan menuju tengah laut.

Panjang jembatan itu sekitar 3,5 km. Di ujung jembatan itu dermaga pelabuhan Kijing dibangun. Di laut dalam. Agar dermaga itu memiliki kedalaman 14 meter. Tanpa pendangkalan. Kapal-kapal besar bisa sandar di Kijing. Bandingkan dengan pelabuhan sungai. Yang dalamnya hanya 4-6 meter. Hanya kapal kecil bisa datang ke Pontianak. Akibatnya, harga angkutan lebih mahal: per kilogramnya. Investasi Rp3 triliun itu harus diselamatkan. 

Tentu tidak visible kalau hanya untuk menampung aktivitas pindahan dari pelabuhan lama. Ibarat supermarket diisi barang mracangan. Harus diciptakan: apalagi yang bisa diangkut dengan kapal besar. Agar pelabuhan Kijing ekonomis. Hanya ada dua bisa dipilih di Kalbar: sawit, dan bauksit. Soal sawit rasanya tidak perlu terlalu dipikirkan. Kalau sawit di Kalbar sudah sangat besar ia akan otomatis perlu pelabuhan itu.

Baca juga: Alvin Kuya

Bagaimana dengan bauksit? Hasil tambang bauksit bisa diolah untuk alumina. Alumina bisa diolah menjadi aluminium. Kalbar, penghasil bauksit terbesar Indonesia. Seperti halnya nikel di Sulawesi Tenggara/Tengah, dan Halmahera. Presiden Jokowi pasti berpikir ke sana. Tinggal kapan memulai. Terutama apakah cukup masa jabatannya. Kecuali, seperti diusulkan tokoh DPR Effendi Simbolon dari PDI-Perjuangan, masa jabatan itu ditambah 3 tahun lagi.

Alangkah idealnya kalau hilirisasi bauksit dilakukan di Kalbar. Seperti juga sukses hilirisasi nikel di Morowali. Sebenarnya agak aneh kita punya pabrik aluminium di Kuala Tanjung, Sumut. Provinsi itu sama sekali tidak punya bauksit. Bahan baku untuk Sumut itu diimpor dari Australia. Sedang Kalbar punya bahan baku melimpah. Justru tidak punya industrinya. Kebalikan dengan  Sumut yang punya industrinya tanpa punya bahan baku.

Baca juga: Korban Gempa Cianjur

Itu karena di Kuala Tanjung tersedia sumber listrik murah: dari PLTA Asahan. Dengan cara memanfaatkan limpahan air dari Danau Toba. Jepang membangun PLTA itu. Khusus agar Jepang bisa membangun pabrik aluminium di Kuala Tanjung. Bahan baku bisa diimpor. Masalahnya, Kalbar tidak punya sumber listrik murah seperti itu. Berarti jalan buntu. Kecuali pemerintah berani memutuskan ini: membangun pembangkit tenaga nuklir di pulau kecil di tengah laut itu.

Luas pulau itu lebih 200 ha. Jauh dari daratan. Apalagi dengan teknologi nuklir masa kini. Kalau itu terwujud, kita harus ingat: lokomotif pendorongnya investasi Rp3 triliun di pelabuhan Kijing. Bisa jadi saat ini dianggap pemborosan itu ternyata lokomotif besar masa depan. Gara-gara pelabuhan itu, jalan dilebarkan. Industri sawit dibangun. Hilirisasi bauksit terwujud. Listrik nuklir jadi kenyataan. Kalbar tidak hanya berstatus provinsi penerima nasib. Ia bisa merencanakan nasib. Kalau sempat. (Dahlan Iskan)

Tags: diswayinvestasiJumboKalbarKijingMenyulam NasibMerencanakanPelabuhanRp3 Triliun

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

PP Properti

Bayar Utang, Induk Usaha Pinjami PP Properti Rp800 Miliar

3 Januari 2023 15:27
Grup musik Krakatau di International Jatiluhur Jazz Festival 2019, Purwakarta, Jawa Barat,

Dwiki Dharmawan Jalani Lebaran Virtual

12 Mei 2021 08:20
Pegiat media sosial Ade Armando (tengah) dievakuasi petugas kepolisian seusai dipukuli demonstran pada aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen di Jakarta, Senin (11/4/2022). (indoposnews/ antara foto )

Polisi Tegaskan Abdul Manaf Tidak Terlibat Pengeroyokan Ade Armando

13 April 2022 22:00
LPS Gelar Kompetisi Video Kreatif

LPS Gelar Kompetisi Video Kreatif

13 Agustus 2022 17:52
Ganti Dirut, BNI Gelontorkan Dividen Rp13,95 Triliun

Ganti Dirut, BNI Gelontorkan Dividen Rp13,95 Triliun

26 Maret 2025 19:27 - Updated on 27 Maret 2025 13:20
Aksi memperingati Hari Perempuan Internasional (Women's Day) di depan gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Peringati Hari Perempuan Internasional, Massa Partai Buruh Gelar Aksi

8 Maret 2022 12:52
Tiesto dan Ava Max

Tiesto dan Ava Max Berkolaborasi Nyanyikan Lagu The Motto

5 November 2021 18:00
Dj Chantal Dewi . Foto / instagram

Tertangkap Pesta Sabu, Simak! Ini Profil DJ Chantal Dewi

17 Maret 2022 17:00 - Updated on 18 Maret 2022 00:21
Bank BCA

Bank BCA Sabet Empat Penghargaan dari Kemenkeu

20 Desember 2021 08:07
Indika Energy

Anjlok 73 Persen, Laba Indika Tersisa USD119 Juta

3 April 2024 17:20

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu