indoposnews.co.id – Seequent, bagian The Bentley Subsurface Company, menghadirkan lebih dari 100 profesional sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur Indonesia, bersama perwakilan dari kalangan akademisi dan asosiasi profesi, dalam acara Seequent Connect Indonesia 2026.
Acara itu, membahas bagaimana kolaborasi lebih erat, dan penyampaian informasi penambangan bawah tanah atau subsurface saling terhubung, dan investasi berkelanjutan dalam kapasitas teknis dapat membantu perusahaan memahami kondisi subsurface, sehingga dapat lebih yakin dalam mengambil keputusan proyek secara strategis, dan mendukung pembangunan jangka panjang industri Indonesia.
Diselenggarakan di Fairmont Jakarta, dan didukung Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI), acara menghadirkan pembicara dan panelis dari Seequent, PT Vale Indonesia, Ormat Technologies, PT Promisco, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), MGEI, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Baca juga: Buku The Wealth You Can’t Lose Ajak Profesional Membangun Kekayaan Relasional Era AI
Program itu, menghimpun berbagai perspektif dari kalangan industri, asosiasi profesi, dan akademisi mengenai cara ketiga pihak tersebut dapat bekerja sama membangun kapasitas geosains Indonesia. Sesi-sesi berlangsung membahas energi panas bumi untuk operasi pertambangan, informasi geosains konsisten, saling terhubung, penggunaan pemodelan 3D, dan analisis geoteknik tingkat lanjut, dengan fokus pada pengurangan faktor ketidakpastian, identifikasi risiko teknis sejak dini, dan peningkatan hasil proyek industri.
Seequent Connect Indonesia 2026 menjadi penutup rangkaian program pembelajaran teknis, dan keterlibatan industri selama tiga hari di Jakarta. Pada dua hari sebelumnya, para profesional pertambangan mengikuti lokakarya berbasis instruktur membahas pemodelan geologi 3D, estimasi sumber daya menggunakan Leapfrog Geo, dan Leapfrog Edge. Sejalan dengan itu, diadakan juga kursus singkat GeoStudio yang turut membahas stabilitas kondisi lereng, analisis rembesan, pemodelan 3D untuk kondisi pertambangan, dan infrastruktur yang kompleks.
Mendukung Ambisi Nasional Indonesia
Perangkat lunak Seequent telah mendukung proyek-proyek di Indonesia selama lebih dari 20 tahun. Perusahaan terus memperdalam hubungan dengan organisasi, mitra, universitas, dan komunitas profesi di Indonesia sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur. Indonesia salah satu pasar terpenting Seequent kawasan Asia Pasifik.
”Sektor pertambangan, panas bumi, energi, dan infrastruktur Indonesia sama-sama bergantung pada pemahaman lebih baik terhadap kondisi subsurface. Seequent Connect Indonesia 2026 wujud inisiatif, dan investasi berkelanjutan kami dalam kemitraan lokal kuat, pengembangan kapasitas profesional, dan dukungan dalam pengambilan keputusan area subsurface lebih strategis, dan meyakinkan,” tegas Scott Moore, Direktur Pengembangan Bisnis Seequent.
Seiring Indonesia memajukan ambisi Indonesia Emas 2045, pemahaman subsurface lebih baik akan menjadi makin penting bagi sektor mineral, panas bumi, energi, dan infrastruktur. Organisasi sektor-sektor ini memerlukan informasi dapat dipercaya, keahlian khusus, perangkat lunak membantu tim proyek mengidentifikasi risiko lebih awal, dan mengambil keputusan lebih baik.
Menghasilkan Proyek Berdampak Nyata Indonesia
Proyek-proyek Seequent di Indonesia menunjukkan bagaimana pemahaman subsurface lebih kuat dapat mendukung peningkatan nyata dalam hal efisiensi biaya, produktivitas, dan pelaksanaan proyek baik. Pada proyek nikel PT Stargate di Sulawesi, perangkat lunak Seequent mendukung penghematan biaya pengeboran hingga USD8 juta, pengurangan kebutuhan pengeboran 80 persen, dan peningkatan produktivitas karyawan 50 persen.
Pada Unit 3 Lumut Balai milik Pertamina Geothermal Energy, pemodelan bawah permukaan multidisiplin mendukung penurunan biaya pengeboran dari USD9 juta menjadi USD7,5 juta. Pada proyek Jalan Trans-Papua milik PT Hutama Karya, perangkat lunak Bentley, dan Seequent mendukung optimalisasi desain menghasilkan penghematan hingga USD1 juta, dan mempersingkat jadwal proyek selama dua bulan.
Membangun Kapasitas Masa Depan Geosains dan Teknik Indonesia
Seequent bekerja sama dengan universitas, asosiasi profesi, dan mitra industri Indonesia untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik industri terkini. “Sektor geosains Indonesia akan terus berkembang melalui kolaborasi lebih erat antara industri, asosiasi profesi, dan akademisi. MGEI menghargai kemitraan yang menghubungkan pendidikan, inovasi, dan industri, guna membangun komunitas geosains Indonesia lebih kuat, kolaboratif, dan siap menghadapi masa depan,” ungkap Rosalyn Wullandhary, Ketua MGEI.
Sebagai bagian dari kerja sama dengan ITB, Seequent mendukung lisensi pengajaran, pengembangan kompetensi bagi calon ahli geosains, dan insinyur. Kerja sama dengan MGEI mencakup pengembangan profesional, pelatihan mahasiswa, dan keterlibatan industri. Seequent juga menyediakan pelatihan dalam Bahasa Indonesia, akses akademik terhadap perangkat lunak profesional, dan sumber pembelajaran memadai.
Berlandaskan pada penyelenggaraan Seequent Connect Indonesia 2026, dan hubungan lebih luas di pasar Indonesia, Seequent akan terus bekerja sama dengan organisasi, universitas, dan komunitas profesi Indonesia untuk memajukan pemahaman mengenai subsurface, meningkatkan keahlian strategis dalam pengambilan keputusan proyek, membangun keterampilan, dan keahlian sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan di masa depan. (abg)



























