• Redaksi
Selasa, Juni 9, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Rania Lindi

abu by abu
2 Juni 2023 05:27
Rania

PENGHILANG BAU - Rania kala menyemprotkan Eco-Lindi ke tumpukan sampah. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – RANIA tengah mendaftarkan hak paten: bagaimana menghilangkan bau sampah tanpa kimia. Sekaligus bisa menetralkan lindi agar tidak lagi menjadi sumber polusi. Rania semester 8 jurusan biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Nama lengkapnyi: Rania Naura Anindhita Amig. Asli Sidoarjo. Alumni SMAN 1 di sana. Waktu itu, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia sepak bola U-20. Salah satu lokasi pertandingannya: stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Stadionnya masih baru. Tapi bau busuknya sudah sejak lama: sangat menyengat tubing. Bau busuk itu sampai masuk ke dalam stadion. Pun baju penonton. Sampai terkontaminasi. Bau busuk itu melekat ke baju. Terbawa pulang. Stadion itu bertetangga dengan pusat pembuangan sampah terbesar Surabaya: dekat perbatasan kabupaten Gresik. Benar-benar bertetangga. Hanya bersebelahan pagar. Juga benar-benar terbesar –sampahnya. Sudah seperti bukit di tengah kawasan tambak. 

Dari arah jalan tol Surabaya-Gresik terlihat gunung sampah itu. Bangunan stadionnya tersembunyi terlindung di baliknya. Bau busuk itu menjadi topik terpenting apakah Gelora Bung Tomo layak jadi salah satu arena Piala Dunia. Topik lainnya akses menuju stadion itu: jalannya kecil, jauh, berliku, lewat bawah jembatan tol rendah, tergenang, dan mampir dulu wilayah Gresik. Terakhir itu mudah bagi menteri PUPR Basuki Hadimuljono. 

Baca Juga

Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban

Yakult Luncurkan Produk Baru, Bidik Segmen ini

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Sucor Sekuritas Luncurkan Lagu Inspiratif Sahabat Sejatiku

BNI Dukung Konser 20 Tahun Sammy Simorangkir

Baca juga: Al-Zaytun Mandiri 

Tinggal membangun jalan khusus dari pertengahan tol Surabaya-Gresik langsung ke stadion. Tidak sampai 5 km. Tapi bau busuk tadi sangat memalukan kelas dunia. Ternyata ditemukan juga jalan keluarnya: formula Rania. Dia telah menemukan penghilang bau busuk itu. Formula tersebut justru memanfaatkan air sampah yang Anda sudah tahu: sangat pekat dan berbau busuk. Cairan itu disebut air lindi. Datanglah, sesekali, ke pusat penumpukan sampah. 

Anda akan melihat dari bawah tumpukan itu akan mengalir air berwarna hitam. Lindi juga sangat beracun. Karena itu lindi jadi sumber polusi merusak lingkungan. Justru air lindi itu yang diteliti Rania. Air lindi sudah bukan lagi air. Sudah berubah menjadi alkalin. Tidak lagi mengandung oksigen, dan karbon. Itu harus diurai. Harus ditemukan bahan pengurainya. Tentu bahan pengurai itu, harus banyak mengandung sukrosa, dan fruktosa. Bahan seperti itu bisa jadi subtrat bagi mikroba di air lindi.

Itu ilmu kimia biasa. Setiap mahasiswa jurusan kimia mempelajarinya. Tapi hanya Rania yang menghubungkan mata kuliah itu dengan persoalan bau sampah yang menjadi keluhan di mana-mana. Pun di panitia Piala Dunia. Dari mana Rania dapat ide? “Inspirasinya dari durian,” ujar Rania. Anak kedua dari tiga bersaudara ini pernah diajari ayahnyi. Setiap kali selesai makan durian sang ayah minta agar jari Rania dicuci di air yang dituang ke ”mangkuk” kulit durian.

Baca juga: Kapal Al-Zaytun 

Sengat bau durian yang menempel di jari langsung hilang. Bau durian dihilangkan dengan getah durian. Mungkin, pikir Rania, ada sesuatu dari sampah itu bisa dipakai untuk menghilangkan bau sampah. Dia mengambil lindi. Membawa ke lab kimia. Lalu mencari bahan pengurainya. Ketemulah bahan yang banyak mengandung sukrosa dan fruktosa: tetes tebu. Molase. Juga berwarna keruh. Juga disebut limbah dari proses pembuatan gula pasir. Rania mencampur lindi dengan molase. 

Sampai ditemukan formula yang pas. Dia tahu seberapa banyak diperlukan molase untuk setiap liter lindi. Berhasil. Rania lantas memberi nama formula itu: Eco-Lindi. Itu sedang dia patenkan. Rania belum mengomersialkan Eco-Lindi. Tunggu paten. Kegunaannya sudah diakui di lapangan. Pemkab Sidoarjo sudah menggunakan Eco-Lindi untuk mengatasi bau sampah di sana. Sidoarjo menjadi yang pertama karena Rania melakukan penelitian di situ. 

