indoposnews.co.id – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) per 31 Maret 2023 mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi Rp60,22 triliun. Perusahaan swasta mendominasi dibanding institusi BUMN. Swasta sebesar Rp32,17 triliun, dan BUMN mencapai Rp28,05 triliun.
Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi Pefindo Niken Indriarsih mengatakan sektor industri bubur kertas, tissue (pulp & paper), dan multifinansial cenderung menerbitkan obligasi untuk modal kerja atau ekspansi. Selain itu, juga untuk melakukan refinancing utang jatuh tempo.
Baca juga: Dominasi Pasar, Pefindo Catat Rekor Tertinggi Penerbitan EBUS
Sektor industri bubur kertas dan tisu akan menerbitkan obligasi Rp11,6 triliun dari 4 perusahaan. Lalu, multifinance sejumlah Rp7,9 triliun dari 9 perusahaan. Secara keseluruhan pasar utang baik sisi pemerintah, dan korporasi terus meningkat. Sedang surat utang korporasi masih sangat baik.
Sejauh ini minat investor terhadap instrumen surat utang BUMN cukup baik khususnya sektor keuangan seperti keuangan dan perusahaan pembiayaan. “Berdasar pantauan tim, setiap hari masih ada dari top 5 surat utang aktif diperdagangkan setiap hari salah satunya biasa terselip BUMN, tapi kecenderungan BUMN sektor keuangan,” tegas Suhindarto, Ekonom Pefindo.
Baca juga: Paling Top! Pefindo i-Grade Sajikan Return 21,45 Persen
Ada perhatian mengenai tingkat kredibilitas surat utang terbitan perusahaan BUMN. Itu karena ada salah satu perusahaan mengalami kesulitan. Sedang perusahaan swasta mulai butuh dana segar untuk ekspansi, dan refinancing. Bahkan beberapa perusahaan cukup percaya diri melakukan refinancing. ”Secara keseluruhan perusahaan masih tetap wait and see karena ada fase Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, dan tantangan ekonomi global,” imbuh Kreshna Dwinanta Armand, Analis Pefindo. (abg)

























