• Redaksi
Jumat, Oktober 23, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BSI Aceh

abu by abu
17 Juni 2023 05:27
BSI Aceh

HEBOH - Layanan BSI Aceh sempat lumpuh. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – HEBOH BSI belum berujung. Ada heboh baru di Aceh. Bank umum sudah telanjur dihapus di sana. Di Aceh. Total. Sejak tahun lalu. Yang ada tinggal bank syariah –didominasi Bank Syariah Indonesia (BSI). Pun ketika saya ke Aceh Jumat-Sabtu lalu. Kisah-kisah bagaimana  sempat tidak bisa belanja diceritakan siapa saja. Mereka sudah kadung bergantung ke uang digital. Sehingga ketika sistem di bank BSI runtuh, kapan itu, muncullah musibah masal.

Kini muncul heboh baru: perlukah bank umum dihidupkan kembali. Idenya muncul dari lembaga resmi perwakilan rakyat. Dari Ketua DPR Aceh: Saiful Bahri. Ia menegaskan perlunya peraturan tahun 2018  itu ditinjau kembali. Saiful biasa disapa dengan Pon Yaya. Ia lahir di Cot Seutui, Kuta Makmur, dekat Lhokseumawe, Aceh Utara. Masih muda. Baru 45 tahun. Dari Partai Aceh, partai lokal didirikan para tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

Pon Yaya pernah menjadi panglima GAM di Aceh Utara. Pon itu singkatan Ampon. Itu bahasa setempat untuk gelar adat di sana: Teuku. Aturan dimaksud yaitu Aceh No 11/2018. Tentang lembaga keuangan syariah. Kanun memberi waktu transisi 5 tahun. Setelah itu tidak boleh lagi bank umum beroperasi di Aceh. Maka sejak Januari 2022, semua bank umum cabut dari Aceh. Kalau saya tidak ke Aceh Jumat lalu tidak tahu kalau ada heboh baru bank syariah di sana. Heboh baru soal lama.

Baca Juga

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

Transformasi Underwriting Berbasis Data

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

Baca juga: Nilam Aceh 

Pro-kontra bank syariah kembali mendominasi wacana publik di sana. Memang ada pro-kontra yang lain:  apakah jabatan pelaksana tugas gubernur akan diperpanjang. Tapi soal bank syariah lebih seru. BSI kini mendominasi Aceh karena sejarah. Mereka awalnya nasabah Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank BNI. Tiga bank utama itu memiliki layanan syariah dengan nama mereka masing-masing. Ketika ketiganya merger menjadi BSI otomatis mereka menjadi nasabah BSI.

Masih ada tiga bank syariah lain: Bukopin Syariah, Bank Aceh Syariah (Bank Pembangunan Daerah), dan BCA Syariah. Tapi nasabah mereka kecil. Maka begitu sistem teknologi BSI down, Aceh nyaris lumpuh total. Semula dikira hanya lumpuh satu atau dua jam. Ternyata sehari penuh. Masih ditambah hari kedua. Hari ketiga. Hari keempat, dan hari kelima. Bayangkan hebohnya. Jumat lalu itu saya dijemput tiga doktor dan tiga dokter dari USK di Bandara Sultan Iskandar Muda. Banda Aceh. 

Tiga dokter lagi berproses menjadi spesialis penyakit dalam. Tiga-tiganya hanya punya rekening bank BSI. Selama BSI bermasalah mereka terpaksa pinjam uang orang tua yang masih menyimpan uang kontan. Atau pinjam teman. Saya juga makan siang dengan seorang dokter spesialis, Tionghoa, kelahiran Aceh, lulusan FK USK (Universitas Syiah Kuala), juga hanya punya rekening BSI. Dua teman makan lainnya, pengusaha Tionghoa, kelahiran Aceh sejak kakek mereka, juga punya rekening BSI.

Baca juga: Aceh Memang Istimewa

“Kenapa tidak punya rekening BCA Syariah?” Ternyata, kata mereka, rekening BCA Syariah tidak terkoneksi dengan sistem di BCA konvensional. Sama-sama syariah pilih BSI. Kalau sekarang muncul usulan perlunya bank umum dihidupkan kembali, pertimbangannya bukan soal keandalan sistem BSI. Ada persoalan lain: seberapa syariahkah bank syariah itu. Anda sudah tahu: biar pun perjanjian (akad) bank syariah itu memenuhi kriteria syariah, tapi praktiknya mirip bank umum. 

Misalnya, soal meminjam uang bank syariah. Perjanjiannya pinjam uang, untuk modal, dengan sistem bagi hasil. Kita yang berusaha. Bank syariah yang membiayai. Kalau usaha itu menghasilkan, labanya dibagi dua. Anda tidak perlu membayar bunga. Anda cukup menyisihkan sebagian laba ke bank yang memberi modal. Berapa bagian masing-masing disesuaikan dengan perjanjian. Apakah praktiknya betul-betul demikian? Bagi hasil? Sama sekali tidak.

Lalu bagaimana kalau usaha itu rugi? Apakah ada bagi rugi? Juga tidak. Tetap saja jaminan disita bank syariah –dengan istilah apa pun. Pertanyaan lebih ilmiah: apakah bank syariah (saja) akan bisa menggerakkan ekonomi Aceh. Pertanyaan itu belum saatnya dijawab. Hilangnya bank umum di Aceh baru berlangsung satu tahun. Belum cukup bukti untuk menilai. Tidak bisa, misalnya, Aceh kini berstatus provinsi termiskin kedua seluruh Sumatera dikaitkan dengan hilangnya bank umum.

