indoposnews.co.id – Luxpawn membuka Lounge keduanya di kawasan ASHTA District 8, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu, 16 September 2026. Melalui lokasi baru itu, perusahaan menyediakan ruang konsultasi bagi pemilik barang bernilai tinggi yang ingin mengetahui pilihan pembiayaan dengan menggunakan aset yang mereka miliki.
Layanan pembiayaan berbasis aset memungkinkan pemilik menjajaki akses dana tanpa harus langsung menjual barangnya. Aset tersebut dinilai terlebih dahulu untuk menentukan pilihan pembiayaan yang dapat ditawarkan. Luxpawn melayani antara lain jam tangan mewah, tas desainer, perhiasan, emas, kendaraan mewah, dan barang koleksi bernilai tinggi.
Pembukaan Lounge berlangsung di tengah berkembangnya minat terhadap barang mewah. Visa Businesss and Economic Insights memproyeksi belanja barang mewah menggunakan kartu yang diterbitkan di Indonesia mencapai USD3,1 miliar pada 2026. Angka itu, mencakup transaksi berbagai negara, termasuk pembelian di luar Indonesia.
Baca juga: Akuisisi Rampung, Multistrada Klaim Performa Michelin Indonesia Makin Ciamik
Sementara itu, JLL memperkirakan Indonesia mencatat salah satu pertumbuhan jumlah konsumen barang mewah terkuat ASEAN. Data itu menggambarkan perkembangan konsumsi barang mewah, meski tidak menunjukkan berapa banyak pemilik yang butuh pembiayaan.
Menurut Luxpawn, makin banyak barang bernilai tinggi milik konsumen membuka ruang untuk membicarakan kegunaan setelah dibeli. Ketika butuh dana, sebagian pemilik mungkin ingin mempertahankan aset bernilai pribadi atau masih ingin digunakan. “Selama ini, kepemilikan aset mewah lebih sering dihubungkan dengan status, lifestyle, dan personal enjoyment. Kami melihat ada dimensi lain dari sebuah kepemilikan, yaitu nilai finansial ada dalam aset tersebut,” ujar Sandy Soetjianto, Founder Luxpawn.
Untuk mengetahui nilai suatu aset, harga saat pembelian tidak cukup. Barang dari merek, dan jenis sama dapat memiliki nilai berbeda karena kondisi maupun karakteristiknya. Keaslian, dan perkembangan harga di pasar juga menjadi pertimbangan. “Luxpawn hadir untuk membantu pemilik aset mengakses nilai tersebut melalui proses yang profesional, discreet, dan tetap menghargai karakteristik dari setiap aset.”
Baca juga: 78 Tahun Berkarya, OT Group Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Luxpawn menyebut pendekatan penilaian sebagai curated valuation, disertai pemeriksaan keaslian, dan verifikasi aset. Hasil penilaian digunakan untuk membahas nilai pembiayaan yang mungkin tersedia. Sebelum mengambil keputusan, pemilik perlu memahami tahapan layanan, dan ketentuan pembiayaan yang berlaku, termasuk kewajiban untuk mengembalikan dana.
Karena itu, Luxpawn menempatkan konsultasi sebagai bagian penting dari proses, bukan hanya penilaian terhadap barang. Lounge baru di SCBD dirancang sebagai tempat pertemuan privat. Di sana, pemilik aset dapat menjelaskan kebutuhan, menanyakan proses penilaian, dan memperoleh informasi mengenai penanganan aset selama masa pembiayaan.
Menurut perusahaan, suasana nyaman, dan diskret penting karena pembicaraan mengenai kepemilikan barang maupun kebutuhan dana bersifat pribadi. Pembukaan lokasi kedua itu, memperluas akses konsultasi Luxpawn di Jakarta. Perusahaan ingin memperkenalkan pembiayaan berbasis aset sebagai salah satu pilihan bagi pemilik barang bernilai tinggi, terutama yang butuh likuiditas tetapi belum ingin melepaskan kepemilikan atas asetnya.
Bagi Luxpawn, memahami nilai barang yang dimiliki dapat membantu seseorang mempertimbangkan pilihan finansialnya dengan lebih lengkap. Keputusan menggunakan aset untuk pembiayaan tetap bergantung pada kebutuhan, hasil penilaian, dan kemampuan pemilik memenuhi ketentuan yang disepakati. (abg)



























