Indoposonline.NET – PT Siantar Top (STTP) sepanjang kuartal pertama 2021 mencatat pendapatan Rp1,02 triliun. Melesat 8,53 persen dari realisasi periode sama 2020 sejumlah Rp944,93 miliar. Sayangnya, laba bersih perseroan menukik 11,78 persen.
Merujuk laporan keuangan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), lompatan pendapatan dokong penjualan segmen pengolahan makanan Rp958,57 miliar, naik 12,02 persen dari sebelumnya Rp855,70 miliar. Hanya, segmen pendukung lain tekor 24,91 persen menjadi Rp67 miliar dari sebelumnya berkontribusi Rp89,23 miliar.
Baca juga: Dukung Infrastruktur, Bank Mandiri Kucuri Kredit SMI Rp3 Triliun
Berdasar geografis, Sidoarjo menjadi penyumbang penjualan terbesar yaitu Rp563,02 miliar, diikuti Bekasi Rp274,57 miliar, dan Medan Rp104,39 miliar. Segmen negara ekspor Asia, dan Timur Tengah tercatat Rp83,57 miliar. Beban pokok pendapatan tercatat Rp765,92 miliar, tumbuh 12,53 persen dari periode sama 2020 di kisaran Rp680,61 miliar. Efeknya, laba kotor turun 1,7 persen menjadi Rp259,65 miliar.
Pendapatan juga disumbang segmen pendapatan lain-lain Rp27,70 miliar dari periode sama sebelumnya Rp27,65 miliar. Lonjakan pendapatan ditekan peningkatan beban penjualan 21,59 persen, dan beban umum administrasi 60,31 persen. Beban keuangan tercatat Rp5,43 miliar, dan beban lain-lain Rp873,50 juta, meningkat signifikan dari Rp152,61 juta.
Baca juga: Kebut Pabrik Elemented Detonator, Dahana Lakukan Ini
Lonjakan sejumlah beban itu, menekan laba bersih 11,78 persen menjadi Rp154,72 miliar, dari periode sama 2020 di kisaran Rp175,37 miliar. Total aset perseroan berjumlah Rp3,73 triliun terdiri atas aset lancar Rp1,79 triliun, dan aset tidak lancar Rp1,94 triliun. Jumlah liabilitas perseroan naik 16,68 persen menjadi Rp905,06 miliar. (abg)



























