indoposonline.net – Sebuah talkshow inspiratif ditengah pandemi digelar Gerakan Kreatif Nasional (Gekrafs). Talksahow yang dipandu Ferry Ardiansyah, Kadiv Inkubator Talenta Gekrafs dan dan Cakra Yudi Putra Kabid VII Gekrafs tersebut mengangkat tema Hari Film Nasional.
Digelar pada Selasa, (30/3) deretan aktor dan aktris serta pengiat perfilman nasional hadir dalam Gekrafs Talk. Mereka diantaranya Prilly Latuconsina, Manoj Punjambi, Marcella Zalianty, sutradara Benny Setiawan, sutradara Helfi Kardit dan beberapa aktor muda lainnya.
Kawendra Lukistian, Ketua umum Gerakan Kreatif Nasional (gekrafs) dalam pembukaannya mengemukakan, Hari Perfilman Nasional merupakan momen bagi seluruh pekerja kreatif untuk duduk bersama melahirkan ide kretaif ditengah pandemi COVID-19.
Baca juga : Datangi Jokowi, ini Permintaan Pelaku Industri Film
”Ini moment yang sangat membanggakan bagi gekrafs, bersama teman-teman secara virtual ngobrol santai,” ujarnya.
Melalui Gekrfas Talk, semua pekerja kreatif khususnya para insan perfilman nasional dan anggota Gekrafs bisa memberikan sumbang saran, melakukan beragam kegiatan yang positif tentunya dengan prokes kesehatan untuk membangkitkan industry perfilman nasional. ”Kita bisa menyatukan semangat dan spirit dan dijadikan mometum untuk menyemangati kita semua,” jelasnya
”Disini ada adik-adik. Mudah mudahan ada manfaatnya yang bisa di highlight, disini kita mengendapankan sprit untuk terus berkarya,” sambungnya
Lebih lanjut dikemukakan kawendra, masa pandemi COVID-19 merupakan sebuah tantangan yang luar biasa untuk bisa tetap bertahan dan melahirkan sebuah karya. Di masa pandemi, kemampuan dan ide kreatif dalam melahirkan karya di uji untuk bisa tertap bertahan dan survive melewati ujian.
Baca juga : Imbau Masyarakat Tidak Mudik, ini Sentuhan Sandiaga Uno Bantu Pariwisata
”Bagaimana insan kreatif ditantang untuk di uji, dan pada akhirnya setelah melewati ujian ini. kita semua bisa melahirkan karya yang positif bagi industry perfilman nasional,” tegasnya.
Hari Film Nasional diperingati setiap 30 Maret. Tanggal tersebut diambil dari hari pertama produksi film Darah dan Doa (Long March of Siliwangi) karya Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail, tahun 1950. Mengutip Instagram resmi Direktoral Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, berangkat dari semangat Usmar Ismail itulah perjalanan industri film di Indonesia kemudian terus meningkat, termasuk perkembangan film anak bangsa yang sudah banyak diproduksi sejak 1950.
Mengutip Instagram resmi Direktoral Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, berangkat dari semangat Usmar Ismail itulah perjalanan industri film di Indonesia kemudian terus meningkat, termasuk perkembangan film anak bangsa yang sudah banyak diproduksi sejak 1950. (mid)