• Redaksi
Minggu, Januari 25, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Akuisisi BVIS Beres, BTN Sulap BTN Syariah Jadi Nomor Dua Nasional

abu by abu
5 Juni 2025 17:27
Akuisisi BVIS Beres, BTN Sulap BTN Syariah Jadi Nomor Dua Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – Bank Tabungan Negara (BBTN) resmi meneken akta jual beli, dan pengambilalihan saham Bank Victoria Syariah (BVIS). Itu sebagai bagian dari proses pemisahan (spin-off) BTN Syariah selaku unit usaha syariah (UUS) milik BTN menjadi Bank Umum Syariah (BUS). BTN berharap aksi korporasi itu, dapat mendukung pencapaian visi BTN untuk menjadikan BTN Syariah sebagai bank syariah nomor dua terbesar Indonesia.

Transaksi itu, dilakukan BTN bersama para pemegang saham BVIS, yaitu Victoria Investama, dan Bank Victoria International di Menara BTN 1 Jakarta, pada Kamis, 5 Juni 2025. Aksi korporasi itu, bagian inisiatif strategis melakukan spin-off BTN Syariah menjadi BUS sehingga memenuhi peraturan regulator, dan perundang-undangan negara.

“Proses spin-off BTN Syariah direncanakan dapat berlangsung sekitar Oktober-November 2025. Setelah spin-off, diharapkan BTN Syariah digabungkan dengan BVIS akan menjadi lebih besar. Kami sudah berjanji kepada Menteri BUMN (Erick Thohir) bank syariah baru ini ditarget menjadi bank syariah terbesar kedua dalam kurun waktu tidak lama, dengan bisnis efisien, inklusif, dan berbasis nilai-nilai syariah,” tutur Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN.

Baca Juga

Masuk Top 10 Bank, BSN Berkomitmen Kepuasan Nasabah

Lepas Jutaan Saham Asuransi Digital, Dapen Bank Jateng Dulang Rp5,93 Miliar

Pemerintah Cabut Izin, Ini Penjelasan Grup Astra

Geber Buyback, Grup Bakrie Bakar Duit Rp590 Miliar

Baca juga: Bidik Industri Fesyen, BTN IFW 2025 Sukses Besar  

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Victoria Investama Aldo Jusuf Tjahaja mengaku optimistis BVIS di bawah naungan BTN akan menjadi lembaga keuangan syariah bertumbuh, dan lebih kompetitif di masa mendatang. Langkah strategis ini, kata Aldo, akan membuka peluang besar bagi para pemain lainnya untuk memperkuat ekosistem perbankan syariah Indonesia.

“Harapan kami BVIS akan menjadi salah satu institusi pemain kuat di perbankan syariah Indonesia. Semoga kolaborasi ini dapat menjadi kemitraan strategis bersama dan mampu mendukung ekonomi masyarakat dan khususnya ekonomi nasional melalui sektor jasa keuangan syariah,” ucap Aldo.

Nixon mengatakan BTN melakukan penandatanganan dokumen akuisisi tersebut pada 5 Juni 2025 setelah menerima surat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon perusahaan pengendali. Baru-baru ini, BTN juga telah meraih persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan spin-off terhadap BTN Syariah. “Kami secara resmi sudah mendapatkan izin-izin yang dibutuhkan, karena itulah kami segera menandatangani Akta Jual Beli ini, dengan nilainya kurang lebih Rp1,5 triliun atau sekitar 1,4 hingga 1,5 kali buku BVIS,” ujar Nixon.

Baca juga: Sediakan Pembiayaan Inovatif, BTN Syariah Gandeng IsDB

Nixon mengungkapkan, BUS gabungan BTN Syariah dan BVIS nanti akan memiliki nama baru yang ditentukan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan usulan BTN, Menteri BUMN, dan diharap bank baru diresmikan, dan beroperasi setidaknya sebelum tahun 2025 berakhir. “Namun kami tidak dapat menyebutkan calon namanya sekarang karena ada unsur legal. Nanti perlu dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham baik di BTN maupun Bank Victoria Syariah karena akan ada perubahan anggaran dasar, merk, dan lain-lainnya,” tukas Nixon.

Dengan visi menjadikan BTN Syariah sebagai bank BUKU 2, Nixon mengatakan dibutuhkan modal awal sekitar Rp6 triliun dari pendanaan BTN sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp4 trilliun, kemudian nilai pembelian BVIS Rp1,5 triliun, dan right issue Rp1 triliun akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. “Untuk memenuhi kategori BUKU 2 dan Capital Adequacy Ratio (CAR)-nya kita buat mirip dengan kondisi BTN hari ini, yaitu sekitar 18-19 persen, sehingga bank baru ini nantinya bisa langsung ekspansi,” jelas Nixon. 

BTN memilih untuk mengakuisisi BVIS dan menggabungkannya dengan BTN Syariah ketimbang membangun bank baru karena prosesnya yang lebih mudah dan lebih cepat. Berdasar Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023 dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, sebuah unit usaha syariah diwajibkan untuk dipisahkan dari induk bank konvensional jika nilai aset mencapai 50 persen dari total nilai aset induk atau memiliki aset paling sedikit Rp50 triliun. 

Baca juga: Perkuat Strategi Engagement, Nasabah BTN Prospera Melesat Signifikan

Pada akhir 2023, total aset BTN Syariah telah mencapai Rp54,28 triliun, sehingga BTN Syariah wajib spin-off dalam kurun waktu dua tahun setelah laporan keuangan tersebut, yakni sebelum tahun 2025 berakhir. “Pada Oktober 2025 mungkin asetnya sudah mencapai Rp65-67 triliun. Jadi, nanti dengan adanya bank syariah BUKU 2 baru, Indonesia akan punya ekosistem perbankan syariah lebih baik. Sebab market perbankan syariah ini besar, tidak mungkin hanya dilayani satu pemain saja,” ujar Nixon.

Melalui corporate plan telah disiapkan BTN untuk BTN Syariah selama kurun waktu 2-3 tahun ke depan, bank syariah baru diharap menjadi bank dengan fokus pada digital meski core business masih sektor perumahan. BTN Syariah, dan BVIS akan saling mengintegrasikan teknologi informasi, sumber daya manusia (SDM), model bisnis, dan tata kelola berdasarkan road map menjadi bank syariah progresif, dan mengedepankan digital sharia banking. 

Dengan basis digital kuat, BTN Syariah akan lebih menguasai area consumer banking dan retail banking. “Business process-nya akan digital, bahkan lebih digital dibanding induknya, sehingga kami akan hire banyak orang IT untuk menjadikan bank ini lebih kuat di digital sharia banking,” jelas Nixon.

Baca juga: Perkuat Inklusi Keuangan Digital, BTN Gandeng DMI 

Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menambahkan, fokus bisnis BTN Syariah nantinya akan melayani dua segmen yang selama ini loyalitasnya cukup tinggi terhadap perbankan syariah, yaitu segmen masyarakat syariah yang konformis dan segmen konservatif, sehingga mereka berminat untuk ber-bank di BTN Syariah.

“Untuk bisa masuk ke dua segmen itu perlu perbaikan digital, teknologi, dan lain-lain sehingga produk dan layanan syariah yang ada dapat dilayani dengan proses digital,” ujar Setiyo. (abg)

Tags: AkuisisiBank BTNBBTNBTN SyariahBUMNRampung

Berita Terkait

Masuk Top 10 Bank, BSN Berkomitmen Kepuasan Nasabah
Ekonomi

Masuk Top 10 Bank, BSN Berkomitmen Kepuasan Nasabah

2026/01/23
Lepas Jutaan Saham Asuransi Digital, Dapen Bank Jateng Dulang Rp5,93 Miliar
Ekonomi

Lepas Jutaan Saham Asuransi Digital, Dapen Bank Jateng Dulang Rp5,93 Miliar

2026/01/23
Pemerintah Cabut Izin, Ini Penjelasan Grup Astra
Ekonomi

Pemerintah Cabut Izin, Ini Penjelasan Grup Astra

2026/01/23
Geber Buyback, Grup Bakrie Bakar Duit Rp590 Miliar
Ekonomi

Geber Buyback, Grup Bakrie Bakar Duit Rp590 Miliar

2026/01/23
Buyback, Distributor iPhone Siapkan Rp150 Miliar
Ekonomi

Buyback, Distributor iPhone Siapkan Rp150 Miliar

2026/01/23
Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun
Ekonomi

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

2026/01/11

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

Mitra Adiperkasa

Wow! Pengelola Starbuck Bungkus Pendapatan Rp18,8 Triliun

1 November 2022 08:27
Suasana lokasi isolasi mandiri di Graha Wisata TMII, Jakarta, Senin (21/2/2022).

Pasien di Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Sisa 21 Orang

27 Februari 2022 20:10
Digital Mediatama Maxima

Perluas Cakupan Bisnis, Digital Maxima Caplok 5,77 Persen Saham Bumilangit Corpora

16 Juni 2022 11:27
"Turning Red" (2022).

Film Animasi Turning Red Terinspirasi Anak Imigran

10 Februari 2022 06:39
Surplus 75 Persen, Pemilik RS Hermina Catat Laba Rp190 Miliar

Surplus 75 Persen, Pemilik RS Hermina Catat Laba Rp190 Miliar

30 April 2024 16:27
Unggul Indah Cahaya

Unggul Indah Cahaya Obral Dividen Rp137 Miliar, Tengok Jadwalnya

21 Juni 2023 08:27
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan.

Tegur Kadernya, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan Minta Maaf

15 Juli 2021 23:16
Ketua II Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Ratih Ibrahim, M.M., Psikolog menekankan bahwa kondisi mental pada seorang ibu kandung yang membunuh anaknya di Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (20/3), masih bersifat spekulatif sehingga tidak bisa digeneralisasi dalam konteks umum. Dalam persitiwa tersebut, seorang anak (7 tahun) meninggal dunia serta dua anak lainnya (10 dan 4,5 tahun) terluka hingga kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Ratih mengatakan bahwa kasus pembunuhan seperti ini harus diamati secara spesifik dengan menunggu hasil pemeriksaan dari tim psikiatri forensik kepolisian. Menurutnya, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab di benak masyarakat, terlebih karena hanya melihat melalui video yang beredar. Meski demikian, Ratih mengidentifikasi perbuatan ibu tersebut sebagai manifestasi dari rasa keputusasaan, frustrasi, hingga kemarahan. "Saya mengidentifikasi ada perasaan keputusasaan, frustrasi, dan kemarahan yang sangat hebat pada dia. Tapi pertanyaannya marahnya sama siapa, sama anak-anaknya? Belum tentu. Itu bisa kemarahan pada nasib atau suami," kata Ratih saat dihubungi ANTARA pada Rabu. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang terpuruk hingga kondisi yang terjadi pada suami juga harus diinvestigasi lebih lanjut. "Kalau saya baca (dari berita) orangnya tertutup, ya. Mungkin juga mau minta tolong sama siapa. Dan karakteristik kepribadiannya seperti apa, kita enggak tahu, karena itu juga bisa berpengaruh terhadap bagaimana dia mengambil tindakan fatal seperti ini," kata Ratih yang juga menjadi Direktur Personal Growth itu. Ratih juga mempertanyakan maksud kata-kata yang dilontarkan ibu tersebut yang ingin membebaskan penderitaan anak-anaknya dengan cara membunuh mereka. "Dia bilang, dengan membunuh itu berarti membebaskan anak-anaknya dari kemungkinan penderitaan yang lebih besar. Pertanyaannya penderitaan apa, apakah memang dia secara sadar melakukannya atau punya pikiran ngawur. Tapi di sisi lain dia juga bilang, 'Saya nggak gila'," kata Ratih. Sementara pada dua anak terdampak, Ratih berharap agar pihak lain turut membantu penanganan dan proses pemulihan dengan tidak membuat kondisi mereka menjadi lebih berat. Menurut Ratih, tingkatan trauma kedua anak tersebut juga tidak dapat diperkirakan. "Nomor satu dapat tempat berlindung dulu, mudah-mudahan mereka bisa berkembang dan bertumbuh dengan bagus dan sehat, mendapat penanganan psikologis dan terapi yang baik. Itu juga jadi doa dari kita semua agar anak-anak ini bisa sembuh dari trauma," katanya.

Ibu Bunuh Anak di Brebes, ini Pendapat Psikolog

23 Maret 2022 14:00
Timah

Melangit 5.713 Persen, Timah Kuartal I-2022 Tabulasi Laba Rp601 Miliar

19 Mei 2022 12:15
Menteri Perdagangan Zukifli Hasan (ketiga kiri) mengunjungi pedagang di Pasar Kasih Naikoten, Kota Kupang, NTT, pada Sabtu (30/7/2022).

Menteri Perdagangan Blusukan di Pasar Kupang

30 Juli 2022 11:10

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu