indoposnews.co.id – Ekosistem pergudangan modern milik PT Kioson Komersial Indonesia (KIOS) terus tumbuh sepanjang tahun 2022. Terbaru, emiten teknologi online-to-offline tersebut meluncurkan layanan sameday delivery menjangkau 25 kota seluruh Indonesia. Itu dilakukan setelah menggaet 350 brand usaha kecil dan menengah (UKM) dalam ekosistem Kioson.
Beberapa brand bergabung seperti Gamal Men, Dew It Skin, Edifier, Moft, ARBIT, Rise & Shine by Raisa, Herbami by DJ Katy, Vinyx, Toffin, Forge Active Wear, dan banyak lainnya. Kehadiran layanan itu, tentu akan makin mempermudah alur distribusi barang. ”Barang dapat bergerak lebih cepat, dan dekat kepada konsumen. Ongkos kirim bisa ditekan agar lebih murah,” tutur CEO Kioson Andrew.
Baca juga: Utang Naik, Produsen Miras Besutan Pemprov DKI Raup Laba Rp118 Miliar
Berbagai ekspansi bisnis dilakukan Kioson tidak lepas dari tingginya potensi perdagangan online di Indonesia, bahkan Asia. Analisis RedSeer menyebut, Indonesia diprediksi menjadi kontributor pertumbuhan utama pasar e-commerce Asia Pasifik mencapai USD137,5 miliar pada 2025. Dengan estimasi itu, tanah air berkontribusi 59 persen dari total nilai transaksi Asia Pasifik USD231 miliar.
Lonjakan transaksi jual-beli online berbanding lurus dengan kebutuhan logistik, dan fulfillment center. Terutama bagi para pelaku usaha yang menginginkan ongkos kirim lebih murah, dan berjualan tanpa perlu memikirkan stok barang. Oleh karena itu, Kioson makin gencar menambah GudangPintar sejumlah daerah.
Baca juga: Tambah Bengkak, Defisit Ekuitas Garuda Aero Asia USD346 Juta
”Kami berkomitmen menambah gudang beberapa wilayah Indonesia. Misalnya, di Batu Retno Wonogiri, Juwiring Klaten, dan Gemolong Sragen. Sampai Maret 2022, Kioson telah memiliki 145 gudang dengan 92.789 mitra warung UMKM, dan akan terus diperluas oleh perseroan,” tambah Andrew.
Berkat strategi selama ini, Kioson sukses membalikkan kinerja keuangan. Mengutip laporan keuangan konsolidasi perusahaan untuk tahun 2021, Kioson membukukan laba bersih Rp2,5 miliar. Melejit 273 persen dari periode tahun sebelumnya, setelah mengalami kerugian sebesar Rp41,9 miliar. Laba kotor naik 124 persen menjadi Rp15,3 miliar dibanding periode sama pada tahun 2020.
Baca juga: Paruh Pertama 2022 BNI Catat Laba Bersih Rp8,8 Triliun
Nah, guna mempermudah upaya menambah gudang, Kioson tengah menggelar penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Kioson akan menawarkan maksimal 358,61 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar.
Harga pelaksanaan right issue dibanderol Rp300 per lembar. ”Kalau sesuai target right issue di kisaran Rp107,58 miliar untuk penambahan gudang. Kita ingin 2022 bisa memiliki 1.000 gudang,” harap Andrew. (abg)


























