Indoposonline.NET – Produk Impor mendominasi perdagangan ecommerce. Tidak kurang dari 90 persen, produk asing tersebut menjajah produk UMKM. Kondisi itu, cukup menyedihkan dan memprihatinkan. ”E-commerce Indonesia ada Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan lain-lain. Hanya, 90 persen lebih produk impor,” beber Presiden Direktur Bank Central Asia (BBCA) Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Rabu (2/6).
UMKM asing, seperti China, lebih siap memasuki ekosistem ekonomi digital. Sementara UMKM Indonesia, masih perlu banyak edukasi, peningkatan kapasitas dalam produksi, SDM, dan kualitas produk. Maret lalu, BCA mengadakan UMKM Fest diikuti 1.800 UMKM memiliki kesiapan produk berkualitas. Pelaku UMKM dibantu masuk ekosistem digital berupa e-commerce berbasis website buatan BCA.
Baca Juga: Jangan Cemas, Gawai Bebas Bakteri dengan UV Smartphone Sterilizer
Mayoritas pelaku UMKM itu, masih perlu banyak bantuan mempersiapkan produk untuk masuk ekosistem digital. Maklum, digital knowledge dan skill masih minim. Tidak disangkal ada generasi milenial berjualan melalui Instagram, dan Facebook. ”Itu lumayan, tapi persentase mereka dibandingkan UMKM konvensional masih sedikit,” kata Jahja.
Masalah lain UMKM Indonesia pemahaman keuangan masih kurang, dan belum dikelola secara profesional. Pemahaman keuangan minim UMKM banyak berbasis keluarga. Belum banyak UMKM menggunakan tenaga profesional, keuangan bisnis, dan pribadi bercampur. ”SDM asal keluarga, ayolah bantu. Padahal begitu UMKM membesar, harus gunakan SDM profesional, pemisahan keuangan bisnis, dan pribadi,” ucapnya.
Baca Juga: Jangan Cemas, Gawai Bebas Bakteri dengan UV Smartphone Sterilizer
UMKM bisa mengelola bisnis secara profesional dan melek digital lebih bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19. Perlu upaya khusus membantu jutaan pelaku UMKM Indonesia dengan melatih SDM agar piawai digital, mencoba terobosan berjualan dari daerah menjadi nasional atau bahkan ekspor.
Jahja berharap seluruh pemangku kepentingan mendorong produk UMKM ke ekosistem digital agar bisa meningkatkan penjualan UMKM. Ketika omzet UMKM tersebut naik, usaha semakin berkembang, Jahja meyakini para pelaku UMKM akan mencari kredit pembiayaan. (abg)


























