Dengan populasi yang diperkirakan akan melampaui populasi Tokyo pada tahun 2030, Jakarta akan menjadi kota terbesar di dunia. Pada saat yang sama, urbanisasi dan pertumbuhan yang pesat membawa tantangan lingkungan yang besar. Hal ini semakin menggarisbawahi perlunya tindakan iklim yang ambisius.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari inisiatif perintis ini. Langkah-langkah yang diambil Masjid Istiqlal, yang merupakan perwakilan dari tempat ibadah dan bangunan bersejarah, tidak hanya akan meningkatkan efisiensi energi tetapi juga akan menjadi bukti nyata bahwa bangunan hijau atau green building dapat diterapkan untuk semua jenis bangunan, termasuk bangunan baru dan bangunan yang telah lama berdiri,” ucap Diana Kusumastuti, MT. Direktur Jenderal Cipta Karya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Baca juga : Masjid As-Sudairi Rawamangun Jakarta Timur Gelar Shalat Tarawih
“Mendorong pembangunan infrastruktur, permukiman, perumahan, dan bangunan yang ramah lingkungan sangat penting untuk membantu mewujudkan komitmen pemerintah dalam pengurangan emisi, “sambungnya.
Selain sertifikasi Final dari EDGE, Masjid Istiqlal juga menjalani penilaian GREENSHIP dari GBC Indonesia dan juga telah mendapatkan predikat Ecomasjid yang digagas oleh Majelis Ulama Indonesia.
“GBC Indonesia mengapresiasi pencapaian luar biasa Masjid Istiqlal yang menjadi bangunan keagamaan pertama yang mendapatkan sertifikasi final dari EDGE,” ucap Iwan Prijanto, Ketua GBC Indonesia. (ash)



























