inoposnews.co.id – Kian Santang Muliatama (RGAS) telah berhasil mencatat saham perdana melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Itu dengan melepas maksimal 334,2 juta saham baru bernominal Rp40 per lembar. Pengeluaran saham baru setara 22,9 persen itu, dibalut dengan kisaran harga Rp115-122 per lembar.
Nah, dengan skema harga itu, perseroan meraup dana IPO Rp38,433-40,772 miliar. Aksi korporasi itu, menjadi tonggak sejarah bagi perseroan dalam meningkatkan kinerja, dan menjaga tata kelola perusahaan. Dengan begitu, selanjutnya bisa jauh lebih baik. Itu juga terefleksi dari respons, dan antusiasme para investor terhadap saham perseroan sangat positif.
“Alhamdulillah pada hari ini, Rabu, 8 November 2023, Kian Santang Muliatama telah menciptakan sejarah baru dengan mencatatkan saham perdana di BEI. Dan, berdasar data penawaran umum, kami telah mengalami oversubscribe atau kelebihan permintaan 20 kali,” tutur Edy Nurhamid Amin, Direktur Utama Kian Santang Muliatama, di Jakarta, Rabu, 8 November 2023.
Baca juga: Premium! Bersama Digital Tender Offer Saham Tower Bersama Rp2,3 Triliun
Edy menambahkan, usai mencatatkan saham perdana di BEI, perseroan akan lebih ekspansif dalam membantu pemerintah melakukan pembangunan jaringan gas di Indonesia. Pasalnya, saat ini target pemerintah untuk membangun jaringan gas (Jargas) masih sangat kecil. ”Kami ingin berkontribusi membantu pemerintah mewujudkan target pembangunan Jargas karena kami telah memiliki beragam produk bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk pembangunan Jargas,” imbuhnya.
Di sisi lain, perseroan selalu mengedepankan penggunaan produk-produk dalam negeri untuk pelaksanaan setiap penanganan proyek selama ini dilakukan. Bahkan, perseroan telah menerapkan kebijakan manajemen mutu telah terakreditasi dari lembaga internasional. ”Beberapa produk unggulan perseroan telah memiliki kandungan lokal, TKDN lebih dari 92 persen, dan termasuk tertinggi dibanding para pesaing dengan kategori produk sejenis,” ucapnya.
Pada aksi korporasi kali ini, management Kian Santang menunjuk Erdikha Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selain itu, perseroan memberikan secara gratis 200,52 juta waran seri I kepada pemodal tercantum pada masa penjatahan pada 3 November 2023. Perseroan juga berhasil masuk kategori Indeks Syariah BEI. Saat itu, setiap pemegang 5 saham baru akan mendapat 3 waran seri I.
Baca juga: Ekuitas Minus! Borneo Olah Sarana Permanenkan Rugi Rp127 Miliar
Selanjutnya, setiap pemegang 1 waran dapat menebusnya menjadi 1 saham perseroan dengan harga pelaksanaan Rp210 per helai mulai tanggal 7 Mei – 6 November 2024. Berdasar rencana, perseroan akan menggunakan Rp14,6 miliar dana hasil IPO untuk pembelian 99 persen saham PT Kian Santang, salah satu pemegang saham pendiri perseroan.
Lalu, sekitar Rp6,3 miliar untuk membeli 99 persen saham PT Karya Instrumindo. Berikutnya, Rp9,63 miliar untuk membeli merek Ergas dan Kians. Sedangkan sisanya, untuk modal kerja perseroan, seperti gaji hingga pembelian barang. (abg)



























