Indoposonline.NET – PT BFI Finance Indonesia (BFIN) berkomitmen menaikkan tingkat pemahaman masyarakat terhadap sektor keuangan. Karena itu, perusahaan kembali menggelar hajatan literasi keuangan bagi ratusan pelaku usaha bertema Pintar Memanfaatkan Teknologi sebagai Solusi Keuangan Masa Kini.
”Kami mengajak pelaku usaha menjadi penggerak ekonomi dan mencapai kesejahteraan finansial dengan cara cerdas dan penuh kewaspadaan. Saat ini, transaksi digital semakin diminati, dan dibutuhkan. Oleh karena itu, kami konsisten mengedukasi masyarakat mengenai masalah keuangan, pengenalan lembaga jasa pembiayaan, produk, dan fitur pada produk jasa pembiayaan, berikut berbagai risikonya,” tutur Sutadi, Direktur Bisnis BFI Finance.
Baca juga: Karyawan BUMN WFH
Berdasar hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, tingkat literasi keuangan Indonesia mencapai 38,03 persen. Indikatornya terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku. Untuk wilayah perkotaan tingkat literasi mencapai 41,41 persen. Sementara tingkat literasi masyarakat pedesaan hanya 34,53 persen.
Sebagai perusahaan dengan visi menjadi mitra solusi keuangan terpercaya, dan turut berkontribusi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat, BFI Finance berharap mampu mendorong tingkat literasi keuangan. ”Agar pelaku usaha mampu membuat keputusan keuangan lebih tepat merencanakan finansial keluarga, dan usaha. Dengan begitu, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan finansial dapat diraih,” tegas Sutadi.
Baca juga: Investor Cerna Sejumlah Rencana The Fed, IHSG Bergerak Sideway
CEO Pinjam Modal, financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending, Herman Handoko menyebut ragam produk jasa keuangan melalui fintech. Praktik P2P lending sangat marak di masyarakat karena kemudahan proses dan prosedur. Namun, masyarakat harus mengetahui mana P2P lending legal dan tidak, apa manfaat menjadi konsumen, dan dampaknya.
Nah, Pinjam Modal memberi sejumlah fasilitas keuangan. Salah satunya, modal usaha untuk online UMKM, yakni sebuah fasilitas dana produktif untuk mendukung para pelaku UMKM Indonesia. Melalui layanan Pinjam Modal, data-data konsumen, dan transaksi dilengkapi sistem keamanan sesuai standar ISO 27001. Syarat pengajuan dari konsumen sangat mudah yaitu cukup KTP dan memiliki toko online. ”Selain itu, setiap pengajuan pinjaman akan diproses cepat, hanya butuh beberapa detik, karena kami fokus pada kepuasan konsumen dan pemenuhan kebutuhan pelaku usaha sesegera mungkin,” ucap Herman.
Baca juga: Pandemi, Jasa Armada Tabur Dividen Final Rp64 Miliar
Pinjam Modal dikelola PT Finansial Integrasi Teknologi, anak usaha BFI Finance. Pinjam Modal terdaftar, diawasi OJK, dan telah berizin OJK per 19 Mei 2020. ”Saya akhirnya paham perbedaan perusahaan pembiayaan dan bank. Pinjol mana tergolong aman dan terpercaya. Dulu saya kadang bingung karena banyak sekali perusahaan menawarkan berbagai macam produk keuangan,” aku Juni Pramono, peserta dari Kota Surakarta. (abg)


























