indoposnews.co.id – Bank Central Asia (BBCA) per 30 Juni 2024 menyalurkan total kredit Rp850 triliun alias melejit 15,5 persen secara tahunan. Pertumbuhan total kredit tersebut berada di atas rata-rata industri. Laba bersih naik 11,1 persen menjadi Rp26,9 triliun.
Pertumbuhan itu, ditopang ekspansi pembiayaan secara berkualitas, peningkatan volume transaksi, dan pendanaan. Kredit bisnis tumbuh solid, baik segmen korporasi maupun UMKM. Peningkatan juga terjadi di segmen kredit konsumer, ditopang pelaksanaan BCA Expoversary 2024,” tegas Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur Bank Central Asia.

Baca juga: Delapan Sektor Drop, IHSG Tinggalkan Level 7.300
Kredit korporasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi per Juni 2024, naik 19,9 persen mencapai Rp388,6 triliun. Kredit komersial tumbuh 7,9 persen menjadi Rp127,8 triliun, dan kredit UKM melejit 12,7 persen hingga menyentuh Rp114,4 triliun. Portofolio kredit konsumer meningkat 13,6 persen menjadi Rp210,2 triliun.
Itu didorong penyaluran KPR surplus 10,8 persen mencapai Rp126,9 triliun, dan pertumbuhan KKB 18,4 persen menjadi Rp62,1 triliun. Kenaikan outstanding pinjaman konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) tercatat 20,2 persen mencapai Rp17,8 triliun. Penyaluran kredit sektor-sektor berkelanjutan, termasuk investasi pada obligasi hijau, dan kredit dengan skema sustainability linked loans tumbuh 9,3 persen menyentuh Rp198 triliun setara 23,2 persen dari total portofolio pembiayaan.
Baca juga: Lanjut! Bakrie Brothers Obral 9,5 Miliar Saham VKTR Mobilitas

Konsisten mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik, BCA telah menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik sekitar Rp1,5 triliun, tumbuh 2 kali lipat secara YoY. BCA juga kembali menghadirkan program Kredit Multiguna Usaha #KaMUKartini, dengan bunga spesial mulai 3,21 persen per tahun untuk perempuan pengusaha. Penyaluran Kredit Multiguna Usaha #KaMUKartini meningkat 250 persen secara tahunan.
Perbaikan kualitas pinjaman BCA mengiringi soliditas pertumbuhan kredit. Rasio loan at risk (LAR) tercatat 6,4 persen, turun dibanding edisi sama tahun lalu 9 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) berada di angka 2,2 persen. Rasio pencadangan NPL 190,2 persen, dan LAR 71,2 persen. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 5 persen menjadi Rp1.125 triliun.
Dana giro dan tabungan (CASA) berkontribusi 82 persen lebih dari total DPK, tumbuh 5,8 persen mencapai Rp915 triliun. Total frekuensi transaksi BCA naik 21 persen mencapai 17 miliar alias tumbuh 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Khusus kanal digital, frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking mencapai 14,8 miliar, naik 24 persen. (abg)


























