indoposnews.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) bakal menebar dividen Rp52,1 triliun. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 92 persen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp56,65 triliun. So, para investor akan mendapat suntikan dividen Rp207 per saham.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut selain untuk dividen, sisa 8 persen dari laba bersih setara Rp4,55 triliun ditahan guna memperkuat permodalan. Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp207 per saham. Dengan harga penutupan saham di level Rp3.390, dividen tersebut mengindikasikan yield 6,1 persen.
Baca juga: Adira Finance Bagi Dividen Rp772,37 Miliar
Sebelumnya, BRI juga telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per lembar pada Januari 2026. Kebijakan dividen tetap sejalan kondisi solid permodalan perseroan. Rasio kecukupan modal alias Cost Adequacy Ratio (CAR) tercatat berada di atas ketentuan minimum regulator 14,70 persen, dan melampaui risk appetite 17 persen.
Dalam jangka panjang, BRI menargetkan CAR berada di kisaran 20 persen sembari menjaga pertumbuhan dividen per saham (DPS) secara berkelanjutan. Sebagai perbandingan, pada 2024 perseroan membagikan dividen Rp51,73 triliun atau 86 persen dari laba bersih, dengan total dividen Rp343,4 per saham. (abg)


