Anggap saja sebagai bentuk terima kasih atas kerja sama penelitiannyi. Rania akan terus mengembangkan Eco-Lindi menjadi penghilang bau di mana saja: kandang ayam, kandang kambing, dan bau apa pun –kecuali bau badan. Dia juga akan menjadikan Eco-Lindi sebagai pupuk. Dan yang pasti Rania telah berhasil mengatasi persoalan polusi lindi. Tanpa biaya mengolahnya. Justru memanfaatkannya. Panitia Piala Dunia di Surabaya juga sudah sempat memanfaatkan Eco-Lindi.

Baca juga: Jalan Stem Cell

Mendekati pelaksanaan Piala Dunia lalu gunung sampah di sebelah stadion itu disiram Eco-Lindi. Waktu itu Rania menyiapkan banyak Eco-Lindi di TPA Sidoarjo. “Sidoarjo kirim 30.000 liter Eco-Lindi ke Surabaya. Disemprotkan di sana,” ujar Rania. Setelah Piala Dunia resmi batal, tidak ada lagi pemesanan Eco-Lindi dari Surabaya. Harusnya setiap datang sampah baru disiram dulu dengan Eco-Lindi. Bau busuk pun hilang. Hari Minggu lalu saya nonton Persebaya di stadion itu. 

Sekalian melihat stadion Gelora Bung Tomo: apa yang berubah. Saya begitu ingin berada di stadion kelas Piala Dunia. Jalan baru langsung menuju stadion sudah jadi. Lebar sekali. Mobil saya termasuk yang diizinkan melewatinya. Begitu cepat sampai stadion. Kanan kiri jalan dibuatkan taman –meski kini mulai kurang terawat. Gunung sampah itu sendiri tetap menggunung. Sudah diberi pagar warna warni. Pagar itu sekaligus pemisah antara tempat parkir dan tempat sampah.

Suasana pertandingannya sendiri bak final piala dunia. Stadion penuh penonton. Bonek dan Bonita. Spanduk, bendera, umbul-umbul, dan poster memenuhi stadion. Nyanyi dan tari tidak pernah berhenti. Mereka rupanya membayangkan sedang jadi penonton piala dunia –yang tidak jadi itu. Saya sendiri membayangkan Rania ada di tengah lapangan bola. (Dahlan Iskan)

Tags: Bau SampahEco-LindiFormula AjaibHilang SekejabPemkab SidoarjoRaniaStadion GBTsurabayaTanpa Biaya

Berita Terkait

Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban
Ekonomi

Peduli Sesama, Waskita Karya Salurkan Hampir 100 Hewan Kurban

2026/05/27
Yakult Luncurkan Produk Baru, Bidik Segmen ini
Ekonomi

Yakult Luncurkan Produk Baru, Bidik Segmen ini

2026/05/27
Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Sucor Sekuritas Luncurkan Lagu Inspiratif Sahabat Sejatiku
Ekonomi

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Sucor Sekuritas Luncurkan Lagu Inspiratif Sahabat Sejatiku

2026/05/20
Bank BNI
Ekonomi

BNI Dukung Konser 20 Tahun Sammy Simorangkir

2026/05/15
Perkuat Ketahanan Digital, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Kompleks
Ekonomi

Perkuat Ketahanan Digital, Ancaman Siber Berbasis AI Kian Kompleks

2026/05/07
HUT Ke-50 Tahun, Summarecon Perluas Program Operasi Katarak Gratis ke Bogor 
Ekonomi

HUT Ke-50 Tahun, Summarecon Perluas Program Operasi Katarak Gratis ke Bogor 

2026/05/07

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Timnas Indonesia

Simak! Ini Jadwal Timnas Garuda Piala AFF 2022

14 Desember 2022 21:27
Raffi Ahmad dalam jumpa pers virtual, Selasa (18/2/2022).

Angkat Kearifan Lokal, Raffi Ahmad Optimis Konten Tanah Air Sukses di Industri Hiburan

15 Februari 2022 22:00
Suzuki di IIMS (foto : indoposnews/ist)

Suzuki XL7 ALPHA FF jadi Buruan di IIMS 2022

20 April 2022 01:46
PT Timah

Kuartal II-2021 Timah Cetat Laba Rp270 Miliar

31 Agustus 2021 23:35
Sustainable Fitch Ganjar SFF BTN dengan Excellent

Sustainable Fitch Ganjar SFF BTN dengan Excellent

21 Februari 2025 21:27
ABM Investama

Menjulang 73 Persen, ABM Investama Koleksi Laba USD95,48 Juta

31 Agustus 2022 18:27
Garuda Indonesia

Positif Covid-19, Komisaris-Dirut Garuda Indonesia Jalani Isolasi Mandiri

27 Juni 2021 09:52
Genjot Produksi, Sunindo Bangun Pabrik Rp250 Miliar

Genjot Produksi, Sunindo Bangun Pabrik Rp250 Miliar

19 Maret 2024 12:27
Mirae Asset Sekuritas

Tularkan Kebaikan, Mirae Asset Salurkan Daging Kurban sampai Pulau Rote

3 Juli 2023 17:27
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di Jawa Timur

Taman Nasional Bromo Ditutup

23 Juni 2021 16:56

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu