Indoposonline.net – Kekhawatiran orang tua akan menurunnya daya tahan tubuh anak berpuasa terjawab. Dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals meyakinkan orang tua untuk tidak perlu takut daya tahan tubuh anak menurun saat anak berpuasa . ”Kunci utama menjaga anak tetap bugar dan daya tahan tubuhnya tetap kuat adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” ujarnya di Jakarta. Jumat (16/4).
Tentunya, dipastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai saat sahur dan berbuka puasa saat anak berpuasa . ”Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak saat sahur dan berbuka puasa,” papar dr. Muliaman.
Baca juga : Di Bulan Puasa, Menperin : Mari Kita Belanja dan Konsumsi Produk Industri Dalam Negeri
Terkait daya tahan tubuh anak, riset menunjukkan bahwa orang tua saat ini memang sudah semakin menyadari efek positif nutrisi pada kesehatan dan daya tahan tubuh anak mereka, termasuk kesadaran akan pentingnya asupan nutrisi yang sehat. Survei daring Morinaga Chil*Go! di akhir Februari 2021 menunjukkan hampir 85% ibu di Indonesia menjadikan asupan nutrisi menjadi prioritas mereka selama pandemi COVID-19, dan bahkan lebih dari 86% mengaku sangat ketat memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk anak setiap hari.
“Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan nutrisi mikro (vitamin dan mineral) agar setiap proses biologis yang terjadi dalam tubuhnya dapat berjalan dengan optimal,” katanya.

Baca juga : Bulan Puasa Artis Berinisial JS Kesandung Narkotika, Siapa Dia?
Oleh karenanya, selain nutrisi di atas perlu juga dilengkapi dengan beberapa nutrisi yang diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuhnya, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik.
”Penting bagi orang tua memastikan agar anak mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkannya pada saat sahur dan berbuka puasa,” lanjut dr. Muliaman.
Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan sedangkan prebiotik adalah sejenis serat yang menjadi sumber makanan bakteri baik termasuk probiotik agar bisa tumbuh, berkembang dan bekerja dengan efisien. Saat pemberian prebiotik, kadar bakteri dalam saluran pencernaan menjadi seimbang, sehingga nutrisi yang diperoleh tubuh dapat diserap dengan baik dan juga bisa merangsang sistem imunitas tubuh. Penyerapan nutrisi yang baik kemudian bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal, meskipun anak sedang belajar berpuasa, baik setengah hari, maupun seharian penuh bagi anak yang sudah lebih besar.
Baca juga : Cegah Pandemi, ini 4 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Staycation di Bulan Puasa
Salah satu jenis prebiotik yang diakui secara ilmiah adalah serat pangan inulin. Secara alami, serat pangan inulin dapat ditemukan pada berbagai buah-buahan, sayuran, umbi-umbian seperti Chicory Root.
“Efek menguntungkan serat pangan inulin terutama berperan di usus besar. Usus adalah organ terbesar untuk membantu sistem pertahanan tubuh. Manfaat inulin sebagai nutrisi yang esensial selain untuk kesehatan saluran cerna dan imunitas tubuh juga berdampak positif pada kesehatan di kemudian hari yaitu mengurangi risiko obesitas, penyakit radang usus, dan alergi,” jelas dr. Muliaman. (rim/kar)
Baca juga : Tips Menggunakan Sepeda Motor saat Berpuasa



























