Indoposonline.NET – PT Jasa Marga (JSMR) sepanjang kuartal pertama 2021 mencatat Ebitda Rp1,93 triliun. Naik 1,74 persen atau sekitar Rp33 miliar dari periode sama 2020. Selain itu, Jasa Marga juga mencatat pendapatan usaha Rp2,76 triliun atau meningkat 0,80 persen dari kuartal I tahun 2020. Angka itu, dari kontribusi pendapatan tol Rp2,54 triliun atau naik 0,36 persen dari periode sama 2020.
Itu terjadi seiring pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru, dan pendapatan usaha lain Rp215,60 miliar, tumbuh 6,23 persen dari kuartal I 2020. Di samping itu, di tengah mulai beroperasi jalan tol baru, dan kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian sejumlah konstruksi proyek jalan tol, Jasa Marga mampu menjaga laba bersih kuartal I Rp161,84 miliar. Total aset tumbuh 1,51 persen dari kuartal pertama 2020 sebesar Rp105,66 triliun.
Baca juga: Rudi Tanoe Kembali Borong Saham Zebra Nusantara Rp10,59 Miliar
Pada akhir Januari 2021, perseroan mengoperasikan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) Seksi 3A (Ruas Simpang Yasmin-Simpang Semplak) sepanjang 2,85 Km. Itu melengkapi Seksi 1 sampai dengan Seksi 2B telah beroperasi sebelumnya dari Sentul Selatan hingga Simpang Yasmin. Jalan Tol BORR memiliki total panjang 13,3 dengan seksi akhir yaitu seksi 3B Simpang Semplak-Junction Salabenda sepanjang 2 Km, ditargetkan akan dibangun pada awal 2023.
Untuk mendukung transformasi, berbagai terobosan solutif dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi pada semua level dan lini bisnis dibangun dan dikembangkan Roadster Jasa Marga, sebutan untuk para karyawan Jasa Marga Group, secara resmi diluncurkan pada hari jadi Jasa Marga tersebut.
Baca juga: Nasib Obligasi Konversi Adi Sarana Tergantung OJK
Dua inovasi bidang operasional, perseroan meluncurkan aplikasi Travoy 3.0 dan Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) sebagai wujud nyata komitmen Jasa Marga dalam melakukan continuous improvement, dan inovasi bidang teknologi. Pengguna jalan dapat mengunduh aplikasi Travoy 3.0 yang berfungsi sebagai asisten digital untuk membuat perjalanan di jalan tol lebih aman dan nyaman dengan fitur daftar tarif tol, panic shake, hingga derek online yang masih terus dikembangkan ke depan.
Sedang, untuk JMTC merupakan pengembangan dari Traffic Information Center menjadi Command Center berfungsi sebagai pusat pengendali lalu lintas yang berbasis pada Intelligent Transportation System. Melalui JMTC, Perseroan berkoordinasi dengan para stakeholder (Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR) untuk pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas serta penegakan hukum berbasis IT di jalan tol.
Baca juga: Terbangi Australia, Garuda Indonesia Maksimalkan Rute via Sydney
Tidak hanya untuk stakeholder eksternal, perseroan juga meluncurkan inovasi di bidang Human Capital, untuk terus dapat meningkatkan kompetensi dan kinerja Roadster Jasa Marga yaitu Internet Of Things Laboratory sebagai pusat riset dan pengembangan inovasi untuk mendukung bisnis perusahaan di masa depan dan peluncuran modul learning terbaru yaitu Gamification, metode pembelajaran yang dikemas dalam bentuk game digital berupa snake ladder.
Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang layanan transaksi, layanan konstruksi, layanan lalu lintas hingga layanan tempat istirahat (rest area) juga secara konsisten terus diperbaiki, dan ditingkatkan perseroan. Secara periodik perseroan melakukan pekerjaan pemeliharaan periodik dan rekonstruksi hingga perbaikan dan perkuatan jembatan di sejumlah jalan tol Jasa Marga Group, melaksanakan rekayasa lalu lintas baik untuk mendukung operasional libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021 maupun mendukung pengamanan pekerjaan proyek, melakukan relokasi Gerbang Tol Pondok Gede Timur 2 hingga mengoperasikan gerbang tol sementara akses keluar tol Cileunyi.
Baca juga: Medco Energi Berbalik Untung USD3,29 Juta
Pada layanan rest area, perseroan meresmikan 12 masjid di rest area tersebar seluruh Indonesia. Keberadaan masjid merupakan elemen penting bagi pelayanan di rest area, karena merupakan fasilitas untuk beribadah bagi pengguna jalan singgah, dan beristirahat di rest area.
Selain itu, perseroan juga mendukung percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dengan penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area. Hingga akhir Kuartal I Tahun 2021, terdapat total 4 SPKLU terdapat di rest area dikelola PT Jasamarga Related Business, yakni di Rest Area KM 207 A Jalan Tol Palikanci, Rest Area KM 379 A Jalan Tol Batang-Semarang, serta Rest Area KM 519 A dan KM 519 B Jalan Tol Solo-Ngawi.
Baca juga: Jamin 10 Ribu Outlet Pertashop, Asuransi Tugu Jalankan Ini
Perseroan juga berkomitmen hadir membantu masyarakat butuh bantuan saat terjadi sejumlah bencana melanda Indonesia awal 2021. Perseroan menerjunkan tim relawan, dan menyalurkan bantuan pada korban bencana banjir Gunung Mas, Bekasi dan Karawang pada Januari, dan Februari 2021. Lalu, mengevakuasi dan membantu distribusi bantuan sosial kepada korban gempa bumi di Mamuju pada Februari 2021. Jasa Marga sebagai Koordinator Bencana Wilayah Jawa Barat juga mendukung penuh Program Donor Plasma BUMN untuk Indonesia diselenggarakan pada Februari 2021. (abg)



























