• Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Happy Dharavi

abu by abu
23 Juli 2023 05:27
Dharavi

Potret kampung kumuh Dharavi India. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – BAGI yang suka demokrasi, inilah hiburan nyata: mengubah kota kumuh tidak harus lewat tangan besi. Anda sudah kenal kota kumuh ini: Dharavi. Kota terkumuh di dunia. Yang jadi lokasi shooting film Slumdog Millionaire. Yang membuat petinju Mike Tyson ngotot ke situ. Pekan lalu negara bagian Maharashtra membuat keputusan: Adani sebagai pemenang tender pembenahan kota Dharavi. Satu provinsi di negara demokrasi juga bisa bikin keputusan sangat besar. 

Tanpa mengabaikan demokrasi. Demokrasi itu memang ruwet, amburadul dan mahal. Tapi dengan demokrasi, Korea Selatan bisa maju. Alasan bagi yang tidak suka demokrasi: Korsel itu beda. Korsel berubah ke demokrasi setelah level masyarakatnya masuk kelas menengah. Kini India bergerak sangat maju. Padahal sudah berdemokrasi sejak merdeka di tahun 1947. Sejak masih sangat miskin. Memang, kini pun India belum menjadi negara maju. Tapi sudah terlihat segera ke sana. 

Di awal, gerak majunya memang terasa lambat. Tapi bergerak. Bahkan gerak itu belakangan terasa kian cepat. Kalau kota kumuh Dharavi berhasil jadi kota modern, jangan lupakan para pejabat di sana. Sabar tapi gigih. Gigih tapi sabar. Semua proses demokrasi dijalankan dengan telaten. Mereka lalui keruwetan yang terlalu ruwet itu. Program pembenahan kota kumuh Dharavi sudah dicanangkan sejak 1997. Tender dilakukan. Dibatalkan. Dilakukan lagi. Dibatalkan lagi. 

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Ledakan Sitorus

Pemerintahan negara bagian Maharashtra silih berganti. Dengan cepat. Tidak ada partai yang pernah menang pemilu lebih 50 persen. Partai terlalu banyak. Hidup mati silih berganti. Termasuk partai lokal. Setiap pemerintahan negara bagian selalu berbentuk pemerintahan koalisi. Lalu koalisinya pecah. Pemerintahannya bubar. Bentuk koalisi baru. Bubar lagi. Begitu melulu. Dari pemilu ke pemilu. Seperti pilu. Tapi tidak. Kota Dharavi kian padat. Kian kumuh. Saat ini penduduknya sekitar 800 ribu orang.

Mayoritas tanpa air dan listrik. Air didapat dari kereta dorong. Atau dari selang silang-menyilang. Listrik dari kabel berwarna hitam dan berstatus gelap. Saya terhibur ketika ke India. Waktu berangkat, saya berwajah muram: pencurian listrik di PLN, di suatu daerah, bisa 12 persen. Di India, di satu daerah, 47 persen. Waktu itu saya juga heran. Bagaimana bisa, di kota Jakarta, pelanggan listrik 900 watt, punya dua AC di rumahnya. Sampai di India saya terhibur: lebih parah lagi. India berubah. 

Perubahan terbesar akan terlihat di Dharavi ini. Kota kumuh Dharavi ibarat nila di tengah susu. Nilanya: Dharavi. Susunya: Mumbai. Dharavi memang berada di tengah kota metropolitan Mumbai yang kian modern. Di sekitar Dharavi sudah tumbuh gedung-gedung pencakar langit. Mumbai kian jadi metropolitan. Sekitar 40 tahun lalu Dharavi hanya sebagai kelengkapan Mumbai. Tidak terlalu timpang. Tapi keberadaan Dharavi di tengah Mumbai sekarang  dianggap merusak keindahan susu Mumbai.

Baca juga: Prahara Al Zaytun 

Tahun 2019 terpilihlah Uddhav Balsaheb Thackeray. Ia jadi ketua menteri Maharashtra. Semacam gubernur. Partainya partai lokal: Śhiv Sēnā. Ia hanya mendapat 17 kursi dari 288 kursi di DPRD Maharashtra. Hanya 5 persen. Tapi ia bisa membentuk pemerintahan. Saat itulah tender revitalisasi Dharavi dibuka lagi. Tender Internasional. Di seleksi tahap akhir terpilih  dua perusahaan. Satu dari Dubai. Satu lagi grup Adani dari India sendiri. Perusahaan Singapore, yang dulu pernah ikut tender, tidak tertarik lagi. 

