indoposnews.co.id – PT Kobexindo Tractors (KOBX), penyedia alat berat terintegrasi, berhasil membukukan pendapatan bersih USD119,32 juta, meningkat 134 persen dibanding periode sama 2020 yaitu USD50,97 juta. Capaian itu, merupakan kinerja terbaik dalam tiga tahun terakhir sebelum pandemi.
Katalisator positif lonjakan itu, bersumber dari lonjakan harga komoditas batu bara, dan mineral di pengujung 2020. Lompatan harga itu, memicu para produsen tambang untuk kembali beroperasi, dan meningkatkan produktivitas melalui pembelian alat berat, baik untuk menambah armada maupun peremajaan unit.
Baca juga: SIG Gondol Dua Penghargaan dalam Ajang Top CSR Awards 2022
”Segmen penjualan unit alat berat terdiri dari alat berat pertambangan, dan non-tambang menjadi kontributor terbesar. Segmen itu, meraih penjualan USD89,99 juta atau 75,42 persen dari total pendapatan secara konsolidasi,” tutur Andry B. Limawan, Direktur Utama Kobexindo Tractors.
Pertumbuhan pendapatan Kobexindo pada penjualan alat berat tambang, dan non-tambang berhasil tumbuh 205,01 persen sepanjang 2021. Kontribusi positif lain juga dibukukan empat segmen lain seperti penjualan suku cadang, perbaikan dan kontraktor pertambangan, sewa alat berat, dan sewa bangunan. Segmen suku cadang membukukan USD16,09 juta atau setara kontribusi 13,48 persen terhadap pendapatan.
Baca juga: Sepekan Melejit 1,09 Persen, IHSG Jangkau Posisi 7.078,76
Kemudian, segmen jasa perbaikan, dan kontraktor pertambangan sepanjang 2021 membukukan pendapatan USD7,70 juta atau setara 6,46 persen terhadap total pendapatan. Sedang segmen sewa alat berat tercatat USD4,84 juta atau setara 4,05 persen, dan sewa bangunan tercatat USD701 ribu atau setara 0,59 persen terhadap pendapatan secara konsolidasi.
Sebagai salah satu upaya memperkuat struktur dan portofolio pendapatan, pada 2021 Kobexindo telah menambah lini usaha yakni penjualan, perbaikan, penjualan suku cadang untuk heavy duty truck Mercedes-Benz, dan kontraktor pertambangan. ”Kobexindo berupaya untuk terus meningkatkan kinerja dengan memanfaatkan peluang-peluang terbaik. Baik itu, penambahan lini produk maupun jasa untuk memperkuat bisnis inti kami yakni penjualan alat berat,” ulas Andry.
Baca juga: Dear Investor! Simak Ini Jadwal Dividen Bank Saudara Rp158,51 Miliar
Soliditas pertumbuhan pendapatan berdampak positif terhadap kenaikan laba Kobexindo. Pada akun laba kotor, perseroan berhasil membukukan USD22,38 juta. Angka itu, menandakan adanya pertumbuhan laba kotor 167 persen dibanding pendapatan pada 2020 lalu yaitu USD8,38 juta. Efeknya, Kobexindo berhasil membalik kerugian laba usaha tahun 2020 dari minus USD5,97 juta menjadi USD16,41 juta alias melesat 374,87 persen. Nilai tersebut diperoleh setelah mengurangi beban-beban, dan mendapat tambahan dari pendapatan operasi lainnya.
Laba sebelum pajak juga turut tumbuh signifikan, yaitu dari minus USD9,65 juta menjadi USD13,78 juta atau meroket 242,79 persen. Pertumbuhan itu, mendorong perolehan laba dapat dialokasikan kepada pemilik induk USD13,52 juta, setelah tahun 2020 lalu mengalami rugi USD10,46 juta atau melangit 229,25 persen.
Baca juga: Aset Meledak 866 Persen Jadi 25,05 Triliun, Simak Ini Penjelasan Bukalapak
Pertumbuhan kinerja sepanjang 2021 juga berdampak pada kas dan aset perseroan. Pada laporan arus kas dari aktivitas operasi, Kobexindo membukukan penerimaan dari pelanggan USD115,90 juta. Angka itu tumbuh 137 persen dibanding tahun sebelumnya yakni USD48,89 juta. Dengan begitu, perseroan membukukan kas bersih dari aktivitas operasi USD47,90 juta, lebih besar 424,52 persen dibanding edisi sama 2020 yaitu minus USD14,76 juta.
”Hingga akhir 2021, Kobexindo berhasil meningkatkan posisi kas dan setara kas menjadi USD4,68 juta, naik 173,68 persen dari periode sama 2020 di kisaran USD1,71 juta. Sedangkan total aset meningkat 2,64 persen menjadi USD116,53 juta. Sehingga memberi fundamental solid untuk meneruskan pertumbuhan berkelanjutan pada 2022,” jelas Andry.
Baca juga: Wir Asia Permanenkan Harga IPO Rp168 per Lembar
Pencapaian laba bersih tumbuh signifikan pada 2021 tersebut membuka peluang bagi manajemen untuk melakukan pembagian deviden. Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas dukungan, dan kepercayaan terhadap Kobexindo selama ini. (abg)


























