Indoposonline.NET – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menghabiskan biaya Rp1,4 miliar untuk menerangi 572 warga Pulau Raijua, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Efeknya, pulau berbatasan dengan Australia itu, menyala 24 jam.
Dana itu, untuk menambah mesin 700 kVA, Kubikel, pembangunan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 0,7 kms, dan pemasangan trafo 50 kVA. Layanan listrik 24 jam itu, menyala tepat pada HUT ke-76 RI. Perubahan pola layanan dari 12 jam menjadi 24 jam dilakukan di Desa Ledeke, sejumlah desa sekitar di Pulau Raijua. ”PLN terus berusaha meningkatkan kualitas layanan kelistrikan kepada masyarakat. Listrik tidak hanya memberi penerangan, lebih dari itu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Agustinus Jatmiko.
Baca juga: Luncurkan NOBUNEO, Nobu Bank Tawarkan Ini
Selain melayani menyala 24 jam, PLN terus mendukung pertumbuhan bauran energi terbarukan di Raijua. Sejak 17 Agustus 2021, PLN mengubah sistem menjadi hybrid antara PLTS kapasitas 150 kWp, dan PLTD Raijua. Tengan begitu, berkontribusi 18-25 persen untuk energi hijau PLTS di Pulau Raijua.
Tentu kehadiran listrik 24 jam disambut gembira 572 warga Pulau Raijua. Yakob Kiha Uly, salah satu warga Pulau Raijua mengapresiasi kehadiran PLN telah mendukung kehidupan warga. Ia antusias dengan layanan listrik yang bisa dinikmati secara penuh. ”Kami sangat senang dan terima kasih PLN telah melayani listrik 24 jam,” ungkap Yakob. Sementara itu, Camat Raijua, Titus B. Duri mengatakan, listrik menyala 24 jam akan mendorong pertumbuhan ekonomi. ”Saya bersama seluruh masyarakat Raijua berterima kasih PLN telah menyalakan listrik 24 jam,” ucap Titus. (abg)