Baca juga: Sang Suhu

Terlalu banyak parameter memengaruhi kemajuan satu provinsi. Termasuk kepemimpinan daerah di provinsi itu. Tentu dengan data setahun terakhir setidaknya ahli-ahli ekonomi di Unsyiah –ups, USK, bisa membuat proyeksi. Apa yang akan terjadi lima tahun ke depan –setelah tidak ada bank umum. Berapa pertumbuhan ekonomi Aceh. Kapan Aceh tidak lagi menjadi termiskin kedua. Lapisan masyarakat intelektual Aceh tentu tidak akan bisa menerima: kok Aceh termiskin. 

Bagaimana bisa gudang intelektual tapi miskin. USK dimotori intelektual Aceh, sudah terbukti bangkit. Universitas provinsi termiskin kedua itu tidak otomatis menjadi terjelek kedua. Fakultas kedokteran dengan 21 jurusan pendidikan spesialis. Sama sekali bukan seperti universitas di provinsi termiskin kedua. Pro-kontra bank syariah harus diwasiti fakultas ekonomi (FE) USK. FE USK bisa menyajikan dua model masa depan ekonomi Aceh: dengan dan tanpa bank umum.

Baca juga: Sihir Putri 

Seperti apa ekonomi Aceh 10 tahun mendatang. Lalu, kalau perlu di-referendum-kan: apakah perlu mengundang kembali bank umum. Agar jangan hanya jadi keputusan politik elite. Di masa depan, ideologi lama menjadi sangat tidak penting. Ideologi paling laku, kelak, hanyalah satu: ideologi kemakmuran. Kemakmuran dunia dan akhirat. Tidak bisa hanya akhirat. 

Bank ”syariah only” Aceh, akan menjadi laboratorium hidup perjalanan kemakmuran Aceh. Ini laboratorium penting bagi kita. Kalau gagal, anggap saja rakyat telah jadi korban laboratorium itu. Mungkin ekonom syariah marah dengan alinea terakhir itu. Tapi bentuk marah terbaik adalah: buktikan, dengan bank syariah only, Aceh bisa makmur. (Dahlan Iskan)

Tags: Aceh OnlyBank UmumBSI AcehLumpuhPada CabutPerlu Bank UmumTinjau Lagi

Berita Terkait

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5
Ekonomi

Kampanye Telur Baik dari ICFA Sapa Pengunjung PIM 5

2026/10/21
Transformasi Underwriting Berbasis Data
Ekonomi

Transformasi Underwriting Berbasis Data

2026/09/29
Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif
Ekonomi

Anker eufy Breast Pump S1 Pro Cocok untuk Ibu Aktif

2026/09/25
Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN
Ekonomi

Jin Jiang Hotels Akselerasi Ekspansi ASEAN

2026/09/25
Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius
Ekonomi

Luxpawn Buka Lounge Kedua, Jajakan Pembiayaan Aset Bernilai Prestisius

2026/09/17
SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”
Ekonomi

SNADA Indonesia 2026 Perkenalkan “Suara dan Nada dari Indonesia Timur”

2026/09/04

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
HOTS Championship

Waw, Transaksi HOTS Championship Season IV Mirae Asset Sekuritas Rp19 Triliun

7 Juli 2021 21:36 - Updated on 8 Juli 2021 19:40
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06

Pilihan Redaksi

Meroket 146 Persen, Natura City Tabulasi Pendapatan Rp89 Miliar

Meroket 146 Persen, Natura City Tabulasi Pendapatan Rp89 Miliar

23 April 2024 07:27
78 Tahun Berkarya, OT Group Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

78 Tahun Berkarya, OT Group Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI

18 Agustus 2026 11:27
Ilustrasi - Seorang pria berpose dengan patung Oscar di tangannya dalam pameran "Meet The Oscars" di Grand Central Station, New York.

Oscar Wajibkan Tes PCR dan Bukti Vaksinasi

18 Februari 2022 14:40
indosiar

Sambut Ramadan, Berikut Program Religi yang Disiapkan indosiar

2 April 2021 05:49
Bintraco

Lagi, Paulus Totok Buang 23,5 Juta Saham Bintraco Dharma Rp2,93 Miliar

25 September 2022 11:57
Roda Vivatex

Lepas 2,5 Juta Saham Roda Vivatex, Sutiadi Bungkus Duit Rp20 Miliar

22 Juni 2022 14:27
Wijaya Karya

Tuntaskan Tol Serang Panimbang, Wijaya Karya Suntik Modal WSP Rp100 Miliar

19 Mei 2022 08:40
Bungkam Waskita, Bukaka Sodorkan Kreditur Baru

Bungkam Waskita, Bukaka Sodorkan Kreditur Baru

27 Februari 2024 18:27
Merdeka Copper Gold

Jumbo! Investor Singapura Gulung 1,34 Miliar Saham Merdeka Gold Rp5,82 Triliun 

5 Januari 2023 09:27
Superstar Bollywood Shah Rukh Khan tampil Umang 2022

Tampil Didepan Publik, Shah Rukh Khan Hibur Polisi India

27 Juni 2022 21:09

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu