indoposnews.co.id – Bukalapak.com (BUKA) memfasilitasi pinjaman sejumlah Rp170,6 juta. Pinjaman itu, dibanderol bunga 0,3 persen per bulan. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada Maret 2022 mendatang. ”Transaksi pinjaman kepada karyawan untuk keperluan pembayaran pajak atas saham program Share Appreciation Right (SAR),” tutur Muhammad Rachmat Kaimuddin, Direktur Utama Bukalapak.com, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/9).
Fasilitas kredit tersebut digelontorkan untuk 17 karyawan. Pinjaman yang diberikan beragam. Paling kecil sebesar Rp261.388, dan terbesar RpRp38.237.195. Berikut nama-nama karyawan penerima fasilitas kredit tersebut. Arfandi Wijaya Rp38.237.195, Anudeep Pendem Rp24.271.657, Ghiffary Yuthian Rp896.181, Raden Brahmastro Rp4.294.213. Felicia Gunadi Rp11.202.303, Fairuza Ahmad Iqbal Rp746.823, Felix Saputra Rp2.800.576.
Baca juga: Refinancing, Jababeka Jajakan Obligasi Global USD350 Juta
Lalu, Atmaji Haryo Wiryawan Rp261.388, Dessia Rp1.829.710, Rizza Maulana Rp1.493.637, Nagea Astiarini Delaya Rp2.800.576, Anindita Rp2.800.576, Satria Rindra Rasiputra Rp8.588.430, Andika Pratama Rp35.772.688, Mochamad Haris Rp7.169.478, Hadi Saloko Rp16.243.343, dan Abishek Balaji Rangadorai Rp11.202.303.
Berdasar Pasal 6 POJK No.42/2020, transaksi pemberian pinjaman hanya wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat pada akhir hari kerja ke-2 setelah tanggal transaksi afiliasi mengingat jumlah pinjaman berdasar perjanjian pinjaman tidak melebihi Rp5 miliar. (abg)



























