Indoposonline.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan level psikologis 6.000. Itu setelah Indeks tidak sukses mengonfirmasi rebound sebagai prasyarat utama. Indikator Stochastic memasuki area jenuh jual dengan pergerakan MACD masih negatif meski memiliki kondisi undervalue.
Secara teknikal Indeks gagal mengkonfirmasi rebound setelah terlihat pulled back MA5, MA20, dan break out support level. Dengan begitu, Indeks secara teknikal berpotensi kembali bergerak tertekan. ”Sepanjang perdagangan kali ini, Indeks akan menguji level support 5.926, dan resisten 5.991,” Lanjar Nafi, Equity Technical Analyst Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia, Selasa (27/4).
Baca juga: Pendapatan Wintermar Turun Menjadi USD43,37 Juta
Sejumlah saham dapat dicermati secara teknikal antara lain Adhi Karya (ADHI), Adaro Energy (ADRO), Aneka Tambang (ANTM), Harum Energy (HRUM), Vale Indonesia (INCO), PT PP (PTPP), Surya Citra Media (SCMA), Sri Rejeki Isman (SRIL), Unilever (UNVR), Wijaya Karya (WIKA), Waskita Karya (WSKT), Waskita Beton (WTON).
Mereview perdagangan Senin (26/4), Indeks tergerus 0,86 persen atau 52.04 poin ke level 5.964.82. Saham sektor keuangan tekor 1,85 persen, Infrastruktur ambles 1,29 persen, dan Industri Dasar terkoreksi 1,29 persen memimpin pelemahan hingga akhir sesi perdagangan.
Baca juga: Waw, Kota Solo Bangun Miniatur Masjid Agung Termegah Uni Emirat Arab
Optimisme investor mulai rapuh terhadap keberhasilan vaksinasi global dengan angka kasus Covid-19 menurun menjadi faktor utama. Investor asing melakukan aksi jual sebesar Rp226.57 miliar. Saham-saham perbankan paling banyak dilepas investor asing.
Misalnya, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terpangkas 2,59 persen, Bank Mandiri (BMRI) susut 2,85 persen, dan Bank Tabungan Negara (BBTN) turun 3,37 persen. Investor beralih ke Amerika Serikat (AS) terdampak produk domestik bruto (PDB) negara Paman Sam pada kuartal pertama tahun ini diekspektasi meningkat lebih cepat pada fase pemulihan.
Baca juga: Mantul, Pandemi Trisula Koleksi Laba Bersih Rp1,14 Triliun
Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia kembali bervariasi. Indeks Nikkei naik 0,36 persen, TOPIX surplus 0,17 persen, Indeks Hang Seng minus 0,43 persen, dan CSI 300 turun 1,13 persen. Yuan darat menguat 0,1 persen menjadi 6,489 per dolar Amerika Serikat (USD). Yen Jepang menanjak 0,1 persen menjadi 107,73 per USD.
Bursa Eropa menguat serentak. FTSE 100 London surplus 0,35 persen atau 24,56 poin menjadi 6.963,12 poin. IBEX 35 Spanyol terangkat 0,97 persen atau 83,30 poin menetap 8.701,90 poin. CAC 40 Prancis terkerek 0,28 persen atau 17,58 ke posisi 6.275,52 poin. DAX 30 Jerman bangkit 0,11 persen atau 16,72 poin menjadi 15.296,34 poin.
Baca juga: Astra Manjakan Pemegang Saham dengan Dividen Rp87 Per Lembar
Laporan pendapatan positif perusahaan pertambangan dan real estate mengimbangi laporan kerugian pada perusahaan otomotif dan perbankan melandasi pergerakan cenderung moderate Eropa. Selanjutnya, investor masih akan menanti keputusan bank sentral Jepang dan hasil pertemuan FOMC hingga laporan PDB AS diperkirakan rilis dengan pertumbuhan lebih cepat dari perkiraan. (abg)