indoposnews.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa keluar zona merah. Sepanjang perdagangan Selasa, 4 Maret 2025, Indeks terpangkas 139,257 poin atau 2,136 persen menjadi 6.380. Indeks bergerak variatif dari batas bawah 6.361 hingga batas atas pada level 6.528 setelah dibuka pada posisi 6.519.
Koreksi indeks terseret pelamahan seluruh indeks sektoral. Sektor turun paling curam yaitu barang baku menukik 4,84 persen, sektor energi anjlok 4,65 persen, sektor barang konsumer non primer susut 3,88 persen, sektor teknologi defisit 2,54 persen, sektor transportasi melorot 2,05 persen, sektor properti dan real estate merosot 1,98 persen.
Kemudian disusul sektor infrastruktur terpental 1,95 persen, sektor perindustrian longsor 1,32 persen, sektor barang konsumer primer amblas 0,99 persen, dan sektor keuangan tekor 0,49 persen. Total volume perdagangan mencapai 20,71 miliar senilai Rp13,26 triliun. Sebanyak 473 saham turun, 110 saham melonjak, dan 210 saham stagnan.
Baca juga: Terseret IHSG, 10 Saham Ini Longsor Berjemaah
Saham-saham mengalami kenaikan harga di antaranya KONI 300 poin menjadi Rp1.515 per lembar, SMDM 180 poin menjadi Rp2.070 per helai, dan PGUN 155 poin menjadi Rp780 per saham. Saham-saham mengalami koreksi antara lain DSSA 1.700 poin menjadi Rp30.675 per lembar, MLPT 1.475 menjadi Rp38.500 per helai, dan RATU 1.350 poin menjadi Rp5.850 per saham.
Saham-saham teraktif diperdagangkan antara lain BBRI 52.063 kali senilai Rp1,23 triliun, PTRO 49.904 kali sejumlah Rp499,3 miliar, dan WIFI 41.127 kali sebesar Rp423,1 miliar. Top losers LQ45 AMMN drop 11,76 persen menjadi Rp6.000, ADMR susut 10,76 persen menjadi Rp705, dan ESSA menukik 9,15 persen ke Rp654 per helai.
Sedangkan Top gainers LQ45 sebagai berikut. Yaitu, Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) meroket 1,27 persen menjadi Rp2.390 per helai, Bank Central Asia (BBCA) melesat 0,57 persen menjadi Rp8.850 per lembar, dan Astra International (ASII) melonjak 0,21 persen menjadi Rp4.690 per eksemplar. (abg)



























