indoposnews.co.id – Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street kembali ditutup melemah. Dow Jones melepuh 152 poin (0,43 persen) pada posisi 34.879, S&P 500 minus 21 poin (0,46 persen) menjadi 4.493, Nasdaq terkoreksi 38 poin (0,25 persen) ke posisi 15.248, dan EIDO menguat 0,18 poin (0,85 persen) pada level 21.37.
Kondisi itu, membuat indeks Dow Jones mencatat penurunan empat hari beruntun. Kekhawatiran investor terhadap penyebaran varian delta berpotensi menghambat proses pemulihan ekonomi. Sikap hati-hati investor menjelang pertemuan The Fed untuk menentukan nasib tapering menjadi sentimen negatif utama penekan indeks. Di sisi lain, data klaim pengangguran lebih baik dari ekspektasi mampu sedikit memberikan sentimen positif di pasar.
Baca juga: Campakkan Eximbank, Yanaprima Alihkan Kredit Rp77 Miliar ke BCA
Pada Kamis waktu setempat, sejumlah emiten penerbangan salah satunya American Airlines menurunkan proyeksi pendapatan pada kuartal tiga tahun ini. Itu seiring penyebaran varian delta yang membuat permintaan jasa penerbangan mengalami penurunan. American Airlines memprediksi pendapatan turun 28 persen dibanding periode sama 2019, atau 8 persen lebih rendah dari proyeksi sebelumnya hanya mengharap penurunan 20 persen.
Sementara itu, berdasar data departemen tenaga kerja, jumlah klaim pengangguran baru mingguan berakhir pada 4 September tercatat 310 ribu lebih sedikit dari sebelumnya 345 ribu, dan konsensus memprediksi akan ada klaim baru mingguan 335 ribu. Continuing Claim berakhir pada 28 Agustus juga turun 22 ribu menjadi 2.78 juta klaim.
Baca juga: Tunjang Bisnis, Kioson Bentuk Anak Usaha Baru
Menurut Mino, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas koreksi indeks bursa Wall Street akan menjadi sentimen negatif pasar. Di sisi lain, lompatan sejumlah komoditas seperti nikel, timah, emas, dan batu bara berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG). Karena itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support level 6.025, dan resistance level 6.115. Sejumlah saham laik beli antara lain ADRO support Rp1.340, resisten Rp1.390, BBNI support Rp5.325, resisten Rp5.475, RALS support Rp640, resisten Rp670, dan SCMA support Rp1.930, resisten Rp2.000. (abg)