• Redaksi
Jumat, Oktober 23, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Benar Semu

abu by abu
4 Juli 2023 05:27
Universitas Terbuka
Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – ”Itu sih kebenaran palsu,” ujar seorang ilmuwan kedokteran dalam WA-nya kepada saya. “Tinggal sekarang mencari kebenaran yang asli,” tulis Prof Dr Muhamad Nuh DEA, yang Anda sudah tahu, mantan menteri Kominfo dan menteri pendidikan di zaman Presiden SBY. Begitu banyak saya menerima respons soal video viral itu: cuplikan pidato wisuda saya di perguruan tinggi yang Anda sudah tahu itu. Bahkan dua guru besar sempat bikin tulisan agak panjang. 

Satunya khusus untuk saya. Jangan dipublikasikan. Satunya lagi sebagai koreksi terhadap saya. Bukan soal isinya. “Gejala itu sudah agak lama,” ujarnya. Soal isi video ia setuju banget. Tidak ada koreksi. Sejak lama itu kapan? “Sejak munculnya metode penelitian kuantitatif,” katanya. “Karena itu saya menentang adanya penelitian kuantitatif,” tambahnya. Namanya: Prof Dr Hanif Nurcholis. Profesor doktor beneran. Bukan sekadar HC. Ia kini menjabat ketua Senat Universitas Terbuka. 

Mengajar juga di situ. Asli Demak. Tepatnya, pelosok Demak. Prof Hanif pernah melakukan penelitian amat serius soal perubahan desa menjadi kelurahan. Sudah diterbitkan menjadi buku mendapat perhatian luas sampai MPR. Banyak buku tentang pemerintahan daerah dan desa ia tulis. Salah satunya berjudul ‘Pemerintahan Desa: Unit Pemerintahan Semu dalam sistem Pemerintahan NKRI. Intinya: perubahan desa menjadi kelurahan merupakan pelanggaran serius atas konstitusi UUD 1945.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Selalu Ingat!

Saya sudah selesai membaca buku itu. Kapan-kapan kita bahas bersama. Hari ini kita lagi bicara soal kebenaran baru. “Boleh dikata melahirkan ‘kebenaran baru’ para peneliti kuantitatif,” ujar Prof Hanif. “Sejak itulah ada kebenaran baru. Bukan baru lahir di zaman medsos,” tambahnya. Peneliti kuantitatif, katanya, hanya meneliti persepsi responden. Bukan meneliti fakta. Fakta tidak diteliti. “Persepsi di-framing sebagai fakta lalu dimasifkan oleh buzzer menjadi kebenaran ilmiah” katanya.

Ia yakin yang memasifkan kebenaran baru itu adalah para buzzer. Bahkan Prof Hanif menilai para buzzer adalah murid-murid peneliti kuantitatif persepsi. Prof Hanif sekolah ibtidaiah dan tsanawiyah di pondok terkenal di Demak: Pondok Futuhiyyah Mranggen. Sampai kelas 2 berhenti. Lalu masuk kelas 3 di SMP swasta Sultan Agung di Semarang. Lulus SMP Hanif masuk sekolah pendidikan guru, SPG –seperti istri saya. Kini jenis sekolah ini sudah tidak ada lagi.

Latar belakang ekonomi keluarga di desa membuatnya tidak mampu masuk universitas. Kebetulan, tahun itu pemerintah membuka Universitas Terbuka (UT). Jadilah Hanif mahasiswa UT angkatan pertama. Ia mengambil jurusan administrasi negara. Lalu mengambil S-2 di UI dan S-3 di Universitas Padjadjaran Bandung. “Penelitian kuantitatif dengan metode survei skala Likert sebenarnya tidak meneliti apa-apa,” katanya. Mereka hanya meneliti indikator-indikator konsep saja. 

Baca juga: Rindu Abah Anton

Responden diminta pendapat sangat setuju setuju, kurang setuju, tidak setuju sangat tidak setuju terhadap indikator-indikator konsep. Prof Hanif berkarir di UT. Ia ikut berperan mengembalikan UT menjadi universitas sebenarnya. Awalnya UT hanya semacam ”event organizer”: merekrut dosen non UT untuk semacam ”buka lapak” di UT. Setelah itu UT punya dosen sendiri. Hanif juga berperan dalam mewajibkan mahasiswa membeli modul pelajaran. Tidak lagi suka-suka. 

Itu bisa membuat tingkat drop out turun dari 40 persen menjadi sekitar 20 persen. Ia juga yang mengharuskan mahasiswa UT mengikuti perkuliahan secara terstruktur dan terbimbing. Tidak lagi suka-suka. Ini yang membuat kualitas lulusan UT meningkat. Hanif orang yang tekun. Juga dalam penelitian. Peneliti, katanya, jangan meneliti fakta empiris kualitas pelayanan suatu lembaga pemberi pelayanan. Itu mengakibatkan yang diteliti hanya persepsi responden.

Dalam praktik Anda sudah tahu: peneliti hanya minta responden mengisi pilihan ganda: sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju atas pernyataan dari indikator-indikator kualitas pelayanan. Peneliti juga tidak meneliti fakta empiris kepuasan masyarakat. Jadi, penelitian begini ini tidak meneliti fakta empiris. Mereka  tidak meneliti fakta empiris kualitas pelayanan. Juga tidak meneliti fakta empiris kepuasan masyarakat.

Baca juga: Pelesiran Orang Kaya

Misalnya penelitian kuantitatif soal kepuasan terhadap tempat parkir. Pertanyaan 1: Tersedia tempat parkir yang aman dan memadai. Sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju. Kuesioner itu, tidak minta responden memberi informasi faktual kepada peneliti: Apakah mempunyai tempat parkir yang aman dan memadai. Kuesioner itu, hanya minta responden memberi opini (sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju).

Lantas, dengan otak atik gatuk, pakai statistik, disimpulkanlah kualitas pelayanan (x) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan masyarakat (y). “Itu yang pak Dahlan Iskan dalam bahasa satire menyebutnya sebagai kebenaran baru,” ujar Prof Hanif. Kebenaran baru itu, katanya, sebenarnya kebenaran kosong. Ia dibangun berdasarkan persepsi, tidak berdasarkan fakta. 

Kalau pendapat Prof Hanif tersebut benar maka kita jadi tahu bahwa bapak kebenaran baru adalah pencipta penelitian kuantitatif. Kalau peneliti kuantitatif disebut sebagai guru kebenaran baru dan para buzzer sebagai muridnya terlihatlah bahwa di zaman ini murid telah lebih hebat dari gurunya. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Eks MenkominfoKebenaran SemuMantan Rektor ITSMohamad NuhProf HanifSemu BenarUniversitas terbukaUT

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Slank

Slank Luncurkan Poppies Liquid Vape

10 September 2021 21:40
Laba Drop 24 Persen, Usaha Keluarga Bakrie Defisit Rp19,47 Triliun

Laba Drop 24 Persen, Usaha Keluarga Bakrie Defisit Rp19,47 Triliun

26 Mei 2024 21:45
Petugas menghentikan pengendara yang masih melintas saat pembatasan mobilitas di Jalan Komjen M Yasin, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021). (dok.antara)

63 Akses Keluar Masuk di Jabodetabek Ditutup, Berikut Lokasinya

2 Juli 2021 22:10
Adik Presiden Joko Widodo, Idayati. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Mei, Adik Presiden Jokowi Menikah dengan Ketua Mahkamah Konstitusi

22 Maret 2022 23:10
Pelayaran Nasional

Pelayaran Nasional Rampingkan Nominal Saham, Telusuri Jadwalnya 

17 Februari 2022 12:27
Kedoya

Makin Seksi, Emtek Group Pinang 66 Persen Saham Kedoya

9 September 2021 19:47
Integra Indocabinet

Perhatian! Ini Jadwal Dividen Integra Indocabinet Rp41 Miliar

20 Juli 2022 14:57
Katie Price

Katie Price Kecelakaan

30 September 2021 07:45
Austindo Nusantara

Austindo Nusantara Alihkan 39,80 Juta Saham Treasuri

20 Desember 2021 11:20
Anggota grup idola SEVENTEEN harus menjalani isolasi mandiri akibat temuan kasus COVID-19 dan menunda segala bentuk promosi "comeback" album "Your Choice".

SEVENTEEN Tour di 12 kota di AS

17 Mei 2022 08:59

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu