• Redaksi
Jumat, Oktober 23, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home headline Olahraga

Nasib Satdion Qatar

abu by abu
27 November 2022 05:27
Stadion Qatar

RAKSASA - Pemain Jepang kala menjebol gawang Jerman. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – MENULIS Piala Dunia? Tidak bisa. Tidak ada lagi yang tersisa. Saya juga tidak terlalu peduli Piala Dunia kali ini. Pukul 17.00, dan 20.00 WIB saatnya menulis untuk Disway. Yang saya tahu, bisa jadi orang Jawa lama menyebut negara itu kotor. Bukan Qatar. Itu karena dalam huruf Arab tulisan Qatar terdiri dari tiga huruf yang oleh orang desa di Jawa disebut kop, tok, dan ro’. Bacanya: kotor.

Maka menjelang Piala Dunia Qatar itu, ada kampanye khusus bagaimana cara mengucapkan Qatar dalam bahasa Jawa –ups, dalam bahasa Inggris. Bagi orang Qatar itu tidak masalah. Negara itu biasa diucapkan dengan banyak jenis nama: Catharaai, Catara, Qitar, Katar, Qataar. Artinya: tanah kosong, tak berpenghuni. Mereka juga tidak terlalu pusing dengan hari kemerdekaan: menyatakan merdeka pada 1 September 1971.

Diberi kemerdekaan oleh Inggris pada 3 September 1971, tapi memperingati hari kemerdekaan tiap 18 Desember. Yang jelas orang Qatar 25 kali lebih kaya dari orang Indonesia. Atau dua kali lebih kaya dari rata-rata orang Amerika. Atau Jerman. Pendapatan per kapitanya sekitar USD 120.000. Berapa lama lagi Qatar bisa tetap semakmur sekarang? Yang mampu membiayai Piala Dunia termahal dalam sejarah –saya sampai lupa angkanya itu?

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Korban Gempa Cianjur

Cadangan gas alam Qatar masih belum habis dalam 125 tahun ke depan. Biar pun diproduksi dalam skala masif seperti sekarang. Cadangan gasnya itu ada di tengah laut, di tengah Selat Hormuz, di kedalaman laut 3.000. Jumlah cadangan gas alamnya tidak usah saya sebut. Agar tidak membuat Qatar riya’. Tentu Qatar terus berdoa agar Iran tetap mendapat sanksi Amerika: agar tidak punya kemampuan investasi di bidang gas dalam jumlah besar.

Mengapa? Sumur gas Qatar itu begitu luasnya, di bawah laut sana, sampai mencapai wilayah laut Iran. Maka Iran sebenarnya juga bisa menyedot gas itu dari wilayahnya. Dari arah timur. Sekuat Iran sekali pun. Sekarang ini gas Iran itu ikut kesedot Qatar. Iran tidak mungkin bisa bikin tembok pembatas di ”danau gas” yang maha luas itu di kedalaman 3000 meter. Sebaliknya kalau Iran kelak mampu menyedot gas itu besar-besaran, gas milik Qatar kesedot Iran. 

Mereka bisa saling sedot-sedotan. Qatar menyedot dari barat, Iran menyedot dari timur. Tinggal siapa lebih kuat menyedot. Saat ini, Iran sudah mulai ikut menyedot. Kecil-kecilan. Untuk rakyat Iran. Tiap rumah di Iran dapat aliran gas lewat pipa ke dapur masing-masing. Toh kalau Iran mampu menyedot lebih dari itu tidak bisa juga menjual ke negara lain. Diblokade Amerika Serikat. Iran bisa memperpanjang pipa gas ke Pakistan yang haus energi. 

Baca juga: Para Pengabdi

Atau masuk ke Afghanistan yang miskin. Tapi itu akan membuat Amerika marah besar. Untuk menjual ke negara lain, Iran harus mengubah gas itu menjadi gas-cair (LNG). Membangun instalasi LNG itu sangat mahal. Teknologinya juga sangat tinggi. Tanpa kerja sama dengan Barat, atau Jepang, sulit dilakukan. Tapi Iran nekat. Iran mencoba membangun sendiri instalasi LNG di dekat pantai menghadap ke Qatar. Instalasi itu sekarang, mestinya, sudah jadi.

Sewaktu saya ke sana sekian tahun lalu sedang dikerjakan. Amat pelan. Saya lihat ada alat berat bertulisan made in Amerika di proyek LNG tersebut. Mungkin alat berat sisa lama yang masih bisa diperbaiki. Kalau Iran bisa membantu energi untuk Pakistan (dan Afghanistan), kemiskinan dua negara itu bisa teratasi. Tentu ada yang takut kalau Pakistan dan Afghanistan bangkit. Maka Qatar nyaris sendirian menyedot danau gas terbesar di dunia itu. 

Padahal, penduduk Qatar hanya 11-12 dengan Singapura. Bahkan yang ber KTP Qatar hanya separonya: sekitar 2,5 juta orang. Selebihnya orang asing: banker, eksekutif, konsultan, dan buruh kasar. Beberapa orang Indonesia bekerja di tambang minyak dan gas di sana. Maka membangun 8 stadion baru untuk Piala Dunia tidak ada artinya. Termasuk pun bila salah satunya akan langsung dibongkar begitu Piala Dunia selesai.

Baca juga: Pecundangi Argentina, Seluruh Pemain Arab Saudi Bawa Pulang Rolls Royce Phantom

Mungkin Pak Jokowi bisa merayu Raja Qatar untuk memindahkannya ke Kanjuruhan. Daripada dipindah ke Uruguay. Pak Jokowi bisa saja berjanji tidak akan mengalahkan sepak bola Qatar sepanjang stadion itu masih berdiri. Pun kalau tim Indonesia masuk Piala Dunia kelak: tidak akan berlaku seperti Equador yang sampai hati mempermalukan Qatar 0-2 di depan Rajanya sendiri, di acara pembukaan pula.

Memang Sinegal juga mempermalukan Qatar di pertandingan berikutnya (1-3), tapi itu hanya malu tambahan. Tidak sengaja. Senegal menang karena terpaksa. Agar Sadio Mane, hehe, mau kembali ke Liverpool yang kelimpungan gara-gara ia pindah ke Bayer Munchen. Stadion yang akan langsung dibongkar itu, Anda sudah tahu: Stadion 974. Unik. Terbuat dari 974 kontainer. Jangan-jangan krisis kontainer dua tahun lalu itu akibat Piala Dunia ini.

Saya sebenarnya mau ikut mempersoalkan FIFA hingga organisasi sepak bola dunia itu menunjuk Qatar sebagai tuan rumah. Tidak masuk akal. Apalagi sampai menggeser jadwal Liga Inggris, dan Liga lainnya seluruh dunia. Bulan November-Desember enak-enaknya nonton bola Eropa. Justru digeser Qatar. Kalau mau Qatar seharusnya tetap Juli. Agar Qatar memikirkan bagaimana membangun AC yang bisa mendinginkan seluruh negara.

Baca juga: Wishnu! Bintangnya Bintang 

Tapi yang mempersoalkan itu sudah terlalu banyak. FIFA bergeming. Saya harus move on. Saya justru bersyukur Piala Dunia di Qatar. Setidaknya bisa merukunkan dua tetangga nyaris perang: Qatar vs Saudi Arabia. Bayangkan kalau rencana gila Arab Saudi itu dilaksanakan: daratan dua negara Arab itu akan dipisahkan laut. Waktu sengit-sengitnya konflik itu Saudi sudah merencanakan menggali perbatasan dengan Qatar. Sepanjang perbatasan. Selebar 120 meter. 

Jadilah Qatar sebuah pulau terpisah kecil. Ia bukan bagian darat Semenanjung Arabia. Penerbangan dihentikan. Jalan darat terputus. Visa tidak dikeluarkan. Untunglah konflik mereda. Galian itu diurungkan. Kalau tidak, tim sepak bola Arab Saudi bisa ribet menuju stadion Qatar. Harus disediakan sampan kecil untuk menyeberang. Itu kalau Qatar tidak membiakkan buaya di laut pemisah. Kalau tim raksasa Argentina kalah 1-2 dari tim Arab Saudi itu terpaksa. 

Itu bukan untuk mempermalukan Lionel Messi, tapi sekadar meledek Qatar. Sebenarnya, Arab Saudi sudah siap kalah. Rolls-Royce untuk para pemain Saudi itu, hehe, bisa disiapkan Qatar. Biar ada teman malu. Bahwa Saudi tetap membelikan Rolls-Royce pada setiap pemain itu karena harga semua Rolls-Royce, berikut semua pemainnya, masih lebih murah dari harga satu orang Messi. Soal Jepang mengalahkan raksasa Jerman itu juga terpaksa.

Baca juga: Para Bintang KTT G20 

Jerman selama ini memilih beli gas dari Rusia. Jepang membeli LNG dari Qatar. Rusia dianggap mencaplok pulau-pulau Kuril di utara Jepang. Maka berlaku hukum konflik: lawannya lawan adalah teman lawan. Jepang harus mengalahkan Jerman. Harus 1-2. Harus mirip Saudi mengalahkan Argentina. Sama-sama harus kena penalti dulu di babak pertama. Jerman sebenarnya sudah membaca itu. Yakni ketika mendapat penalti di babak pertama. 

Ini akan senasib dengan Argentina. Cak Lontong buru-buru membakar kemenyan di dekat gawang Jerman. Ketika pemain Jepang tiba-tiba sampai dekat gawang, kiper Jerman lagi sibuk menyingkirkan dupa itu. Ia lupa dalam ancaman seperti itu, seorang kiper tidak merunduk. ”Pelatih mana pun sulit menjelaskan mengapa saat seperti itu seorang kiper tidak berdiri tegak,” ujar seorang analis di Eropa. Dengan kekalahan itu, seluruh mata tertuju pada Inggris dan Brasil.

Tapi football Inggris tidak bisa mengalahkan soccer AS. Berarti tersisa satu: Brasil. Atau dua: Spanyol. Kan tidak mungkin Tiongkok. Setiap kali Piala Dunia Tiongkok pusing. Hanya jadi penonton. Kehadirannya di stadion Qatar hanya diwakili Wanda dan Mengniu, dua pengiklan utama di Piala Dunia. Xi Jinping boleh memenangkan tiga periode. Tiongkok juga boleh mengalahkan ekonomi Amerika. Tapi belum bisa ada gambaran kapan Tiongkok masuk level Piala Dunia. Jadi, kita tidak malu-malu amat. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Arab SaudiargentinaGempa JermanJepangNasib Stadionpiala dunia 2022QATAR

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Kudeta Myanmar

Dakwaan Berlapis-lapis, Karier Politik Suu Kyi Bisa Tamat

12 April 2021 17:56
crazy rich Malang dan Juragan 99 Gilang Widya Pramana (istimewa)

Dari Zero Menjadi Hero, Berikut Saksi Hidup Perjalanan Juragan 99

18 Juni 2021 23:45 - Updated on 19 Juni 2021 00:57
OJK

Ini Alasan OJK Perketat Pendirian Bank Baru 

24 Agustus 2021 11:27
Hensel Davest

Divestasi 179,2 Juta Saham Hensel Indonesia, Davest Investama Raup Rp14,33 Miliar

25 Juli 2022 15:27
liburan natal dan tahun baru

Satgas COVID-19 : PPKM Darurat Bisa Diperpanjang dengan Catatan!

13 Juli 2021 20:23
Vale Eksekusi Transaksi USD10,84 Juta, Tengok Detailnya

Vale Eksekusi Transaksi USD10,84 Juta, Tengok Detailnya

5 Juli 2024 12:27
Afghanistan

Cegah Krisis Kemanusiaan Afghanistan, ini yang Dilakukan PBB

13 September 2021 12:28
Tasya kamila

Pesan Tasya Kamila untuk Para Pelajar

22 Agustus 2021 22:12
Tangkapan Layar Dari Jendela SMP (indoposonline.NET/ ist)

Joko dan Wulan Berantem, Ada Apa?

15 Juli 2021 17:00
Mandala Multifinane

Perkuat Modal, Mandala Multifinance Jajakan Obligasi Rp650 Miliar

17 November 2021 09:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu