• Redaksi
Kamis, Januari 15, 2026
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks
No Result
View All Result
indoposnews.co.id
No Result
View All Result
Home Headline Utama

Gurun Berbisik

abu by abu
10 Maret 2023 05:27
Kota Neom

Dahlan Iskan terdampar di proyek Kota Neom. FOTO - ISTIMEWA

Share on FacebookShare on Twitter

indoposnews.co.id – SELALU ada juru selamat yang datang. Di mana-mana. Juga di Neom. Inilah kota baru impian besar putra mahkota Mohamad bin Salman. Yang saya begitu ingin melihatnya. Yang diselamatkan: anak Siti Khalisnah Iskan binti Nyai Sareh binti Kiai Hasan Ulama. Ia  lagi ke Neom untuk pembaca Disway –minus perusuhnya. Saya tiba di Neom dengan mobil barang: dianggap sebagai salah satu barang yang harus dikirim perusahaan logistik. Mobilnya jenis Hiace yang sudah dimodifikasi.

Saya diturunkan di Neom, bagian kota baru paling ramai: ada kios Dunkin’ Donut, sandwich, dan kios burger di sebelahnya. Lalu ada tenda, dan meja kursi. Ada kantor logistik. Ada toilet. Ada musala. Di tengah-tengahnya ada gasebo bulat. Pembeli makanan, dan kopi bisa duduk-duduk di situ. Ada empat TV di tengah. Menghadap ke segala sudut. Untuk nobar. Saya beli kopi satu gelas: 10 riyal. Coffee late. Gelas kecil. Saya teringat perusuh Disway: ini kalau dibelikan kopi sachetan bisa untuk satu RT. 

Yang penting saya punya alasan ikut duduk di situ. Saya harus berpikir tenang: selanjutnya saya harus bagaimana. Di sekitar lokasi itu hanya ada padang pasir. Gunung batu. Dan angin kencang. Di sebelahnya ada highway. Sibuk. Kendaraan berat bercampur mobil-mobil jenis off-road. Mobil yang mengangkut saya sudah pergi. Bersama barang antaran lainnya. Barang beneran. Saya terjebak di kesunyian. Kesunyian amat bising. Berdebu. Berderu. Otak saya lebih berdebu lagi. Saya harus ke mana. Pakai apa.

Baca Juga

Dari Desa untuk Prestasi: Mendes Yandri Saksikan Final Dramatis Liga Desa 2026 di Boyolali

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

Baca juga: Tuah F1 Danau Toba

Tempat ini hanya semacam rest area. Saya harus istirahat tapi mestinya tidak di tempat seperti ini. Saya sudah 12 jam naik bus dari Madinah. Ke arah utara. Lalu naik mobil antar-barang itu 1,5 jam. Sudah lebih 1.000 km saya melewati gurun, dan gunung batu. Dan kini berhenti di tengah gurun bergunung. Yang membuat saya tenang: ada uang cukup di dompet. Istri saya memasukkan sejumlah riyal ke situ sebelum berpisah di Madinah. Yang bikin tenang lainnya: ada yang jual makanan. Minuman. 

Ada tenda, ada kursi, ada toilet, ada musala. Yang sangat penting: ada colokan listrik. Tidak takut kehabisan baterai. Komunikasi bisa terjaga. Pun bisa menulis untuk Disway. Nikmat mana lagi yang masih harus didustakan. Yang saya tidak bisa berdusta: saya diliputi kekhawatiran. Bahasa Arab saya juga parah untuk daerah di begini pelosok. Kalau saya berbahasa Inggris hanya dijawab gelengan kepala. Saya harus segera keluar dari jebakan ini. Tapi bagaimana caranya. Lebih khawatir, saya belum menulis naskah Disway. 

Belum juga memilih komentar pilihan. Lalu saya ingat uang di dompet. Tenang lagi. Matahari kian tegak di atas ubun. Terik. Silau. Tapi tidak panas. Angin kencang mengembuskan udara sejuk. Sesekali raja udara itu juga membadaikan debu berpasir. Saya pilih menulis dulu. Soal yang paling gampang: datangnya juru selamat Adani. Lalu memilih komentar. Mungkin komentar yang masuk terlalu sore tidak sempat terpilih. Setelah semua itu selesai saya baru bisa berpikir tenang: harus ke mana dan naik apa.

Baca juga: Budaya Korporasi

Saya lihat ada bus besar Saptco datang, dan berhenti di sebelah burger. Juru selamat datang. Saya ingin menyelesaikan pemilihan komentar dulu baru ke sana. Lalu saya melekaskan langkah menuju bus. Pintu sudah tertutup kembali. Mesin tetap berbunyi. Saya ketok pintu itu. Tak ada jawaban. Mungkin sopirnya ke toilet. Toh mesin masih menyala. Saya mengenal baik bus Saptco. Terkenal di Arab Saudi. Lama sekali  saya tunggu di dekat bus. Tidak ada juga orang muncul. 

“Di mana sopirnya?” tanya saya kepada sopir truk asal Bangladesh yang mau beli kopi. “Mungkin tidur. Ini bus untuk angkut karyawan,” tambahnya. Rupanya ia melihat saya membawa tas. Ternyata bus itu bukan penyelamat. Saya kembali duduk di “pujasera” rest area padang pasir itu. Satu jam berlalu. Mesin bus tetap menyala. Terdengar suaranya. Sopirnya tiada. Dua jam berlalu. Tiga jam. Mesin tetap menyala. Saya mulai mengail di padang pasir. Setiap ada mobil datang, membeli makanan, saya lempar umpan: boleh ikut?

“Ke mana?” tanya seorang bule. Namanya Kenny. Asal Glasgow selatan Skotlandia. Namanya mengingatkan saya pada bintang sepak bola dari sana: Kenny Dalglish. “Ke mana saja. Yang penting keluar dari sini”. Ia pergi. Tapi memberi nomor HP. “Kalau ada kesulitan hubungi saya,” katanya sambil berlalu. Ia buru-buru. Terikat jam kerja di proyek kota baru ini. Ada lagi yang lain datang. Tidak sempat menjawab. Yang lain lagi menggelengkan kepala. Sampai orang ke-15. Target orang ke-15 meleset.

Baca juga: Bahasa Penyandera

Saya harus bersabar. Pasti akan datang orang baik. Saya sudah menenangkan pikiran untuk siap yang terjelek: bagaimana harus bermalam di padang pasir ini. Toh ada toilet. Ada musala. Ada roti selebar payung kecil di tas kresek. Ada air. Mungkin hanya dingin. Angin kencang. Saya tidak boleh takut sebagaimana ancaman hujan dan badai di Cikeusik. Sabar. Kuncinya sabar. Setelah lima jam bersabar, datanglah juru selamat yang sesungguhnya. Anak muda. Berwajah Pakistan. 

Ia membuka laptop, dan menyeruput air putih dari botol plastik. Namanya Zahid Raja. Kerja di proyek Neom. Ia menginterogasi saya: bagaimana bisa tiba di kota yang sedang diaduk-aduk tanahnya ini. Ia sendiri belum banyak tahu Neom. Baru satu bulan di situ. Ternyata saya pernah ke kampungnya di Punjab. Itu membuat pembicaraan lebih akrab. Datang pula seorang muda berwajah Tionghoa. Saya sapa dengan bahasa Mandarin. Ternyata ia dari Hangzhou. Saya sapa lagi pendatang baru. Bule. Dari Jerman.

Baca juga: Takdir Eliezer

Gazebo itu penuh. Orang dari berbagai penjuru dunia ada di situ. Mereka bekerja di proyek kota baru Neom. Mereka makan siang. Akhirnya si Pakistan membawa saya ke satu tempat 15 km dari situ. Mobilnya Hyundai. Ada hotel di situ. Tapi sudah penuh dikontrak jangka panjang oleh kontraktor Neom. Di pinggir laut Merah nun di sana juga ada beberapa hotel bintang lima. Sama. Penuh. Untuk eksekutif proyek Neom. Inilah kota baru dengan panjang 200 km, dan lebar 100 km. Memanjang di pantai Laut Merah sisi utara. 

Dekat dengan Teluk Aqabanya Jordania. Neom lebih dekat ke Petra daripada ke Makkah. Kota Neom akan menjadi kota wisata terbesar di Timur Tengah. Ini misi Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Truk, kontainer, doser, ekskavator mondar-mandir sibuk sekali. Tidak ada taksi. Lokasi kota baru ini sengaja dipilih di situ karena sejarahnya. Atau legendanya. Di kawasan inilah Lawrence of Arabia berlokasi. Di pantai ini pula Nabi Musa naik dari laut Merah yang ia belah dengan tongkatnya. (Dahlan Iskan)

Tags: Gurun PasarKota BaruKota NeomMBSMuhammad bin SalmanProyek RaksasaPutra MahkotaTersesat

Berita Terkait

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri langsung pertandingan final Liga Desa 2026 yang digelar di Lapangan Songgo Langit, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2026)
News

Dari Desa untuk Prestasi: Mendes Yandri Saksikan Final Dramatis Liga Desa 2026 di Boyolali

2026/01/14
Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun
Ekonomi

Rebranding e’Batarapos, BTN Target Dana Murah Rp5 Triliun

2026/01/11
Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar
Ekonomi

Simak! Ini Jadwal Saham Bonus Jaya Makmur Rp525,36 Miliar

2026/01/11
Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)
Ekonomi

Lagi! UBS Buang 289,62 Juta Grup Bakrie (BUMI)