Dari dua itu Adani yang dimenangkan. Salah satu syarat tender adalah: setelah digusur nanti penduduk Dharavi harus mendapat rumah baru.  Apartemen. Paling tidak 100 m2. Itu bisa untuk tiga kamar. Bandingkan dengan luas rumah sederhana (RS) di Indonesia yang hanya 45 m2 dan RSS yang 27 m2. Di sinilah proses demokrasi penting. Developer tidak bisa menekan rakyat. Padahal rumah mereka saat ini tidak bisa disebut rumah. Banyak yang bentuknya mirip kotak kardus. 

Tapi 800 ribu penduduk itu adalah sumber suara di pemilu. Mereka punya nilai tawar di setiap pemungutan suara. Maka developer harus menyediakan rumah bagi 70.000 rumah tangga di Dharavi. Saking kumuhnya, Dharavi sampai jadi obyek wisata tersendiri: wisata kumuh. Wisatawan harus dalam satu grup 5 orang, tidak boleh sendirian. Anak di bawah 5 tahun tidak boleh diajak. Tidak boleh pakai sepatu atau sandal mahal; akan lebih banyak jalan kaki, termasuk lewat lorong basah.

Baca juga: Durian Lokal 

Pakai sepatu kets dianjurkan. Orang tua juga tidak boleh ikut; kursi roda tidak akan bisa berfungsi. Satu lagi: yang punya sakit jantung dilarang ikut. Ambulans sulit menjangkau mereka yang jantungnya mendadak bermasalah. Begitu pengumuman itu saya baca di media Mumbai. Pemasangnya: biro perjalanan khusus wisata kumuh Dharavi. Yang membuat Adani tertarik ikut tender adalah: kawasan Dharavi ini luasnya 259 hektare. 

Ia harus menyediakan rumah gratis 70 ribu x 100 m2, tapi ia mendapat tanah selebihnya. Tentu, demokrasi membatasi Adani: seluruh pembangunan kawasan itu harus sesuai proposal tender. Begitu menang tender, harga saham perusahaan Grup Adani langsung naik 5 persen. Adani yang tahun lalu babak belur dikerjai spekulan pasar modal Amerika ternyata bangkit lagi. Cepat sekali. Saya masih belum tahu bagaimana cara membuat industri kecil di Dharavi tetap hidup di metropolitan Dharavi nanti. Di dalam kekumuhan itu kini telah berkembang industri kulit yang terkenal: tas, sepatu, jaket, ikat pinggang dan dompet. Saya pernah punya satu: entah di mana. (Dahlan Iskan)

 

Tags: AdaniDharaviIndiaKota KumuhMumbaiPemenang TenderSulap ModernTerkumuh Dunia

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Usai IPO, Ini Mimpi FOLK Group Majukan Industri Kreatif Nasional 

Usai IPO, Ini Mimpi FOLK Group Majukan Industri Kreatif Nasional 

8 Agustus 2023 09:27
Kinerja Moncer, Summarecon Agung Gulirkan Dividen Rp115 Miliar

Wow! Summarecon Sabet Dua Penghargaan Asia Property Awards 

11 Desember 2023 10:19
BEI

Anjlok 23,26 Persen, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian Bursa Tersisa Rp17,18 Triliun

11 Juni 2022 11:27
Pendidikan Emma

Wakili Indonesia di Ajang BYC Be A Champion for Change ASEAN, Emma Usung Ide Ini

6 Januari 2023 14:57
Britney Spears dan Jamie Lynn Spears (Sportkeeda)

Adik Britney Spears, Jamie Lynn Diancam Dibunuh

5 Juli 2021 22:55 - Updated on 6 Juli 2021 03:00
Mitrabara

Mantul, Pengendali Borong 368,18 Juta Saham Mitrabara Adiperdana Rp430,77 Miliar

10 April 2022 13:27
Belum Puas! Sukarto Bujung Lego 65,77 Juta Saham Metrodata Electronics 

Belum Puas! Sukarto Bujung Lego 65,77 Juta Saham Metrodata Electronics 

25 Oktober 2023 09:27
TOBA

Gandeng Gojek, Emiten Milik Luhut Dirikan Usaha Perakitan Motor Listrik

11 Desember 2021 14:27 - Updated on 12 Desember 2021 09:47
IHSG

IHSG Mixed, Ikuti Saham Bank Raya Indonesia 

16 November 2021 07:27
Ibu Yulin didampingi ketiga puterinya menerima hadiah dari Easy Shopping Indonesia dan PT Karisma Bahana Gemilang

Bantu Ekonomi Pelanggan saat BBM Naik, Easy Shopping Berikan Rp50 Juta Kepada Pelanggan

27 September 2022 21:30

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu