indoposnews.co.id – Laba Unit Usaha Syariah milik Bank Tabungan Negara (BBTN) mencatat laba bersih senilai Rp400,89 miliar. Melonjak 70,40 persen dari episode sama tahun lalu sebesar Rp235,27 miliar. Itu sejalan makin besar minat masyarakat Indonesia membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah.
”Masyarakat Indonesia mayoritas muslim merupakan basis nasabah kuat bisnis pembiayaan perumahan berskema syariah. Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh besar sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia,” tutur Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank BTN di Jakarta, Senin (27/11).
Koleksi laba bersih BTN Syariah itu, disumbang penyaluran pembiayaan Rp35,79 triliun. Melejit 17,94 persen dari periode sama tahun lalu Rp30,35 triliun. Pembiayaan perumahan mendominasi penyaluran pembiayaan BTN Syariah 97,43 persen. Dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp36,25 triliun, tumbuh 16,76 persen dari posisi sama tahun lalu Rp31,05 triliun. Aset syariah naik 17,26 persen menjadi Rp48,41 triliun dari posisi sama tahun lalu Rp41,29 triliun.
Baca juga: Penjualan Rumah Rp2 Miliar Melejit, Ini Ekspektasi Bank BTN
Sementara itu, laba bersih BTN Syariah juga menopang perolehan laba bersih Bank BTN. Per kuartal III-2023, Bank BTN mencatat laba bersih senilai Rp2,31 triliun atau sesuai proyeksi perseroan. Selain disumbang bisnis syariah, perolehan laba bersih Bank BTN juga ditopang bisnis perseroan mulai KPR, high yield loan, hingga lonjakan fee based income.
Menyongsong akhir tahun, perseroan optimistis akan mencatat kinerja sesuai target. “Sektor perumahan mulai bergairah, dan insentif Pemerintah akan mendorong bisnis pembiayaan sektor perumahan tumbuh positif hingga 2024. Momentum tersebut terus kami manfaatkan dengan berbagai inisiatif bisnis terus kami lakukan,” ucap Nixon.
Per kuartal III-2023, Bank BTN mencatat total kredit dan pembiayaan senilai Rp318,30 triliun atau naik 9,87 persen yoy. Peningkatan itu, didorong pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melesat 11,87 persen menjadi Rp157,71 triliun dari posisi sama tahun lalu Rp140,97 triliun. Berbagai inisiatif Bank BTN terus menunjukkan kinerja positif. Segmen high yield loan misalnya, menunjukkan kinerja moncer. Kredit Ringan (Kring) untuk pegawai naik 17,59 persen menjadi Rp4,32 triliun.
Baca juga: Laba Melangit Signifikan! BTN Syariah Sabet Penghargaan Ini
Kredit Agunan Rumah (KAR) tumbuh 10,63 persen yoy menjadi Rp7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) melonjak 162,82 persen menjadi Rp1,60 triliun. Ekosistem transaksi digital Bank BTN juga menyumbang kenaikan signifikan pada fee-based income. Pada ekosistem itu, Bank BTN menawarkan layanan lengkap. Mulai transaksi untuk wholesale hingga ritel melalui BTN Mobile. Menyusul beragam kinerja itu, BTN mencatat total fee-based income naik 67,32 persen menjadi Rp2,36 triliun.
Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun DPK senilai Rp323,90 triliun. Melesat 3,54 persen dari posisi sama tahun lalu Rp312,84 triliun. Inisiatif BTN menjaga biaya dana alias cost of funds (CoF) juga turut meningkatkan porsi dana murah. Porsi dana murah atau current account savings account (CASA) BTN surplus 358 basis points (bps) menjadi 49,48 persen. Dengan keseluruhan kinerja itu, total aset BTN mencapai Rp409,68 triliun atau naik 5,24 persen yoy. (abg)



























