Indoposonline.NET – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat PT Polytama Propindo (PLTM) dan obligasi I tahun 2020 idBBB+. Pefindo juga menegaskan peringkat idBBB+(sy) sukuk I tahun 2020. Prospek peringkat perusahaan stabil.
Polytama berencana melunasi obligasi I/2020 seri A dan sukuk I/2020 serie A akan jatuh tempo dengan nilai total sekitar USD19,4 juta dengan kas internal. Per 31 Maret 2021, Polytama memiliki kas dan setara kas USD22 juta.
Baca juga: Asing Borong Saham Rp239 Miliar, IHSG Mentas dari Zona Merah
Obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan memadai memenuhi komitmen keuangan jangka panjang. Kemampuan itu, akan terpengaruh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi. Tanda tambah (+) menunjukkan peringkat itu, relatif kuat di atas rata-rata kategori bersangkutan. Akhiran (sy) mengindikasikan peringkat memenuhi prinsip Syariah.
Peringkat perusahaan mencerminkan posisi pasar Polytama memuaskan industri petrokimia domestik, integrasi vertikal kuat, dan periode piutang relatif rendah dibanding perusahaan sejenis. Peringkat itu, dibatasi leverage keuangan agresif, fleksibilitas keuangan lemah, dan eksposur terhadap volatilitas harga komoditas.
Baca juga: Percepat Ekonomi, KAI Kerjasama dengan Mandiri
Pefindo dapat menaikkan peringkat jika Polytama mampu meningkatkan posisi pasar dengan cara berhasil melaksanakan rencana belanja modal, sekaligus memperkuat profil keuangan secara berkelanjutan, terutama struktur permodalan, dan proteksi arus kas.
Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo berpandangan profil keuangan Polytama terus memburuk karena marjin profitabilitas lebih rendah dari ekspektasi, disebabkan melemahnya permintaan untuk produk petrokimia, harga bahan baku lebih tinggi dari perkiraan, dan kapasitas ekspansi industri petrokimia.
Baca juga: Mata Uang Kripto Dilarang di Indonesia
Peringkat juga dapat diturunkan jika perusahaan berutang lebih tinggi dari proyeksi untuk membiayai ekspansi, dan kebutuhan modal kerja, sehingga profil keuangan menjadi lebih agresif. Polytama, perusahaan petrokimia berdiri pada 1993. Perusahaan itu, memiliki pabrik polypropylene di Balongan, Jawa Barat, terletak dekat kilang pertamina, berkapasitas 300 ribu metrik ton per tahun. Polytama memakai merek Masplene untuk produk polypropylenenya.
Per 31 Maret 2021, pemegang saham perusahaan PT Tuban Petrochemical Industries 80 persen, dan Pasio Investment B.V. 20 persen. PT Tuban Petrochemical Industries merupakan anak perusahaan PT Pertamina 51 persen, Kementerian Keuangan 47 persen, dan PT Pertamina Pedeve Indonesia 2 persen. (abg)


























