Euro menguat 0,5 persen pada 1,1095 dolar dan menyentuh level tertinggi sejak awal Maret. Pejabat dari kedua sisi konflik Ukraina-Rusia bertemu lagi untuk pembicaraan damai, tetapi mereka mengatakan posisi mereka tetap berjauhan.
Rubel Rusia naik di perdagangan Moskow dan sedikit melemah di pasar luar negeri. Di bursa asing, tawaran rubel ditunjukkan pada 96 per dolar dan diperdagangkan pada 104, turun 3,9 persen.
Dolar Australia yang sensitif terhadap komoditas naik 1,2 persen terhadap dolar AS.
Harga minyak melonjak 8,0 persen pada Kamis (17/3/2022) dengan fokus baru pada kekurangan pasokan dalam beberapa minggu mendatang karena sanksi terhadap Rusia.
Baca Juga : Keren! Ini Yang Dilakukan BI NTB Sosialisasikan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah
Euro naik terhadap pound Inggris dan mencapai level tertinggi sejak awal Februari. Bank sentral Inggris (BoE) menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan, tetapi melunakkan bahasanya tentang perlunya kenaikan lebih lanjut.
Pasar uang memperkirakan kurang dari 120 basis poin untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun.
Dolar turun 0,1 persen terhadap yen Jepang. Pada Kamis (17/3/2022) pagi, Gubernur bank sentral Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan inflasi Jepang tidak mungkin mencapai target bank sentral sebesar 2,0 persen, sekalipun memperhitungkan kenaikan biaya energi, membuat kasus untuk menjaga kebijakan moneter sangat longgar.



