2026/01/11
Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-
Ekonomi

Obligasi Chandra Asri Kantongi Rating idAA-

2026/01/11
Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar
Ekonomi

Antam Habiskan Biaya Eksplorasi Rp245,76 Miliar

2026/01/11

Populer

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

Simak! Ini Perbedaan kuliah Administrasi Perkantoran dan Administrasi Bisnis

6 Januari 2022 15:59
Ade Jona Prasetyo

Sosok Ayah Inspirasi Ade Jona Prasetyo Raih Kesuksesan

25 Oktober 2021 13:24
Karnaval SCTV

Karnaval SCTV Digelar di Bogor, Catat Tanggal, dan Intip Para Bintangnya

15 Juli 2022 11:11
Lucy In The Sky

Kendalikan Lucy In The Sky, Ini Bisnis yang Digeluti Delta Wibawa Bersama

23 April 2022 13:27
Jumpa pers PT.HDI menyingkapi kasus hukum yang menimpa JE di kantor PT. HDI di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/7)I

Langgar Kode Etik, HDI Hentikan Keanggotaan JE

8 Juli 2022 19:10
we Tv (Foto : ist)

WeTV Rilis Fitur Sewa Konten WeTV Original

30 April 2022 00:16
istimewa

Dari Game Mobile Legend, Zeva Christian Buktikan Gen Z Bisa Hasilkan Cuan Miliaran

26 September 2023 16:27
Kertas Basuki Rachmat

Kejagung Sita Aset Kertas Basuki Rachmat Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen 

22 Maret 2022 12:00
King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

King Kevin, Sosok di Balik Suksesnya Planet Gadget yang Suka Bikin Konten Motivasi di Tiktok

2 Desember 2022 15:06
Allo Bank

Gemar Transaksi, Ali Gunawan Koleksi 7,95 Juta Saham Bank Milik Chairul Tanjung

2 Februari 2022 18:27

Pilihan Redaksi

BRI Agroniaga

Perkuat Modal, BRI Agro Fokus Transformasi Bisnis Digital

10 April 2021 23:08 - Updated on 11 April 2021 03:08
nasi Gila

Lima Varian Nasi Gila Untuk Petualang Kuliner

25 September 2021 06:49
Sumber Global Obral Saham Bonus Rp561 Miliar, Ini Rinciannya

Sumber Global Obral Saham Bonus Rp561 Miliar, Ini Rinciannya

22 Mei 2024 11:27
IHSG

Market Fluktuatif, Dana Asing Kabur Rp53,21 Triliun 

28 Juni 2025 17:23
Melorot 49 Persen, Induk RCTI Dulang Laba Rp1,03 Triliun

Melorot 49 Persen, Induk RCTI Dulang Laba Rp1,03 Triliun

16 April 2024 06:27
Gempa - indoposnews.co.id

Aceh di Goyang Gempa Magnitudo 5,6

31 Juli 2022 10:49
Prima Cakrawala

Kantongi Kredit Rp16 Miliar, Prima Cakrawala Restrukturisasi Utang Anak Usaha

9 September 2021 21:00
Waskita Karya

Siap-Siap Terbang, Komisaris dan Direksi Borong 1,15 Juta Saham Waskita Karya

18 Januari 2022 15:27
Zebra

Maksimalkan Digitalisasi Logistik, Penjualan Zebra Nusantara Melangit 30.830 Persen

19 Oktober 2021 19:37
Kawasan Industri Jababeka

Gagal Kuorum, Jababeka Gelar Ulang RUPS Tahunan 29 Juli 2022 

13 Juli 2022 15:27

About

indoposnews.co.id

“Berita Terbaru Indonesia”
Alamat :
Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta.
Telepon : 02174773761
Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Follow us

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

No Result
View All Result
  • Home
  • NEWS
    • Nasional
    • Politik
    • Nusantara
    • Hukum
    • Ibu Kota Negara
    • COVID-19 UPDATE
  • Ekonomi
    • Tekno
  • Olahraga
  • JABODETABEK
  • Gaya Hidup
    • Fashion
    • Beauty
    • Health & Fitness
    • Hunian
    • Jalan- Jalan
    • Kids
    • Kuliner
    • Pendidikan
    • Otomotif
  • HIBURAN
    • selebritis
    • Musik
    • Film
      • Review Film
    • Televisi
    • Mancanegara
    • Bollywood
    • K – pop
    • Budaya
  • Opini
  • Indeks

Alamat : Grand Slipi Tower, Lantai 9 Unit O, Jalan Jend. S. Parman Kav 22-24, Jakarta Barat, DKI Jakarta. Telepon : 02174773761 Email : redaksiindoposnews@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
indoposnews.co.idLogo Header Menu