Indoposonline.NET – Perusahaan bidang perdagangan alat berat, PT Intraco Penta (INTA) menjalani fase sulit. Perusahaan gagal melakukan efisiensi. Amukan pandemi Covid-19 telah memukul telak industri alat berat sebagai jantung pendapatan utama perusahaan.
Perseroan dan entitas anak sepanjang 2020 masih mengalami defisiensi modal akibat kerugian bersih Rp1,021 triliun. Lalu, defisiensi modal Rp1,24 triliun. Efeknya, laporan keuangan auditan perusahaan memperoleh opini tidak memberikan pendapat (Disclaimer).
Baca Juga: Gugat Pailit Rp10 Juta, Manajemen Ace Hardware Jelaskan Gini
Astri Duhita Sari Sekretaris Perusahaan Intraco Penta kepada BEI Rabu (2/6), menyebut kondisi perusahaan diikuti beberapa utang bank, dan entitas anak PT Intan Baruprana Finance (IBFN) telah jatuh tempo. Salah satu penyebab utama kondisi itu, kerugian disumbang Intan Baruprana sejak beberapa tahun terakhir. Di mana, perseroan sebagai induk usaha terus berupaya mencari jalan keluar terbaik saling menguntungkan di tengah kondisi pemulihan ekonomi nasional.
Perseroan berusaha mengungkapkan informasi atau fakta material kepada auditor dan publik sebaik mungkin. Dengan rekam jejak perseroan selama ini dan posisi strategis berbagai kota Indonesia, perseroan tetap membantu mengupayakan untuk mendapatkan investor baru bagi entitas anak PT Intan Baruprana Finance. ”Perseroan tetap memonitor pemenuhan kesepakatan homologasi Intan Baruprana,” tegas Astri.
Baca Juga: Jangan Cemas, Gawai Bebas Bakteri dengan UV Smartphone Sterilizer
Selain itu, perseroan masih menjalani proses restrukturisasi atas utang bank dengan para kreditur. Berkomitmen melakukan perbaikan berkesinambungan bagi perseroan dan entitas anak. Selain itu, juga tetap mengupayakan menjadi penyedia solusi total dalam pengembangan ekonomi lokal terus maju dan berkembang bersama mitra usaha dan pelanggan. ”Perseroan terus mengembangkan bisnis sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga,” tutup Astri. (abg)



























